Pages

Senin, 30 Januari 2012

Hey Afgan Gadungan . . . !!

Pagi itu saya berangkat kekampus, guna menempuh ujian mid semester yang sudah saya tempuh sejak 8 November yang lalu. Saya berangkat bersama teman saya, Mei susanti namanya, semenjak ia pindah kost yang juga menjadi kediaman saya selama 1 tahun ini, saya selalu pergi ke kampus bersamanya. Mengendarai sebuah motor methic dan saya berada tepat di belakangnya, dibonceng.

Saya dan Mei Susanti masuk di dalam sebuah kelas, ruang 318B. ruangan itu di fasilitasi AC, jadi jika sudah berada di dalamnya, segar sekali rasanya, tapi bikin kulit kering. AC atau pendingin udara memang mengeluarkan udara dingin yang menyejukkan. Namun, udara dingin yang dikeluarkan AC adalah udara dingin kering yang dihasilkan oleh kondensasi freon. Udara tersebut tidak mengandung air. Udara yang yang dihasilkan oleh AC justru relatif menyerap kelembaban lingkungan di sekitarnya. Tak pelak lagi, kandungan air yang ada di lapisan kulit kita yang berada di ruangan ber-AC pun akan terserap.

Tidak hanya berpengaruh pada kulit, sebenarnya. Ruangan ber-AC juga menyerap kandungan air dalam tubuh secara keseluruhan. Badan menjadi mudah lemas saat kandungan air dalam tubuh kita mulai berkurang.

ruangan itu cukup besar, kira-kira kapasitas orang 40.an, namun ruangan tersebut selalu saja longgar karena penghuninya hanya kisaran 15 orang. Ya. Begitulah, jumlah mahasiswa di dalam kelas ku hanya 15 mahasiswa, sedikit memang. Kelasku ini di beri julukan kelas PGBI (program guru bertaraf internasional), program ini merupakan progrma baru di kampusku, Kampus dari sebuah universitas swasta di kota budaya (Yogyakarta).

Yogyakarta merupakan sebuah provinsi yang memiliki slogan “Kota berhati Nyaman”, karena memang orang-orang di dalamnya berusaha selalu menunjukan kenyamanan hati.

Dan kampusku terletak di dalamnya, universitas swasta terbaik pada urutan ke-3 katanya, setelah UII dan UMY. Saya juga kurang paham dari standart apa yang bikin universita yang terletak di 3 lokasi ini yakni, jl. Kapas, jl. Pramuka dan jl.
Soepomo mendapat predikat demikian, atau saya rasa akan lebih baik jika mengira hal itu hanya sugesti dari masyarakat luas saja, untung-untung jika hal demikian memang benarnya adanya, tapi jika tidak? saya pun akan malu pada diri saya sendiri.

Dan kelas PGBI, begitu sebutannya adalah salah satu program yang sedang di jalankan di kampus ini, baru saja tanggal 08 Oktober kemarin menjadi acara peresmiannya atau istilah kerennya “Grand Opening”. Terlihat memang semua panitia yang tergabung di dalamnya bekerja keras dalam pelaksanaan progrma ini, ya walaupun saya juga kurang paham sekeras apa yang mereka kerjakan, setahu saya hal-hal yang berhubungan dengan hal yang demikian di usahakan dengan sebaiknya. Dan walaupun tetap saja ada kekeliruan disana-sini, ya wajarlah. Memang tak semuanya sempurna, bahkan memang tak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Dzat yang sempurna. Allah, pemilik jagat raya yang super sekali ini.

Dan atas ksegala kekeliruan ini, teringat sekali. ada seorang dosen yang berkata “panitianya benar-benar tidak siap untuk menjalankan program ini, semuanya berantakan” demikian hujatnya, perkataan macam itu ia lontarkan ketika hari pertama masuk kuliah. Aneh juga dosen ini pikir saya, tapi saya juga tak bisa menyalahknya seutuhnya, ini negara demokrasi, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat dan keluh kesahnya. Ya sudah.

PGBI dikampusku belum genap satu tahun. Sejarahnya program ini terbentuk lantaran mendpat uang hibah dari DIKTI sebesar Rp Milyaran rupiah (aku tak tau tepatnya berapa) oleh karena hal tersebut, semua citivas akademika PBGI harus benar-benar amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya agar tak di kata “Hanya bisa menghabiskan uang Negara” saja. Saya pernah membaca sebuah tulisan dari seorang teman, dia berkata “semoga program ini benar-benar bertaraf internasional bukan bertarif internasional”, saya mufakat sekali dengan pernyataannya, karena memang, kita (mahasiswa.red) yang tergabung dalam kelas ini membayar iuran kuliah lebih melonjak daripada iuran biasanya.

***

Saya berangkat kuliah lebih awal hari ini, tak seperti biasa, saya selalu datang ng-pas atau terlambat sejengkal, jengkal, jengkal. . .
Saya datang ke kampus lebih awal lantaran ada sebabnya, saya penuh semangat hari ini. tak hanya karena alasan materi elektronika yang jadi mata ujian hari ini yang sudah saya pelajari dengan baik namun juga lantaran hari ini bertepat dengan hari kelahiran ibu saya, 15 November.

Pagi-pagi saya sudah menelpon ibu, mengucap selamat, dan memanjatkan do’a kepada Allah untuknya, semoga ibu di beri kesehatan, lapang rezeki, dan berkah setiap hari, begitu pembicaraan saya kepada Allah lewat do’a. mendengar suaranya, iya. Suara itulah yang menjadi amunisi saya pagi ini, yang mengakibatkan semangat saya begitu menggelegar yang hanya saya saja yang bisa merasainya.

Memang lah orang tua itu segalanya bagi buah hatinya, sejak dalam kandungan hingga kematian yang akan datang menjemput yang ntah kapan jemputan itu ada menghampiri setiap manusia yang bernyawa.

***

Awalnya saya berada didalam kelas, bersama teman-teman yang sibuk bercengkrama dengan materi elektronika. Elektronika, mata kuliah yang di ajarkan pak Andang menjadi pembicaraan hangat pagi itu. elektronika merupaka ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pengendalian partikel bermuatan di dalam ruang hampa, gas dan bahan semikonduktor. Dalam elektronika terdiri dari komponen, rangkaian dan sistem. Komponen merupakan elemen terkecil dari suatu rangkaian atau sistem, dan kemudian komponen tersebut yang terdiri dari komponen aktiv dan komponen pasif tersusun menjadi rangkaian yang kemudian membentuk suatu sistem.

Komponen-komponen yang membentuk sistem tersebut terdiri dari komponen aktiv yang dapat menguatkan, menyearahkan signal dan mengubah energi dari bentuk satu menjadi bentuk lain, mislanya transistor sebagai komponen yang dapat menguatkan signal listrik, diode sebagai rangkaian yang dapat mengarah signal dan LED (light emiting diade) sebagai komponen pengubah energi dan juga terdiri dari komponen pasif yang mana sebaliknay dari komponen aktiv yakni komponen yang tak mampu menguatkan, menyerahkan ataupun mengubah energi, misalkan resistor yang malah berfungsi sebagai menghambat atau membatasi arus listrik, kapasitor yang berfungsi menyimpas medan listrik dan dapat memblokir arus DC namun meneruskan arus AC serta induktor yang bersifta meneruskan pada arus DC yang bersifat menghambat pada arus AC.

Demikian, sekelumit materi untuk ujian pagi ini. saya memutuskan untuk berada di luar kelas, karena memang, saya tak mempunyai kemampuan berkonsentrasi jika berada di dalam lingkungan yang bising seperti itu, saya duduk di sebuah anak tangga, tepat di depan auditorium, yang merupakan bangunan baru di kampusku, di lantai 3 letaknya.
Tak lama aku mendengar ketukan-ketukan sepatu dari seseorang yang menaiki anak tangga dari lantai bawah, ketukan itu membuyarkan konsentrasiku dan memberi daya paksaan untukku menoleh ke arah anak tangga, arah sumber ketukan sepatu. Tak lama muncullah seorang mahasiswa, laki-laki. Aku melihatnya. Dia hanya tertunduk fokus sambil membaca se-bandel lembaran-lembaran materi yang dibawanya, dia tetap saja menunduk dan terfokus dengan materinya, saya pun demikian, saya melihatinya. Laki-laki berkacat mata, lengkap dengan pakaian style anak muda zaman sekarang dan sebuah tas yang tergantung di bahu kanannya.
Setelah melihatnya beberapa detik, membuat ingatan saya kepada seorang penyanyi solo, lelaki. Penyanyi yang khas dengan stylenya, kaca mata dan lesung di pipinya, fansnya pun terbilang banyak, kebanyakan dari kalangan kaum hawa memang, dan tentunya bukan saya di dalamnya. Afgan nama penyanyi itu, “terima kasih cinta, untuk segalanya, kau berikan lagi kesempatan itu . .. “ demikian sepenggal lirik lagunya, oh ya afganista nama club dari fans-fansnya.

Pikirku kembali pada seorang mahasiswa yang berjalan menelurusi trotoar ruangan dikampusku yang tetap saja sambil menunduk membaca materi mata kuliah yang akan di ujikan pagi itu, terlihat jelas dari rautnya ia tak punya kesiapan yang cukup untuk ujian pagi ini, sedikit saya mencermati wajahnya yang menunduk itu, mirip Afgan, penyanyi solo yang saya ceritakan baru saja, lalu berberapa detik kemudian khayalku berteriak, “nggak mirip banget, mirip dari mana????, Afgan gadungaaaaaann !!”. hahahahhaha :D

Tak lama pengawas ujianku tiba, aku masuk ruangan dan mengerjakan soal ujian. ^_^



* Ini Afgan yang aseli *



* ini Afgan gadungan, karena photonya editan. (hahahah . .:P) *

Pesta Demokrasi, Miskin Tamu . . .

Pesta Demokrasi yang salah satu agendanya adalah pemilihan wakil rakyat yang secara langsung di pilih oleh rakyat menjadi moment yang paling di tunggu-tunggu oleh sebagian rakyat, baik rakyat dalam lingkup kampus maupun lingkup dengan skala yang lebih besar yaitu negara. Namun, tak mampu di pungkiri pula bahwa sebagian rakyat menganggap bawah pesta demokrasi hanya merupakan ajang sia-sia karena meskipun berlabel demokrasi namun keputusan yang dilaksanakan terkadang bukan atas kehendak dan sesuai kebutuhan rakyat, ntahlah demokrasi macam apa ini !. tak sedikit rakyat yang menganut paham bahwa pesta demokrasi hanyalah euforia belakang, menghambur-hamburkan uang untuk membeli minuman dan jajanan untuk para tamu pesta, menghabiskan waktu untuk bercanda ria tanpa memahami apa makna yang terlontarkan dari cengkramaan asyik itu.

Tamu pesta sangat diharapkan kehadirannya, berbagai macam bentuk undangan di sampaikan, design undangan paling bagus pun sudah di tampilakn untuk menarik hati, berbagai macam jajanan dan minuman siap di suguhkan hanya untuk menyambut tamu-tamu pesta, tamu memang terdiri dari berbagai kelompok ; kelompok orang-orang yang di segani sampai kelompok-kelompok orang yang baru di pedulikan akhir-akhir ini, namun ketika sudah memasuki area pesta berlangsung semua jenis kelompok ini seolah-olah sama derajatnya, atau barangkali disamakan bagi tuan rumah yang sedang berhajat, ya, begitulah. Suara yang keluar dari mulut mereka, sang tuan rumah mengharap nada yang keluar dari mulut mereka adalah perkataan yang sama, inilah yang menyebabkan tak adanya kesenjangan diantara mereka, semua jadi satu. Tak peduli dari golongan mana, tak peduli bau mulut tempat keluarnya nada, yang penting nada yang dikeluarkan sama dan ketidakpedulian dan anggapan bahwa mereka itu sama lah yang menjadi irama pengiring nada yang dilantunkan.

Sayangnya, para tamu itu pergi ntah kemana, sebagian tak tau rimbanya. Kasian sang tuan rumah. Banyak hala yang menjadi alasan para tamu untuk tidak menghadiri pesta ; undangannya bagus tapi jajanan dan minumannya sudah basi, mending saya mencari makan sendiri yang lezat meski hanya sepotong arem-arem untuk saya dan keluarga daripada ada donat, martabak, lemper, gorengan dan es cendol tapi sudah basi.
begitu katanya. Ketika ada pesta baru meminta saya untuk melantunkan nada ketika pesta usai dan amplop berisi penuh lupa lagi dengan saya, padahal yang saya butuh tidak hanya makanan di hari H tapi setiap hari saya butuh makan, begitu pula katanya.

Pesta demokrasi tidak patut jika hanya di lakukan dalam skala besar seperti negara, namun pesta demokrasi juga harus di ajarkan dengan baik kepada pemerintahan di bawah karena belajar sedari dini tentang demokrasi itu akan berefek baik di kemudian hari.

Universitas Ahmad Dahlan, salah satu kampus swasta di Yogyakarta rasa-rasanya pun akan melangsungkan pesta demokrasi dalam tempo dekat ini, terlihat beberapa benner (undangan) untuk rakyat di sebar sebagai pemberitahuan, persiapan sudah dilakukan ; dari panitia penyambut tamu, panitia penyiap jajanan dan minuman sampai dengan panitia penata sendal. Antusias sekali para panitia meski tak di bayar namun bangga memakai pakaian segaram nantinya, segaram harga 40 ribuan imbalannya. Tak hanya panitia tuan rumah yang sibuk mondar-mandir, angkat-angkat perlengkapan dan tes-tes micropon, tapi tamu-tamu kehormatan yang akan tanpil di pesta sebagai hiburan pun sibuk mempersiapkan penampilannya ; memakai jaz agar terlihat berwibawa atau memakai baju rombengan agar di hibah.i, tujuannya hanya satu, agar di lihat oleh para tamu.

Pesta benar-benar sudah di ujung tanduk, tamu kehormatan yang satu mulai menerka-nerka siapa yang akan menjadi tamu kehormatan lainnya yang juga akan berlaga di panggung hiburan, tak hanya panggung hiburan yang tujuannya menghibur hati rakyat yang sedang lara tapi juga diatas panggung sandiwara yang akan mengelabui rakyat, agar rakyat tak hanya menjadi suka cita namun juga bersorak-sorak mengeluarkan satu nada. Jika pesta demokrasi yang ada di skala besar seperti negara miskin tamu, apakah pesta demokrasi di negeri kampus ini juga akan miskin tamu atau malah memang tak ada pesta di negeri ini karena tak ada tamu??

Fenomena di Balik Praktikum

Sistem perkuliahan yang memiliki kurikulum dimana didalam sistem tersebut dikaji pula persoalan mengenai perkuliahan yang tidak hanya mengedepankan penyampaian materi kuliah didalam kelas namun juga pendalaman materi kuliah dengan terjun langsung didalamnya yang biasa disebut dengan praktikum memanglah sangat efektif dan baik, karena praktek itu lebih penting ketimbang hanya berteori saja, action itu penting ketimbang hanya berwacana saja. Dengan praktek secara langsung, tentunya membuat mahasiswa akan lebih memehami materi yang sedang di pelajarinya dan mampu memicu mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru yang tentunya pula praktikum yang berdasarkan jurusan masing-masing mahasiswa.

Mekanisme praktikum tidak hanya di lakukan di laboraturium saja, tapi praktikum juga akan baik jika dilakukan di luar kampus, dalam artian “terjun langsung”, misalkan mahasiswa pendidikan biologi melakukan penelitian tentang klasifikasi hewan laut. Para mahasiswa Biologi langsung mengunjungi wadah-wadah tersebut, contohnya; mengunjungi pantai, laut atau pembudidayaan hewan laut. Tak hanya itu, mahasiswa Hukum misalnya, praktikum menjalankan persidangan juga akan baik jika praktek langsung ke pengadilan dan lain sebagainya.

Semua hal itu atau dengan istilah lain semua mekanisme itu akan berjalan lancar jika semua pihak dapat saling menyokong, membantu serta mendukung secara total dan maksimal. Misalkan contoh kongkretnya adalah praktikum yang memang wajib di jalankan oleh para mahasiswa adalah di laboraturium, praktikum akan menjadi efektif jika semua elemen mendukung ; mulai dari asisten praktikum, fasilitas di dalam laboraturium, materi yang di ajarkan, sampai dengan cara asisten mengajarkan atau mensharekan materi praktikum kepada para praktikan.

Tapi lain persoalannya jika mekanisme praktikum tidak dapat berjalan secara baik, banyak faktor yang dapat mendukung rusaknya mekanisme ini ; alat-alat praktikum yang sangat tidak memadai, asisten yang tidak paham dengan materi, dll. Serta keefektifan praktikum atau berhasil-tidaknya praktikum juga dapat dinilai dari seberapa besar para praktikan mampu memahami materi yang sudah di ajarkan, jika persentase praktikan yang tidak paham tentang materi praktikum lebih besar di bandingkan dengan persentase jumlah praktikan yang mampu memahami materi praktikum dan serta mampu pula mengaplikasikannya dalam praktek tentu bisa di simpulkan telah terjadi kesalahan dalam proses praktikum tersebut.

Salah satu contoh yang dapat di cermati ialah prakitkum elektronika di laboraturium elektro yang dilakukan oleh para Mahasiswa PGBI Pendidikan Fisika semester 3. Menurut saya mekanisme praktikum masih dan sangat kurang efektif, kenapa? Banyak faktor yang dapat memperjelaskan persoalan ini ; faktor utama dan yang paling utama adalah kurangnya jumlah asisten yang membimbing para praktikan melakukan praktek elektronika, 1 asisten menangani 2-3 kelompok praktikan dan 1 kelompok biasanya terdiri dari 3 orang lalu bisa di bayangkan berapa banyak praktikan yang TIDAK memahami materi praktikum, padahal praktikum elektro membutuhkan pemahaman dan ketelitian yang cukup lebih untuk mampu merangkai alat-alat listrik dan semacamnya, dan hal tersebut juga di iringi dengan waktu praktikum yang cukup singkat untuk menangani praktikum 3 kelompok dengan 1 asisten sekaligus alhasil beberapa praktikum harus tertunda dan di lanjutkan pada lain waktu. JELAS, menurut saya hal tersebut sangat merugikan praktikan - Pertama, praktikan sudah membayar UANG praktikum seharusnya praktikan juga mendapat hal yang baik dalam praktikum, ya setidaknya 1 kelompok di bimbing dengan 1 asisten. Kedua, jika tujuan dari kurikulum mengenai praktikum yang dibuat yakni dengan adanya praktikum secara langsung untuk memfasilitasi mahasiswa mampu memahami materi kuliah lebih baik, sedangkan realitanya tidak berbicara demikian alias para praktikan tidak mampu memahami materi lantaran kekurangan asisten yang membimbing berarti itu hanyalah tujuan Omong Kosong, tujuan yang hanya memenuhi kertas dengan tinta yang di tulis dengan fontsize large. Ketiga, dengan adanya jam tambahan yang harus di gunakan untuk menyelesaikan praktikum yang belum kelar yang mana seharusnya praktikum sudah selesai tepat pada waktu yang terjadwalkan, mengakibatkan praktikan harus meluangakan waktu yang seharusnya pula waktu tersebut bisa di gunakan untuk kegiatan lainnya ; misalkan agenda organisasi, melakukan tugas atau pekerjaan lain.
Bagaimna misalkan ada mahasiswa yang kegiatan di luar kampus ialah “Bekerja” mencari uang unutk memenuhi kebutuhan hidupnya, perasaan dilematis akan timbul. Satu sisi ia harus berangkat kerja sebagai tuntutan kebutuhan sedangkan sisi lain ia harus ikut ketertinggalan praktikum karena harus memperoleh data-data dari praktikum dan ingin pula memahami materi praktikum lebih dalam.

Faktor kedua yang membuat praktikum elektronika dan (ini juga terjadi pada praktikum prodi lain) tidak efektif adalah laporan yang harus di tulis tangan, jika alasannya adalah dengan metode menulis tangan laporan praktikum secara psikologis dapat membantu praktikan dalam mengingat materi praktikum, bagaimana dengan penulisan laporan praktikum dengan menulis tangan namun mencontek laporan kakak tingkat sebelumnya alias Plagiat, secara tidak langsung metode yang dianggap sangat baik dalam proses mengingat materi ini telah mengajarkan tindakan kriminal yakni Plagiat. Dan hal ini TIDAK pernah di tindaklanjuti, tidak pernah laporan praktikum di kembalikan lantara materi yang di tulis dalam laporan kawan yang satu sama dengan materi laporan praktikum yang di tulis dengan kawan lainnya atau sama dengan laporan dari kakak tingkat sebelumnya. Tentunya metode lama yang dianggap masih cocok diterapkan di zaman era teknologi ini sudah tidak sesuai lagi dan HARUS di DIHAPUSKAN.

TIDAK ADA LAGI LAPORAN PRAKTIKUM YANG DITULIS TANGAN. metode laporan praktikum di ganti dengan metode baru. Misalkan laporan di harus diketik dengan rapi, materi sebagai landasan teori minimal di ketik sebanyak 3 halaman, materi harus koheren dan berkesinambungan (hal ini sedikit mengurangi aksi copy-paste dari internet tanpa di baca terlebih dahulu) dan tentunya masih mencantumkan sumber data tersebut, atau saya rasa orang pembuat kebijakan juga akan lebih kreatif menangai hal semacam ini, apalagi melihat situasi yang kurang kondusif ini (menurutku.red) dan yang terpenting pula penanganan laporan praktikum juga harus di dukung oleh asisten praktikum tentunya, asisten yang paling memahami mengenai hal ini, jika asistennya saja nggak care alias laporan praktikum asal kumpul dan di beri nilai begitu saja semua juga akan menjadi barang yang percuma.

Praktikum ini akan berjalan efektif dengan 1 asisten yang membimbing 1 kelompok praktikum, laporan yang tidak di tulis tangan lagi serta asisten yang benar-benar care dalam pengoreksian laporan praktikum.

semoga adegan semacam itu, (kondisi praktikum di semester gasal) tidak terjadi lagi di semester genap.
amin ya Allah..

Kamis, 01 Desember 2011

Hujan Soreku #Part I





“ . . . Deras hujan yang turun mengingatkanku pada dirimu, aku masih di sini untuk setia . . . ^_^

Demikianlah, sepenggal bait lagu dari salah satu grup band papan atas indonesia, “jikustik”. Aku juga tak pernah tau, dan pernah menyadarinya ternyata aku tak pernah luput menyayikannya di kala hujan turun dan datang menyapaku, lagu itu tak pernah tertuju khusus pada seseorang tapi aku selalu merasa senang melantunkannya, berulang-ulang kali. Aneh. Memang. Dan yang lebih anehnya lagi, aku tak terlalu suka dengan bait-baitnya yang lain, hanya sepenggal bait yang demikian.

Melow, dengan segenap hati sekali aku melantunkannya. Ku tarik napas panjangku, ku bau.i hujan yang turun itu dan kemudian ku lantunkan bait itu. hehhee . . . sok romantis sendiri.
Hempt, ^_^. . . aku merasai cinta yang begitu banyak di diriku, segunung cinta yang ada di dalam hati, membuat damai, tenang dan tentram, sebenarnya bukan lantarakn bait itu saja, tapi lebih karena aku suka sekali dengan hujan, hujan di sore hari tepatnya.

Betapa nikmat yang tak pernah bisa aku ungkapkan ketika hujan turun di sore hari, aku benar-benar merasai sesuatu yang berbeda.
Tuhan, di hujan sore ini, aku ingin lantunkan bait untukMu . . .
“ . . . aku masih disini untuk setia, . .
Tuhan, takakan aku berpaling darimu, begitu aku terlalu mencintaimu, meski terkadang aku lupa dengan caraku mencintaimu, aku lalai dengan lakuku padamu, dan membuatmu sedih lantaran aku sering selingkuh dengan kesibukan-kesibukanku..
Tuhan, betapapun aku sungguh mencintaimu, tak pernah terbayangkan olehku, jika kau tak lagi mencintaiku. Aku takut akan murkaMu.
Tuhan, hanya Engkaulah yang mampu mengerti dan pahami aku.
Aku mencintaimu . . .

***
Dan hujan di sore ini, di sore yang sendu ini, aku menulis kalimat-kalimat cinta unutkmu, Tuhan. Kalimat cinta yang kutulis lewat hati, lewat perasaanku yang paling indah atas nikmat yang telah Engkau beri di kala hujan sore turun menemani senja.ku.







Jogja diSore ini, 19 November 2011.

Kamis, 29 September 2011

Jogja yang Merindukan



Namanya jogja, Jogjakarta Lengkapnya. Kota pelajar, kota budaya. Dan kota yang romantis menurutku,,, kenapa bisa jadi romantis?? Ya, seperti ini. Di jogja aku bertemu dengan orang-orang yang senantiasa menaburkan cintanya untukku.

Jogja di pagi hari hingga sore hari
Jogja selalu sibuk dengan berbagai aktivitasnnya, pagi yang menyambut dengan cinta yang terpancar dari sang mentari, mengawali kehidupan yang begitu asri, mengawali langkah menuju kesuksesan yang hakiki (dunia-akhirat), mengawali para pencari untuk menemukan apa yang ia cari, begitupun dengan aku. Jogja di pagi hari mengawali hidup ku meraih mimpi-mimpi, mimpi yang ku wujudkan dalam cita yang menggugah jiwa, jiwa-jiwa mereka yang selalu ku cinta, cita ini ku persembahkan untukmu wahai pencipta dan kuhantarkan kepadamu wahai para cinta. Mereka- orang2 yang selalu menemaniku pada kesibukan jogja di pagi hari. Berbeda dengan sore, ia menyapaku dengan senjanya yang jingga di ujung sana, menghantarkan pesan kepadaku untuk pulang, merebahkan diri di pembaringan, menghilangkan seluruh penat dan lelah yang bertengger di pundakku.

Jogja di malam hari
Meskipun jogja pagi dan sore selalu menyajikan kesibukan, keramaian, bahkan bising yang tak terhindarkan, jogja pun selalu menghadirkan malam yang penuh candu. Malam yang mampu membawa ku kemana pun aku mau, jogja dengan lampu-lampu yang menghiasi jalanan sampai pertokohan dan tak lupa pula perumahan, jogja yang selalu menghidangkan keindahan untuk pandangan. Ohh jogja di malam hari, kau menyajikan candu yang selalu kau tawarkan kepadaku, hingga aku tak pernah mampu untuk melewatkanmu.. kemarin, hari ini atau pun lusa. Kau tetap indah. Indah dengan segala rupa.

Oohh jogja.
Pagi, siang, sore dengan senja atau pun malam dengan bintang adalah tempat kita untuk bersama, bersama menoreh berbagai cerita, cerita yang akan kita sajikan untuk Indonesia atau kepada cita kita yang di ujung sana, cerita yang akan kita sampaikan kepada dunia.

JogjaNeverEndingAsia

September, 2011

Hey, My Wonder Women

Simpony cinta ini untukmu
Puisi terindah ini untukmu

Wahai engkau inspirasiku, kau yang selalu mengajariku, memberikan semangat baru bagi jiwaku.
Wahai engkau pejuangku, kau yang selalu menemani hariku, memberikan ilmu bagi otakku.
Wahai engkau bidadariku, kau yang selalu pancarkan kehangatan dari wajah teduhmu, memberikan cinta bagi hatiku
Wahai engkau cintaku, kau yang selalu mengerti keadaanku, memberikan kasih yang tulus untukku
Wahai engkau segala-galanya bagiku, ciptaan Tuhan yang begitu menawan, ciptaan yang di hadirkan untukku.
Wahai engkau yang bernama “IBU” betapa aku menyayangi dan mencintaimu.
Ku persembahakn semangatku, citaku, dan cintaku untukmu. Engkau yang selalu kurindu..



Jogja,
28 September 2011.

Perempuan ini namanya Carine*

Ini aku, seorang perempuan. Perempuan yang punya berjuta ambisi, aku takut ambisi ini bikin aku jadi frustasi, haha.. karena my dady pernah bilang begini “jangan mengkhayal cita-cita terlalu tinggi, capai dulu yang bisa di capai”. Kata-kata si dady itu bener juga, yaa orang tua sudah berpengalaman. Sebaiknya memang aku harus tau sebatas mana yang namanya ambisi dan sebatas mana yang namanya kemampuan diri untuk meraih ambisi.

Punya ambisi itu memang bagus, dan memang harus menjadi bagian dari seorang perempuan yang bernama *Carine. Hahaha..

Ambisi adalah suatu keinginan yang harus terpenuhi bagaimanapun caranya. Hahahaha. Tapi bukan berarti aku menghalalkan segala cara untuk meraihnya, ya termasuk yang pake’ paranormal gitu. Ahahha. Ini definisi “ambisi” menurutku. Dan rasanya nikmat banget kalo kita bisa menggapai ambisi itu, banyak kisah yang tertoreh, dan banyak kisah yang dapat di lukiskan, mungkin kain kanvas 10 meter juga belum muat buat ngelukis kisah-kisahku ketika mengejar ambisiku yang tak pernah habis itu. Dasar manusia, maunya selalu dan selalu, mencari kebahagian di atas kebahagian yang sudah di raih. Terkadang aku bingung juga kenpa Tuhan ciptakan manusia, dan punya sifat yang bernama “ngk pernah puas”. Pantesan ya para pejabat itu udah berkuasa pada periode ini mau tetep berkuasa di periode berikutnya, ngk puas banget kan? Trus belum lagi yang lebih ironis adlah para pencuri, mereka nggak puas hanya dengan satu kali curian, ya singkatnya mereka ketagihan untuk mencuri lagi dan itu malah berakibat fatal. Kira – kira begitulah, sesuatu yang berlebihan itu memang jadi bikin nggak asiikk. . ^_^

Kembali ke topik, “Ambisi” ya begitulah, tapi aku lebih suka menyebutnya dengan “Semangat”, ya mungkin definisinya pun berbeda. Tapi “Semangat” ataupun “Ambisi” sama saja bagiku, maka dari itu agar ambisiku tercapai dan terpenuhi semangat ku tak boleh pudar apalagi luntur. Karena Ambisi berasal dari semangat dan semangat berasal dari diriKu, iyah. Aku. Perempuan yang bernama *Carine.

Yah. Cerita dan ambisi. Banyak cerita yang bisa di bagi ketika aku asiik menggapai ambisi, cerita ketika aku begitu dengan mudahnya menggapai ambisiku, cerita ketika ada orang yang berusah mematahkan semangatku, hingga cerita ketika aku terkalahkan dengan rintangan yang menghadangku. Hahahha.. lucu, haru, bahagia, sedih, yaaa.. huru-hara banget lah rasanya.

Aku perempuan. Perempuan yang bernama *Carine, aku tak bisa di pisahkan dengan “semangat” karena semangat adalah aku. Semangat untuk meraih apapun yang ingin aku raih, semangat untuk melakukan apapun yang ingin aku lakukan namun pastinya semangat ini yang membuat aku menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermakna, semangat yang membuat ku berubah untuk tetap tegar dan pantang putus asa sebelum aku mengapai cita dan merasa indah di antara cita-cita.

Aku perempuan. Perempuan yang bernama *Carine. Seorang pemimpin wanita. Kenpa disebut wanita?? Perempuan adalah aku, wanita adalah sifatku. Menurut ku kata “wanita” lebih bisa di artikan sebagai kata yang mengadung makna, : orang yang tegar, mampu menghadapai semua halang rintang, tangguh dan kuat, serta seseorang yang bisa mendewasakan diri dalam menghadapi sebagai masalah.
Ya begitu.

Aku adalah perempuan, perempuan adalah wanita, wanita adalah aku.



Jogja NeverEndingAsia

September, 2011

Jumat, 10 Juni 2011

GaLau . . .

** Puisi terindahku hanya untukmu
Mungkinkah kau kan kembali lagi, menemaniku menulis lagi…
Kamis, 09 juni 2011

Langit cinta mendung hari ini, seusai ia menurunkan derasnya cinta yang jatuh ketanah sampai menambah suburnya tamanan padi yang menguning dan berunduk karena cinta. Namun tidak langit cinta di hatiku sore ini, ia tetap mendung menurunkan derasnya hujan namun menghantam dadaku, suara gemuruhnya memekik ditelingaku hingga gendang telingaku memilih untuk pecah saja ketimbang harus retak dahulu..

Aku siap jadi pelepas dahaga ketika langit tak menurunkan air hujanya, aku siap jadi bintang yang bersinar menyinari ketika matahari siang membalikan badannya dan membuat gelap bagian lainnya, dan aku siap walau hanya jadi pelepah pisang yang melindungi dari gemuruh air hujan.

Sore ini, matahari masih bisa menyinari meski sayup-sayup karena senja sudah tiba, hujan sudah turun kemarin dan kemarau juga tak Nampak hari ini. Tapi aku tetap berdiri di ambang pintu sambil memeras-meras kedua tanganku dan mengatur detak jatungku yang terasa lebih kencang..

Aku terkejut dengan suara petir yang tiba.tiba menyapaku dari atas. Detak ku bertambah kencang semakin aku mendongak.kan wajah ke langit semakin langit ingin memuntahkan petirnya.
Aku benar.benar sesak, mataku berbinar, kakiku kaku, mulutku kelu ketika aku membaca pesan dari langit.. Ooh tuhan, ujian apalagi ini?. Tidakkah kau biarkan aku tetap berada di langit bersama bintang-bintang yang bersinar itu? Langit cinta yang tak hanya menyentuhku tapi juga memeluku dengan hangat?

Aku tak sanggup tuhan jikalau ini adalah berita terakhir dari langit. Walau perih. Sungguh. Aku masih mampu melihat bintang yang bersinar meski aku silau dengan sinarnya, aku masih mampu pergi ke langit meski kakiku kaku untuk melangkah kesana. Tuhan aku masih merindu. Terlalu cepat kau cemburu padaku.

Aku tak bisa terkata-kata tuhan, ketika engkau tunjukkan caramu mencintaiku. Aku masih tak mengerti dengan cara sore ini, aku benar-benar sesak. Apakah kau sengaja dengan ini? Jika kau biarkan sore ini kelabu untukku kenapa tak kau dahulu biarkan ia berpikir sejenak lalu melihat ketulusanku.
Tidak !!!
Tuhan, kau benar, kau tulus, dan kau benar dan tulus mencintaiku..
Jika saja sore ini tak kau jadikan neraka sesaat untukku pasti aku akan terjun ke neraka yang kekal itu, jika saja sore ini tak kau buat gelap pasti aku akan terbuta dengan kegelapan yang kekal itu, jika saja sore ini tak kau buat petir, gemuruh, dan hujan lebat pasti aku akan tersengat petir yang lebih menyakitkan, pasti aku dihujani hujan batu yang lebih pedih dan memilukan, jika sore ini tak kau buat aku menangis karena cinta semu, pasti aku akan tetap menjadi parasit yang tak tau malu yang hanya berada di pinggir-pinggir meski aku dijanjikan berada di tengah dan menjadi bunga, jika saja sore ini tak kau buat aku diam pasti aku akan terus berbicara dengan suka cita menyambut setiap percakapan yang berbekas setiap kalimatnya, jika saja sore ini tak kau hancurkan kepingan hatiku yang beberapa lalu sudah retak sebenarnya pasti kepingan itu tak akan bisa kembali utuh.

Tuhan… tuhan..
Kau begitu unik, menarik, mengagumkan dan romantic. Aku sadar kau begitu cemburu dengan ku untuk kali ini, maaf tuhan jika beberapa ratus menit yang lalu aku mendua.

Tapi tuhan, jika kau izinkan aku mendua namun tak melebihi kecintaanku kepadamu, izinkan aku merasnya di waktu yang indah, di terik siang yang matahari tersenyum padaku, di senja yang indah dengan matahari meninggalkan senyumnya lalu tergantikan dengan keheningan malam yang diatas sana bintang sedang berpesta ria bersama bulan yang menerangi malamku,




Jogja sore ini,
Juni, 2011

Hidup ini sulit di tebak.

Hidup ini sulit di tebak.

Banyak kisah nyata yang terkadang di luar nalar manusia, namun kisah itu memberikan pelajaran dan makna yang begitu mendalam. Seperti sebuah buku yang baru saja selesai saya santap dengan penuh khitmat, mata saya megikuti kata demi kata yang mengalir dalam buku yang berjudul “Meniti di Atas Kabut” itu. Sungguh. Sebuah kisah yang menakjubkan, menggugah jiwa dan perasaan saya. Saya menuntaskan buku itu lebih dari 1 minggu rasanya, hehhee.. tertunda karena alasan yang sangat klasik, ya banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. Tugas kuliah. Walaupun demikian ingatan saya tentang alur kisah yang di ceritakan dalam buku itu tetap tersimpan di benak saya sehingga saya pun tak perlu mengulangi bacaan.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari buku ini, pelajaran yang sungguh luar biasa.

Seorang remaja dengan latar belakang keluarga yang kurang sekali pemahamannya terhadap agama bisa menjadi seseorang yang mampu memimpin rumah tangga dengan yang senantiasa menciptakan syariat islam di dalam menjalankan bahtera rumah tangganya. Abbas namanya. Keteguhan dan keuletan hatinya yang terus berusaha mencari tentang pemahaman agama membuat saya semakin bersemangat untuk ikut terjun dalam proses pemahaman akan ajaran islam yang menyejukan hati ini, subhannallah. Lingkungan keluarga dan kampungnya yang hanya berpaham agama biasa-biasa saja serta kehidupan remaja-remaja di kampungnya tidak mempengaruhinya dan ia tidak terlarut didalmnya, ia tetap berusaha pada prinsip hidupnya walaupun terkadang ia juga tak bisa menolak ajakan teman seusianya melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Keinginannya untuk bisa memahami islam secara baik benar-benar ia perjuangkan. Satu pelajaran dari sini “bahwa segala sesuatu dibutuhkan perjuangan, termasuk hidup. Hidup adalah perjuangan”. Ia mengikuti pengajian secara diam-diam di kampung seberang, ia mengaji bersama anak-anak lainnya 5 hari dalm sepekan, ternyata tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya ia berusaha mendalami islam dan tentunya berusaha menjadi anak soleh yang nantinya bisa mendoakan kedua orang tuannya. Karena salah satu amalan yang diterima oleh Allah Ta’ala ialah do’a anak soleh.
Waktu terus bergulir usia remaja semakin hari semakin berlalu baginya, sekarang ia sudah menginjak usia dewasa, dimana orang-orang dewasa akan mengalami permasalahan hidup yang lebih banyak lagi, apalagi semenjak kedua orangtuanya meninggal dunia, ia memiliki 3 saudara, 2 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan ia anak paling terakhir.

Permaslahan orang yang sudah menginjak usia dewasa merupakan permasalahan yang sudah meninjak zona kompleks, mulai dari permasalahan pada dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, sampai negara. Dimana orang-orang usia dewasa inilah yang akan mulai satu per satu merealisasikan dirinya sebagai generasi penerus dan kaum yang mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik lagi.

Permasalahan pada dirinya sendiri, ya salah satunya untuk menyempurnakan ibadah dan megikuti sunnah rasul, ialah “menikah”. Beruntunglah bagi mereka- orang-orang yang belum mencapai usia dewasa dan memasuki permasalahan zona kompleks, karena dengan begitu setidaknya mereka terlepas dari memikirkan masalah sunnah rasul yang satu ini, yang di anggap sulit untuk dilaksanakan bagi mereka yang belum diberikan waktu yang tepat oleh allah untuk melaksanakannya namun begitu mudah dan menyenangkannya bagi mereka yang senantiasa diberi kemudahan oleh Allah atas urusan ini dan di pertemukan dengan orang yang sesuai keinginana. Semoga kita termasuk orang yang pilihan kedua. Amin ya rabb.
Jodoh ditangan Allah, karena allah lah yang maha menentukan dan maha memutuskan segalan urusan namun Allah tak pernah ingkar akan janjinya. Surat An-Nur : 23. Allah berfirman “laki-laki baik hanya untuk perempuan baik dan sebaliknya perempuan yang baik hanya untuk laki-laki baik pula”. Dan janji allah itu pasti. Allah telah berjanji dan tak mungkin khianat, oleh karena itu tugas kita ialah berusaha menjadikan diri kita dengan sebaik-baiknya kualitas diri agar bisa memperoleh pasangan yang baik juga bahkan dapat memberikan kebaikan yang lebih untuk kita nantinya. Amin.
Tuhan maha pemurah, abbas di jodohkan dengan Azizah oleh Allah. Seorang gadis lulusan pesantren dan dengan latar belakang keluarga yang baik serta paham agama. Berbeda sekali dengan abbas yang nyaris tidak pernah di berikan wejengan tentang agama dari orang tuannya, namun orang tuannya mengajarkan tentang kehidupan padanya. Uang jajan yang tidak diberikan oleh orangtuanya tidak diberikan secara berlebihan meskipun ia termasuk keluarga yang berada, hal tersebut kemudian membuat Abbas berusaha dengan keringatnya sendiri untuk mendapatkan uang lebih, ia senantiasa menyemir sepatu bapaknya. Tak hanya itu orang tuanya sukses dalam usahanya yaitu berdagang, banyak toko yang didirikan oleh orang tuanya, hingga ketika orang tuanya meninggal dunia mereka (anak-anaknya) mendapatkan warisan berupa toko yang siap untuk dikembangkan lagi.

Tidak hanya abbas tapi banyak juga orang yang tak percaya tentang takdir abbas tentang hal ini. Tidak dan sulit di mengerti kenapa wanita seperti Azizah mau menerima Abbas menjadi suami nya, yang tentunya pemahaman Azizah tentang islam jauh lebih dalam dibandingkan Abbas, luar biasa. Allah maha mengetahui segalanya. Akhirnya jadilah Abbas dan Azizah sebagai pasangan suami istri. Sebuah keluarga baru yang penuh dengan cinta, kesederhanan namun luar biasa, sejahtera, sahaja, sakinah dan mawadah. Sebuah rangkaian keluarga baru yang di damba setiap orang tentunya, termasuk saya .

Azizah adalah seseorang yang taat terhadap islam, komitmennya terhadap agama yang paling di ridhoi allah ini membuatnya memutuskan untuk memakai “cadar”. Namun tak semua orang bisa menerima perbedaan yang ada di diri azizah, termasuk keluarga abbas sendiri. Sari, kakak perempuannya sering mencemooh penampilan azizah yang berbeda sekali dengan gayanya yang ala metropolitan, tak hanya itu Azizah juga di anggap sebagai pembawa sial. tak hanya sari, monah istri Harun kakaknya abbas yang kedua juga beranggap demikian, klimaksnya ketika kematian Harun akibat kecelakaan mobil, azizah di tuding sebagai bilang keladi atas permasalahan ini. Karena azizah yang meminta sopir pribadi harun untuk menjemput abbas di rumah temannya, namun ketika itu sopir pribadi harun sudah pulang dan kemudian harun memutuskan untuk menjembut abbas, tapi takdir berkata lain Harun mengalami kecelakaan di tengah perjalanannya menjemput abbas.
Namun semua hal itu tidak pernah menggoyahkan keteguhan Azizah atas komitmennya, ia tak pernah melawan ataupun dendam dengan kedua kakak iparnya itu, dan berbeda dengan Sarah, istri dari doni kakaknya abbas yang pertama. Hubungan antara Sarah dan Azizah terjalin dengan baik, sarah sering berkunjung bahkan menginap di rumah Abbas dan Azizah. Ya, begitulah hidup memang tak semua orang suka terhadap pribadi kita, namun kita memang harus pandai menyesuaikan diri kepada siapapun agar bisa terjalin komunikasi yang baik dan berdampak kerukuran antara seseorang yang satu dengan seseorang yang lainnya.

Banyak aktivitas yang dilakukan suami-istri ini, mulai dari mengajar remaja-remaja di musollah sampai dengan rutinitas mereka yakni mengunjungi dan mencari ilmu di ta’lim-ta’lim yang berbeda-beda tempatnya. Semangat yang luar biasa untuk menggali ilmu agama terpatri di diri mereka. Kehidupan rumah tangga yang rukun, saling menghormati, menyayangi dan melengkapi bisa tergambar dari cerita tentang kisah mereka di buku itu.
Dengan aktivitas yang sangat padat membuat tubuh ringkih mereka tak terlalu kuat. Abbas jatuh sakit, sehabis itu Azizah menyusul, ia pun jatuh sakit pula, tubuhnya lemas seolah-olah tak berdaya hingga akhirnya ia harus dirawat di rumah sakit, dengan setia abbas menjaga dan merawat Azizah istrinya tercinta. Azizah di vonis mengidap penyakit hepatitis dan bila di amati dengan seksama tubuh Azizah terlihat menguning. Azizah sudah mulai pulih ia boleh di bawa pulang namun ia tetap harus istirahat total karena tubuhnya belum sembuh betul. Abbas tetap setia menjaga istrinya, merawat dan memperhatikannya. Romantisme kehidupan rumah tangga. Memang begitulah seharusnya dua insan yang senantiasa saling memperhatikan, menyayangi serta mencintai dan semua hal itu dilakukan karena ibadah dan atas nama allah. Bukan, dua insan yang sudah berani melakukan hal-hal demikian namun belum terjalin ikatan halal diantaranya. Ya Allah, ampuni dosa-dosa ku apabila selama ini perhatiannku terhadap teman-temanku (laki-laki maupun perempuan) tersirat karena hal-hal yang lain dan karena hasrat yang di timbulkan oleh setan.

Beberapa pekan Abbas dan Azizah libur untuk mengajar remaja-remaja di mushollah karena keadaan Azizah yang memang masih kurang baik, namun semakin hari Azizah sudah merasa sedikit membaik, ia memaksa untuk dapat mengajarkan sedikit ilmunya kepada orang lain semangat Azizah dan atas keinginannya itu tidak bisa di tolak oleh Abbas, dan akhirnya demi kebaikan semua pengajian remaja-remaja yang awalnya berada di mushollah kini pindah di rumah mereka. Sambil mengajar sesekali Abbas masuk ke dalam melihat keadaan istrinya yang sedang berada di pembaringan.

Sore itu dirasa berbeda sekali oleh abbas, lantunan ayat suci al-quran yang di baca oleh Azizah terasa lebih merdu walaupun Abbas sudah sering kali mendengarkannya. Adzan maghrib berkumandang Abbas segera ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu, lalu ia kembali ke kamar dan mendapti Azizah sedang tertidur pulas dengan Al-qur’an di dekapannya, tidurnya pulas sekali dengan senyum yang seolah-olah tersungging dari raut wajahnya hingga Abbas tak berani membangunkannya dan membiarkan dia tetap tidur dan akan membangunkannya diwaktu pertengahan sholat maghrib.

Namun, apa yang terjadi? Abbas memegang tangan Azizah dan membangunkannya tangannya teras dingin, dan tak ditemukan lagi detak nadinya, tak ada hembusan nafasnya, lalu tubuh Azizah di goyang-goyangkan oleh Abbas, Azizah. . . .Azizaaaah . . . Azizaaaahhhh. . . .
Azizah sudah tak bergerak lagi, Azizah meninggal dunia.
Abbas merasa sedih sekali… dan merindukan Azizah..

Sebuah kisah yang indah, membuat kita paham akan cinta yang hakiki, kehidupan rumah tangga yang bisa menjadi tauldan bagi kita, calon-calon pelaku rumah tangga. Hahahaha..!!. jalinan hubungan yang baik dan komunikasi yang baik serta prilaku yang baik ternyata akan berbuah manis. Cinta yang hakiki ialah cinta atas nama Allah.

Inilah cinta, mengombang-ambing jiwa, wajar bila banyak pemikir sulit mendefenisian cinta. Karena untuk mendefenisikan rasa “manis” saja tak cukup ungkapan kata yang ada untuk membuatnya jelas, sejelas kenyataanya. Maka, bagaimana cinta yang abstrak menghadirkan banyak rasa ini bisa didefenisikan dengan kata-kata? “(Buku, Meniti di Atas Kabut)”

* Jangan Bersedih

Jangan bersedih,,

Kehidupan ini fana, dan hidup kita pun begitu singkat, tak terbayangkan oleh kita yang awalnya hanya segumpal daging sekarang berbentuk makhluk yang bisa melakukan apapun, tak bisa tertebak pula oleh kita kapan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hidup ini terlalu singkat, tak layak rasanya bila kita tak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi kita mengisi waktu kita hanya dengan melakukan hal-hal yang tak berguna dan tak bermanfaat.
Kita sering bercita-cita dan bertekad didalam hati, bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain. Tapi saya mau Tanya, “kenapa kita marah ketika kita tau ada orang yang memanfaatkan kita? Bukankah tujuan hdup kita memang harus bermanfaat bagi orang lain?. Hemmm. . silahkan anda jawab didalam diri anda sendiri, namun lebih baik juga bila menjawabnya pada kolom komentar di bawah, ahahahahah :D. keep smile 
Tau ngk sii, kenpa aku kasih judul tulisanku kali ini “jangan bersedih” ?.
Heemmpt, tak certain sedikit yach.. !! keep silent and listen to me


Aku nulis judul ini gara-gara terinspirasi dengan seeorang, meskipun aku juga ngk ngerti aku mau nulis apa. Aku tau hari itu rasanya hari ngk akan berlalu buat dia, (hahaha. Alay setitik yo), semuanya ngk enak terasa, menyebalkan lebih tepanya. Nah, salah satu orang yang bikin harinya ngk enak itu adalah aku. Yaa. . . mungkin emang ngk secara langsung apa yang ku perbuat ke dia, namun sinyal-sinyal itu yang bikin aku yakin, kalo ya aku ini salah satu penyebanya.
Jujur , aku ngk tau kenapa aku termasuk daftar orang yang bikin dia illfeel hari itu, aku kira semuannya berjalan seperti biasa, ngk ada yang aneh.

Hei, kau . . .
Jangan bersedih, tak ku bermaksud membuatmu seperti itu. Aku tak yakin kau sedih gara-gara aku karena lakumu sama dengan lakumu kepada mereka. Aku tak yakin akan “rasa” mu karena ku tau rasamu pun tak hanya untukku, rasanya tak pantas kau untuk merusak hari mu ketika itu dengan mukamu yang kau lipat jadi empat atau dengan pikiranmu yang kau paksa tulisankan dan kau ceritakan kepada computer didepanmu meski kau tak mampu lakukan itu.
Kau tau kenapa aku bilang tak pantas??
Mungkin aku sedikit tau atau sok.sok tau kenapa kau bersedih dihari itu, itu karena “rasa”mu kepadaku (hahahaha. PD). Tapi aku tak pernah mengerti itu. Dan ku tak ingin terlarut dengan itu karena aku tau kau hanya keliru dengan rasamu.. Kulihat hari-harimu, itu yang membuatku tak pernah tau dan yakin “rasa” itu ada dari dirimu. Kau tetap seperti biasa, bercengkrama dengan mulut yang satu juga dengan mulut yang lain, pembahasanmu juga demikian, tak jauh-jauh mungkin sama persis dengan apa yang selalu kau diskusikan denganku.

Dengarkan aku,
Hatiku itu lemah dan rapuh, tak usahlah kau repot-repot merusak harimu hanya karena perasaanmu yang tak pernah kau jelaskan apa yang sebenarnya di dalam hati itu. Aku bingung harus berbuat apa, disisi lain aku tetap tak paham kenapa kamu bisa melakukan semua itu, namun disisi lain aku tak mau ikut terlarut dengan “rasa” yang tak jelas seperti ini dan disisi lainnya lagi aku tak mengerti kau anggap apa rasa yang kau milikki untuk ku itu. Aku tau kenapa kau tak pernah menjelaskannya kepadaku, ya karena banyak rasa juga yang kau sumbangankan untuk hati,hati yang lain.
Sudah, jangan kau buat aku seolah-olah tak bisa melakukan apapun meski memang seperti itu pada kenyataanya sebelum kau jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi padamu dan apa yang kau inginkan terjadi di hari selanjutnya. Aku tau kau inginkan aku mengerti tentang semua ini, tapi terpaksa ku ucapkan aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Aku tak bisa hanya dengan menerkah-terkah karena cinta bukan sebuah terka.an meski ia tak berwujud nyata tapi aku juga bingung harus melakukan apa ketika sikap tak sukamu itu muncul.
Sudah, jangan bersedih..

Jika kau ingin bersedih, maka jelaskan lebih dahulu kepadaku apa yang ada dihatimu, pikiranmu, benakmu dan yang menjadi kemauanmu agar ku bisa melakukan sesuatu untukmu


Mei, 2011

oohh Kawan ...

Aku sering mendapat cerita dari orang-orang, mereka berkata tuhan menciptakan hambanya dengan rupa yang beda, namun tuhan menularkan sifatnya kepada hambanya sifat penyayangnya, pengasih, bijaksana, dan pemerhati.
Ya, aku tau tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang berbeda-beda karena memang tak satu pun ku temukan wajah yang sama, termasuk “Dia” hingga aku tetap bisa mengingat bagaimana bentuk wajah itu.. , tapi, aku mulai bertanya.. kemana sifat yang tuhan salurkan itu? Tak kutemukan didalam dirinya, tidak sama sekali. Apa karena “Dia” memang tak mampu mewarisi itu, ataukah aku yang memang tak bisa melihatnya. Sungguh. Ingin rasanya aku melihat dan merasakannya.
Kemarin, hari pun sama. Tak ada yang berubah menjadi pelipur lara. Ingin rasanya pergi dan meninggalkan karena apa yang menjadi keinginan tak terbalaskan disana, tapi tuhan tetap tidak mengizinkan, tuhan tetap beranggapan bahwa diri ini mampu untuk bertahan, aku ingin bebas terbang tanpa batas.
Selalu ku bertanya kepada tuhan di setiap do’aku yang berbalut keintiman denganNya. Tuhan, kenapa aku tetap berikat dengan “Dia”? apakah ini caramu untuk meridhoi aku?.
Tuhan maha mengetahui apa yang menjadi keluh kesah hambanya, begitu lah mereka menjelaskan kepada ku atas semua pertanyaanku kepada tuhan yang kuceritakan kepada mereka. Aku bertanya lagi, bila tuhan mengetahui dan mengerti semuannya. Kenpa tuhan tidak membiarkan aku lepas? Apa tuhan tudak tau bahwa aku sangat tersiksa dan tertekan dengan ini semua?. Tidak maksudku untuk mengingkari nikmatNya, tapi nikmat ini begitu sulit aku pahami dan maknai, mungkin bahkan terlalu sulit. Dan sangat sulit. Mereka juga berkata tuhan tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan makhluk itu sendiri. Oh Tuhan… sungguh. Rasanya aku tak mampu lagi dengan keadaan dan ikatan ini, masihkah kau percaya bahwa aku mampu menjalani semua sedangka kau sudah setiap hari melihatku dan mendengar tangisanku tiap malam-malam kelamku?. Sungguh aku tak sanggup. Tak berhenti mereka menjelaskan kepada ku mereka berkata lagi, tuhan mengetahui mana hal-hal yagn terbaik untukmu. Tuhan ini hal yang terbaik itu? Sedang aku tersiksa batin, dan batuk tak tertahankan karena seesak didadaku?
Sungguh. Tak adil, sedang orang diluar sana, orang yang aku yakin tak lebih baik dariku tak pernah bisa merasa apa yang sedang aku rasa karena Kau memang melarang rasa itu hadir di hati orang-orang itu. Sungguh, aku iri. Apa salahku? Hingga sakit ini tak kunjung berkurang dan hilang. Hilang? Tidak. Berkurangpun tidak. Aku lelah. Habis rasanya air mataku untuk menangis, sedang peipur lara tak kunjung menghampiri. Letih, penat sekali pikiran ini, hingga rasanya aku tak mau berpikir apa-apa lagi, sedang “Dia” tak kunjung berubah. Sudahlah Tuhan, aku menyerah. Terserah apa mauMu sekarang, atau Kau cabut saja nyawaku, biar aku tak merasa apa-apa, karena rasaku sudah mati sejak lama.



*Tulisan ini terinspirasi ketika aku ingat sebuah masalah dari seorang kawan

Jogja..
Mei, 2011

Hoooaammmm **

Pendidikan menurut UU No.20 tahun 2003. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agat peserta didik secara aktiv mengembangkan potensi dirinya. Mata kuliah pengantar pendidikan pun beririsi materi-materi yang membahas mengenai metode-metode untuk diterapkan oleh guru ketika mengajar di dalam kelas nantinya, mulai dari metode proyek, metode demonstrasi samapi dengan metode yang berbentuk ceramah.
Suasana di kelas akan baik dan kondusif apabila interaksi antara guru dan peserta didik dapat berjalan dengan baik pula. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana nyaman didalam kelas. Dengan demikian materi pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa dimenerti, dipahami dan diserap dengan baik oleh siswa-siswanya sehingga hal tersenut dapat menjadi salah satu jalan atau langkah untuk mencapau tujuan pendidikan nasional.
Namun, sebaliknya bika tak ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik maka tidak akan tercipta juga suasana yang nyaman didalam kelas. Cara penyampaian materi yang dilakukan guru dianggap moton dan kurang kreatif serta inovatif atau siswa itu sendiri yang tidak mempunyai semangat untuk belajar, hal itu yang menjadi factor tidak terbangunnya suasana belajar yang menyenangkan didalam kelas.

Hemmpt,
Pak dosen… pliiss you must know me so well
I want so sleepy.. Ngantuukk. . . !!
Muncul satu pertanyaan..
Ini salah siapa? Muridnya atau gurunya?
Tanyaku di tengah-tengah perkuliahan siang itu. . .




Jogja, 20 Mei 2011

Jumat, 13 Mei 2011

i dot not what i feel

* memang tak selalu ada yg terbaik
dari diri ini dan juga dirinya
namun ku yakin cinta ini takkan pernah salah


aku memang tidak akan bisa membunuh cinta meski aku harus dipaksa untuk mengubur cinta, aku tak ingin kehilangan cinta, karena cinta adalah segalannya untuk ku..
mungkin dulu memang berbeda dengan kini bahkan akan jauh berdeba dengan nanti..
tapi, aku tau cinta itu akan tetap ada.

aku tak akan pernah meninggalkan cinta, aku akan tetap bersamanya
cintaku yang dulu kurasa sangat berbeda dengan cintaku yang kini tapi aku takut menyambut cintaku yang nanti..
karna aku sudah mulai takut, benar-benar takut kehilangan cinta.

meski demikian,
aku tau tuhan menciptakan cinta tak hanya satu, tuhan ciptakan banyak cinta untukku, dulu, kini, nanti dan suatu saat itu.

aku tak bisa membunuh cinta namun aku mampu mengatur cinta..
aku tidak ingin ditinggalkan oleh cinta,
tapi, aku harap cinta tidak berpihak pada untuk saat ini, karena aku takut cinta malah berubah arah, cinta ini malah menyakitkan..

sudah,
cintaku akan tetatp ada..





aku terus berbicara tentang cinta, memaknai cinta, namun aku tetp bingung apa itu cinta..







JogjaNeverEndingAsia,

mei. 2011

Selasa, 19 April 2011

* Sesak. . .

hari ini aku semangat berangkat ke kampus, walaupun persiapan buat kuis sama sekali nggak optimal, ikhtiarnya nyaris nggak ada. hehhee. . .

kuliyah biodas selesai juga akhirnya.. kuis dengan soal-soal yang nggak ku ngerti itu lenyap sudah dari pikiran.

cacing-cacing di perutku mulai show out. keroncongan jee..
semangko mie ayam ternyata bisa meredah suara bisingnya yang terus terngiang di gendang telingaku..

masuk lagi ni kulyah serftifikasi II.

dreeettt... dddrrreeettt..
hp ku geter..
from : .....................

oowww..
ak baca smsnya dengan seksama. aku hayati, maknai
ooww... tiba-tiba dadku sesaaaaaaak bangeeett...

antara tersingung, mau nangis, tapi iye bener memang gitu..

ooh tuhan..
:(*

Jumat, 01 April 2011

Nice Wednesday…

Sungguh melelahkan keseharian ini, duduk di ruang kelas hanya saja berpindah tempat dan ruangan, tapi tetaplah sama yang aku kerjakan, duduk di kelas mendengarkan dosen yang katanya ia sedang mentransfer ilmu di depan sana itu. Ya, selamat berjuang lah pak !!
Lelah namun harus tetap semangat,
Pagi, siang, samapi senja aku hanya di kelas, walaupun masih memang ada waktu aku berjalan-jalan di luaran sana.
Oooo….. jam 07:30 until 17:50 !
Super sekali. . . !!

Ya, mungkin ini memang salah satu kebijakan pemerintah semenjak tragedi 1998 ketika itu. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dan di harapkan agar mahasiswa tidak sibuk dan aktif dengan organisasi di luar kampus. Kenapa? Ya, mahasiswa yang aktif di luar kampus di anggap sedikit mengkhawatirkan, karena mahasiswa-mahasiswa yang aktif sepert itu nantinya akan menjadi mahasiswa yang kritis, super kritis, begitu banyak wacana yang akan mereka yang mereka dapatkan dan utarakan. Begini ya, nanti kalau mahasiswa aktif di luar berarti mereka aktif, kalau aktif nanti sering kumpul, berdiskusi dan akhirnya mencetuskan sebuah pemahaman, dari sebuah pemahaman itu dapatlah mereka menganalisis sebuah hal dan hal utama untuk di analisis adalah kebijakan pemarintah, setelah itu muncullah ide-ide dan gagasan baru dalam menyikapi kebijakan lalu terciptalah strategi-strategi muslihat, hahahah….
Lalu strategi pun mendesak untuk di jalankan, dan terjadi lah aksi mahasiswa menyuarakan ide dan gagasan mereka. Wooww super sekali .. !!
Dan ini masalahanya.
pada akhirnya pemerintah merasa kewalahan dengan sikap mahasiswa yang seperti ini. Mereka menganggap sikap mahasiswa ini bisa mengancap kedudukan dan menggeser mereka dari zona nyaman yang selama ini mereka nikmati.
Dan tarrrrraaaaaaaaaaaaaaatttt. . . .
munculah kebijakan itu, mahasiswa di tuntut untuk sibuk di kampus. Sistem sks, 75% kehadiran, bla..bla…bla… hahahhaha. . . . dan lain-lainnya.
Ooo,
Tak semudah itu tentunya.
Semangat membara yang tetap tertanam di jiwa mahasiswa tak akan runtuh, pudar dan lumer hanya dengan hal demikian. Masih ada 1001 strategi yang belum di laksanakan demi sebuah tegaknya kebenaran dan menuntaskan kedzoliman. MERDEKA !!! hahahah :D

Hahahah. .. pelajaran terakhir kimia dasar II, tapi rasanya pelajaran ini tidak terserap dengan maksimal, letih sekali.
Tapi, mengeluh atau protes kepada si pembuat dan penyusun jadwal kulyah, bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana.
Ya jalani sajalah, memang di sinilah sisi seni sebagai seorang mahasiswa dengan kesibukan yang memang menjadi kesibukan.
Heemmpt,,
So semangaaaat !!
Tomorrow must be better again..

Akhirnya,
Pelajaran pun selesai,
Horeeeee, , , , , asikk..asikk….





Jogja NeverEndingAsia,
Rabu, 23 Februari 2011

MenggiLa-giLa. . .

Hak..hakkk...hakkk...
Hujan turun rintik-rintik malam ini, wuuiisshh , dingin sekaleee,,,
Tapi tak apa, itu bukanlah suatu halangan untuk melakukan misi malam ini, bersama sahabat baru ku yang super sekali phinot nama kesayangannya, nama ngk kesayngannya tak tau lah aku. Menulusuri jalanan jogja di malam hari memang rasanya berbeda ketimbang jalan-jalan di siang hari, eksotika kota gudeg terasa lebih kental dan lebih menyatu malam ini.
Lewat jembatan syayidan lalu di teruskan stop di lampu merah lalu menghampiri alun-alun utara dan selatan, akhirnya berhentilah kami di sebuah tempat makan di daerah pasar ngasem. Makna sate di pinggir jalan, hak,,hakk,,hakk... assiik sekali.. jogja megitu menawan dan elegant malam ini.
Hujan rintik-rintik yang tak kunjung usai nemambah indah malam itu, hidup terasa tanpa beban, padahal tugas kulyah trus memanggil untuk di garap, ahh refreshing sejenak lah... 
Hahahahhahahahhaha. . . . .. :D
Tertawa, ketawa, laugh, nyengir, ngguyu,
Cuma itu yang bisa di lakukan malam itu, so nice adn so crazy..
Beberapa puluh menit saja, sate itu terusap tanpa bekas dan tanpa jejak, hhahaa..
Huuh, lapar pun hilang, alhmdulillah kenyang,,
Perjalanan tidak berhentik di sini, perjalanan tanpa tujuan, ya itu tema malam ini.
Kembali menelusuri jalanan jogja, lorong tamansari, perempatan kauman, timbul lagi alun-alun utara, malioboro, dan ntahlah aku tak mengenali daerah ini, dan pada akhirnya berhenti lagi di suatu tempat.
Coba tebak, kami berhenti dimana?
Ooh tepat sekali. ! ya, pinggir jalan lagi, lagi-lagi pinggir jalan.
Tak taulah, sepertinya pinggir jalan menjadi tempat yang menyenangkan malam ini.
Duduk lesehan beralaskan tiker kumel, di suguhi roti bakar cokelat dan segelas teh hangat, dan senandung musik dari arus kali code yang tertiup angin.
Wow, menyenagkan sekali..
Arus kali code yang tepat berada di bawa, membuat aku merasakan sesuatu yg berbeda,
Wew, arusnya itu loh, ngk nahan, deres bgt bikin ngerih jee, butek lagi airnya.
Kalo kali code marah trus meluap, apa jadinya rumah-rumak apik dan megah di pinggir2 itu.
Ya Allah, Lindungilah kami dari marah bahaya, amin.

Okey,
Comeback again,
Malam semakin larut, malam juga serasa memanggil dan menyuruh untuk pulang.
Siip, pertualangan di cukupkan sampai di sini.
Okelah, perjalanan pulang menuju peraduan.
Hemm, menyennagkan.
Dan memang misi menggila bersama phinot selalu menuai keberhasilan, and happy ending.
Wkwkwkkw,
Bentuk kegilaan apupun itu, terencana, apalagi tidak.
Oke. Thanks sist for this night, i’m so haapy and you’re so beautyful this night, hahhhhaaa..





Jogja NeverEndingAsia,
Senin, 21 Februari 2011

Kamis, 03 Februari 2011

hahahhhaaa. . .

so sorry,
aku wis nyembelih menungso..

dadine,
aku arep ngganti jeneng, haaa.

My name is Missdotcom..

* Saya Bukan Mereka...

Saya bukan mereka, terserah anda mau menganggap saya seperti apa, tapi saya bukan mereka. Saya hargai argument anda dan saya juga tau apa maksud anda, tapi saya buka mereka. Saya mengerti anda terlihat jelas dari bahsa tubuh anda, sekali lagi saya bukan mereka. Sedih rasanya ketika saya harus mengenahut tentang argument anda tapi saya berterimakasih kepada anda mengenai hal tersebut, tapi ingat saya bukan mereka. Saya tahu apa yang anda inginkan dari saya, ingatkah anda saya bukan mereka. Saya cukup paham dengan tindak tanduk anda yang bermaksud dan bertujuan itu, tapi saya bukan mereka. Saya tidak melarang anda untuk mengeluarkan semua argument anda, silahkan saja. bukankah anda sudah di ingatkan bahwa saya bukan mereka. Saya tahu semua ini mengalir begitu saja dan anda tidak mempunyai banyak kekuatan untuk membuat bendungan agar tidak terjadi banjir, iya. Saya sekali lagi saya berkata saya mengerti tentang itu, tapi saya tetap bukanlah mereka. Saya tau keinginan anda. tidak bisakah anda sedikit mengerti bahwa saya bukan mereka.

Rabu, 26 Januari 2011

* hhemm

Senin, 06 Desember 2010

Mrs. Burger..

Opss..
hee, ngk tw deh. tiba.tiba ak d panggil Mrs. Burger
ak mirip burger?? ngk deh..

ak tau knpa dy panggil ak Mrs. Burger..
ya ampuunn. !! ak tegasin ya dya itu monster burger, bukan Mr. Burger..

ya wis lah,
now, my name is Mrs.Burger..

Mr.Burger Where are you????
hhee... :)
ganjen.com

Senin, 30 Januari 2012

Hey Afgan Gadungan . . . !!

Pagi itu saya berangkat kekampus, guna menempuh ujian mid semester yang sudah saya tempuh sejak 8 November yang lalu. Saya berangkat bersama teman saya, Mei susanti namanya, semenjak ia pindah kost yang juga menjadi kediaman saya selama 1 tahun ini, saya selalu pergi ke kampus bersamanya. Mengendarai sebuah motor methic dan saya berada tepat di belakangnya, dibonceng.

Saya dan Mei Susanti masuk di dalam sebuah kelas, ruang 318B. ruangan itu di fasilitasi AC, jadi jika sudah berada di dalamnya, segar sekali rasanya, tapi bikin kulit kering. AC atau pendingin udara memang mengeluarkan udara dingin yang menyejukkan. Namun, udara dingin yang dikeluarkan AC adalah udara dingin kering yang dihasilkan oleh kondensasi freon. Udara tersebut tidak mengandung air. Udara yang yang dihasilkan oleh AC justru relatif menyerap kelembaban lingkungan di sekitarnya. Tak pelak lagi, kandungan air yang ada di lapisan kulit kita yang berada di ruangan ber-AC pun akan terserap.

Tidak hanya berpengaruh pada kulit, sebenarnya. Ruangan ber-AC juga menyerap kandungan air dalam tubuh secara keseluruhan. Badan menjadi mudah lemas saat kandungan air dalam tubuh kita mulai berkurang.

ruangan itu cukup besar, kira-kira kapasitas orang 40.an, namun ruangan tersebut selalu saja longgar karena penghuninya hanya kisaran 15 orang. Ya. Begitulah, jumlah mahasiswa di dalam kelas ku hanya 15 mahasiswa, sedikit memang. Kelasku ini di beri julukan kelas PGBI (program guru bertaraf internasional), program ini merupakan progrma baru di kampusku, Kampus dari sebuah universitas swasta di kota budaya (Yogyakarta).

Yogyakarta merupakan sebuah provinsi yang memiliki slogan “Kota berhati Nyaman”, karena memang orang-orang di dalamnya berusaha selalu menunjukan kenyamanan hati.

Dan kampusku terletak di dalamnya, universitas swasta terbaik pada urutan ke-3 katanya, setelah UII dan UMY. Saya juga kurang paham dari standart apa yang bikin universita yang terletak di 3 lokasi ini yakni, jl. Kapas, jl. Pramuka dan jl.
Soepomo mendapat predikat demikian, atau saya rasa akan lebih baik jika mengira hal itu hanya sugesti dari masyarakat luas saja, untung-untung jika hal demikian memang benarnya adanya, tapi jika tidak? saya pun akan malu pada diri saya sendiri.

Dan kelas PGBI, begitu sebutannya adalah salah satu program yang sedang di jalankan di kampus ini, baru saja tanggal 08 Oktober kemarin menjadi acara peresmiannya atau istilah kerennya “Grand Opening”. Terlihat memang semua panitia yang tergabung di dalamnya bekerja keras dalam pelaksanaan progrma ini, ya walaupun saya juga kurang paham sekeras apa yang mereka kerjakan, setahu saya hal-hal yang berhubungan dengan hal yang demikian di usahakan dengan sebaiknya. Dan walaupun tetap saja ada kekeliruan disana-sini, ya wajarlah. Memang tak semuanya sempurna, bahkan memang tak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Dzat yang sempurna. Allah, pemilik jagat raya yang super sekali ini.

Dan atas ksegala kekeliruan ini, teringat sekali. ada seorang dosen yang berkata “panitianya benar-benar tidak siap untuk menjalankan program ini, semuanya berantakan” demikian hujatnya, perkataan macam itu ia lontarkan ketika hari pertama masuk kuliah. Aneh juga dosen ini pikir saya, tapi saya juga tak bisa menyalahknya seutuhnya, ini negara demokrasi, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat dan keluh kesahnya. Ya sudah.

PGBI dikampusku belum genap satu tahun. Sejarahnya program ini terbentuk lantaran mendpat uang hibah dari DIKTI sebesar Rp Milyaran rupiah (aku tak tau tepatnya berapa) oleh karena hal tersebut, semua citivas akademika PBGI harus benar-benar amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya agar tak di kata “Hanya bisa menghabiskan uang Negara” saja. Saya pernah membaca sebuah tulisan dari seorang teman, dia berkata “semoga program ini benar-benar bertaraf internasional bukan bertarif internasional”, saya mufakat sekali dengan pernyataannya, karena memang, kita (mahasiswa.red) yang tergabung dalam kelas ini membayar iuran kuliah lebih melonjak daripada iuran biasanya.

***

Saya berangkat kuliah lebih awal hari ini, tak seperti biasa, saya selalu datang ng-pas atau terlambat sejengkal, jengkal, jengkal. . .
Saya datang ke kampus lebih awal lantaran ada sebabnya, saya penuh semangat hari ini. tak hanya karena alasan materi elektronika yang jadi mata ujian hari ini yang sudah saya pelajari dengan baik namun juga lantaran hari ini bertepat dengan hari kelahiran ibu saya, 15 November.

Pagi-pagi saya sudah menelpon ibu, mengucap selamat, dan memanjatkan do’a kepada Allah untuknya, semoga ibu di beri kesehatan, lapang rezeki, dan berkah setiap hari, begitu pembicaraan saya kepada Allah lewat do’a. mendengar suaranya, iya. Suara itulah yang menjadi amunisi saya pagi ini, yang mengakibatkan semangat saya begitu menggelegar yang hanya saya saja yang bisa merasainya.

Memang lah orang tua itu segalanya bagi buah hatinya, sejak dalam kandungan hingga kematian yang akan datang menjemput yang ntah kapan jemputan itu ada menghampiri setiap manusia yang bernyawa.

***

Awalnya saya berada didalam kelas, bersama teman-teman yang sibuk bercengkrama dengan materi elektronika. Elektronika, mata kuliah yang di ajarkan pak Andang menjadi pembicaraan hangat pagi itu. elektronika merupaka ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pengendalian partikel bermuatan di dalam ruang hampa, gas dan bahan semikonduktor. Dalam elektronika terdiri dari komponen, rangkaian dan sistem. Komponen merupakan elemen terkecil dari suatu rangkaian atau sistem, dan kemudian komponen tersebut yang terdiri dari komponen aktiv dan komponen pasif tersusun menjadi rangkaian yang kemudian membentuk suatu sistem.

Komponen-komponen yang membentuk sistem tersebut terdiri dari komponen aktiv yang dapat menguatkan, menyearahkan signal dan mengubah energi dari bentuk satu menjadi bentuk lain, mislanya transistor sebagai komponen yang dapat menguatkan signal listrik, diode sebagai rangkaian yang dapat mengarah signal dan LED (light emiting diade) sebagai komponen pengubah energi dan juga terdiri dari komponen pasif yang mana sebaliknay dari komponen aktiv yakni komponen yang tak mampu menguatkan, menyerahkan ataupun mengubah energi, misalkan resistor yang malah berfungsi sebagai menghambat atau membatasi arus listrik, kapasitor yang berfungsi menyimpas medan listrik dan dapat memblokir arus DC namun meneruskan arus AC serta induktor yang bersifta meneruskan pada arus DC yang bersifat menghambat pada arus AC.

Demikian, sekelumit materi untuk ujian pagi ini. saya memutuskan untuk berada di luar kelas, karena memang, saya tak mempunyai kemampuan berkonsentrasi jika berada di dalam lingkungan yang bising seperti itu, saya duduk di sebuah anak tangga, tepat di depan auditorium, yang merupakan bangunan baru di kampusku, di lantai 3 letaknya.
Tak lama aku mendengar ketukan-ketukan sepatu dari seseorang yang menaiki anak tangga dari lantai bawah, ketukan itu membuyarkan konsentrasiku dan memberi daya paksaan untukku menoleh ke arah anak tangga, arah sumber ketukan sepatu. Tak lama muncullah seorang mahasiswa, laki-laki. Aku melihatnya. Dia hanya tertunduk fokus sambil membaca se-bandel lembaran-lembaran materi yang dibawanya, dia tetap saja menunduk dan terfokus dengan materinya, saya pun demikian, saya melihatinya. Laki-laki berkacat mata, lengkap dengan pakaian style anak muda zaman sekarang dan sebuah tas yang tergantung di bahu kanannya.
Setelah melihatnya beberapa detik, membuat ingatan saya kepada seorang penyanyi solo, lelaki. Penyanyi yang khas dengan stylenya, kaca mata dan lesung di pipinya, fansnya pun terbilang banyak, kebanyakan dari kalangan kaum hawa memang, dan tentunya bukan saya di dalamnya. Afgan nama penyanyi itu, “terima kasih cinta, untuk segalanya, kau berikan lagi kesempatan itu . .. “ demikian sepenggal lirik lagunya, oh ya afganista nama club dari fans-fansnya.

Pikirku kembali pada seorang mahasiswa yang berjalan menelurusi trotoar ruangan dikampusku yang tetap saja sambil menunduk membaca materi mata kuliah yang akan di ujikan pagi itu, terlihat jelas dari rautnya ia tak punya kesiapan yang cukup untuk ujian pagi ini, sedikit saya mencermati wajahnya yang menunduk itu, mirip Afgan, penyanyi solo yang saya ceritakan baru saja, lalu berberapa detik kemudian khayalku berteriak, “nggak mirip banget, mirip dari mana????, Afgan gadungaaaaaann !!”. hahahahhaha :D

Tak lama pengawas ujianku tiba, aku masuk ruangan dan mengerjakan soal ujian. ^_^



* Ini Afgan yang aseli *



* ini Afgan gadungan, karena photonya editan. (hahahah . .:P) *

Pesta Demokrasi, Miskin Tamu . . .

Pesta Demokrasi yang salah satu agendanya adalah pemilihan wakil rakyat yang secara langsung di pilih oleh rakyat menjadi moment yang paling di tunggu-tunggu oleh sebagian rakyat, baik rakyat dalam lingkup kampus maupun lingkup dengan skala yang lebih besar yaitu negara. Namun, tak mampu di pungkiri pula bahwa sebagian rakyat menganggap bawah pesta demokrasi hanya merupakan ajang sia-sia karena meskipun berlabel demokrasi namun keputusan yang dilaksanakan terkadang bukan atas kehendak dan sesuai kebutuhan rakyat, ntahlah demokrasi macam apa ini !. tak sedikit rakyat yang menganut paham bahwa pesta demokrasi hanyalah euforia belakang, menghambur-hamburkan uang untuk membeli minuman dan jajanan untuk para tamu pesta, menghabiskan waktu untuk bercanda ria tanpa memahami apa makna yang terlontarkan dari cengkramaan asyik itu.

Tamu pesta sangat diharapkan kehadirannya, berbagai macam bentuk undangan di sampaikan, design undangan paling bagus pun sudah di tampilakn untuk menarik hati, berbagai macam jajanan dan minuman siap di suguhkan hanya untuk menyambut tamu-tamu pesta, tamu memang terdiri dari berbagai kelompok ; kelompok orang-orang yang di segani sampai kelompok-kelompok orang yang baru di pedulikan akhir-akhir ini, namun ketika sudah memasuki area pesta berlangsung semua jenis kelompok ini seolah-olah sama derajatnya, atau barangkali disamakan bagi tuan rumah yang sedang berhajat, ya, begitulah. Suara yang keluar dari mulut mereka, sang tuan rumah mengharap nada yang keluar dari mulut mereka adalah perkataan yang sama, inilah yang menyebabkan tak adanya kesenjangan diantara mereka, semua jadi satu. Tak peduli dari golongan mana, tak peduli bau mulut tempat keluarnya nada, yang penting nada yang dikeluarkan sama dan ketidakpedulian dan anggapan bahwa mereka itu sama lah yang menjadi irama pengiring nada yang dilantunkan.

Sayangnya, para tamu itu pergi ntah kemana, sebagian tak tau rimbanya. Kasian sang tuan rumah. Banyak hala yang menjadi alasan para tamu untuk tidak menghadiri pesta ; undangannya bagus tapi jajanan dan minumannya sudah basi, mending saya mencari makan sendiri yang lezat meski hanya sepotong arem-arem untuk saya dan keluarga daripada ada donat, martabak, lemper, gorengan dan es cendol tapi sudah basi.
begitu katanya. Ketika ada pesta baru meminta saya untuk melantunkan nada ketika pesta usai dan amplop berisi penuh lupa lagi dengan saya, padahal yang saya butuh tidak hanya makanan di hari H tapi setiap hari saya butuh makan, begitu pula katanya.

Pesta demokrasi tidak patut jika hanya di lakukan dalam skala besar seperti negara, namun pesta demokrasi juga harus di ajarkan dengan baik kepada pemerintahan di bawah karena belajar sedari dini tentang demokrasi itu akan berefek baik di kemudian hari.

Universitas Ahmad Dahlan, salah satu kampus swasta di Yogyakarta rasa-rasanya pun akan melangsungkan pesta demokrasi dalam tempo dekat ini, terlihat beberapa benner (undangan) untuk rakyat di sebar sebagai pemberitahuan, persiapan sudah dilakukan ; dari panitia penyambut tamu, panitia penyiap jajanan dan minuman sampai dengan panitia penata sendal. Antusias sekali para panitia meski tak di bayar namun bangga memakai pakaian segaram nantinya, segaram harga 40 ribuan imbalannya. Tak hanya panitia tuan rumah yang sibuk mondar-mandir, angkat-angkat perlengkapan dan tes-tes micropon, tapi tamu-tamu kehormatan yang akan tanpil di pesta sebagai hiburan pun sibuk mempersiapkan penampilannya ; memakai jaz agar terlihat berwibawa atau memakai baju rombengan agar di hibah.i, tujuannya hanya satu, agar di lihat oleh para tamu.

Pesta benar-benar sudah di ujung tanduk, tamu kehormatan yang satu mulai menerka-nerka siapa yang akan menjadi tamu kehormatan lainnya yang juga akan berlaga di panggung hiburan, tak hanya panggung hiburan yang tujuannya menghibur hati rakyat yang sedang lara tapi juga diatas panggung sandiwara yang akan mengelabui rakyat, agar rakyat tak hanya menjadi suka cita namun juga bersorak-sorak mengeluarkan satu nada. Jika pesta demokrasi yang ada di skala besar seperti negara miskin tamu, apakah pesta demokrasi di negeri kampus ini juga akan miskin tamu atau malah memang tak ada pesta di negeri ini karena tak ada tamu??

Fenomena di Balik Praktikum

Sistem perkuliahan yang memiliki kurikulum dimana didalam sistem tersebut dikaji pula persoalan mengenai perkuliahan yang tidak hanya mengedepankan penyampaian materi kuliah didalam kelas namun juga pendalaman materi kuliah dengan terjun langsung didalamnya yang biasa disebut dengan praktikum memanglah sangat efektif dan baik, karena praktek itu lebih penting ketimbang hanya berteori saja, action itu penting ketimbang hanya berwacana saja. Dengan praktek secara langsung, tentunya membuat mahasiswa akan lebih memehami materi yang sedang di pelajarinya dan mampu memicu mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru yang tentunya pula praktikum yang berdasarkan jurusan masing-masing mahasiswa.

Mekanisme praktikum tidak hanya di lakukan di laboraturium saja, tapi praktikum juga akan baik jika dilakukan di luar kampus, dalam artian “terjun langsung”, misalkan mahasiswa pendidikan biologi melakukan penelitian tentang klasifikasi hewan laut. Para mahasiswa Biologi langsung mengunjungi wadah-wadah tersebut, contohnya; mengunjungi pantai, laut atau pembudidayaan hewan laut. Tak hanya itu, mahasiswa Hukum misalnya, praktikum menjalankan persidangan juga akan baik jika praktek langsung ke pengadilan dan lain sebagainya.

Semua hal itu atau dengan istilah lain semua mekanisme itu akan berjalan lancar jika semua pihak dapat saling menyokong, membantu serta mendukung secara total dan maksimal. Misalkan contoh kongkretnya adalah praktikum yang memang wajib di jalankan oleh para mahasiswa adalah di laboraturium, praktikum akan menjadi efektif jika semua elemen mendukung ; mulai dari asisten praktikum, fasilitas di dalam laboraturium, materi yang di ajarkan, sampai dengan cara asisten mengajarkan atau mensharekan materi praktikum kepada para praktikan.

Tapi lain persoalannya jika mekanisme praktikum tidak dapat berjalan secara baik, banyak faktor yang dapat mendukung rusaknya mekanisme ini ; alat-alat praktikum yang sangat tidak memadai, asisten yang tidak paham dengan materi, dll. Serta keefektifan praktikum atau berhasil-tidaknya praktikum juga dapat dinilai dari seberapa besar para praktikan mampu memahami materi yang sudah di ajarkan, jika persentase praktikan yang tidak paham tentang materi praktikum lebih besar di bandingkan dengan persentase jumlah praktikan yang mampu memahami materi praktikum dan serta mampu pula mengaplikasikannya dalam praktek tentu bisa di simpulkan telah terjadi kesalahan dalam proses praktikum tersebut.

Salah satu contoh yang dapat di cermati ialah prakitkum elektronika di laboraturium elektro yang dilakukan oleh para Mahasiswa PGBI Pendidikan Fisika semester 3. Menurut saya mekanisme praktikum masih dan sangat kurang efektif, kenapa? Banyak faktor yang dapat memperjelaskan persoalan ini ; faktor utama dan yang paling utama adalah kurangnya jumlah asisten yang membimbing para praktikan melakukan praktek elektronika, 1 asisten menangani 2-3 kelompok praktikan dan 1 kelompok biasanya terdiri dari 3 orang lalu bisa di bayangkan berapa banyak praktikan yang TIDAK memahami materi praktikum, padahal praktikum elektro membutuhkan pemahaman dan ketelitian yang cukup lebih untuk mampu merangkai alat-alat listrik dan semacamnya, dan hal tersebut juga di iringi dengan waktu praktikum yang cukup singkat untuk menangani praktikum 3 kelompok dengan 1 asisten sekaligus alhasil beberapa praktikum harus tertunda dan di lanjutkan pada lain waktu. JELAS, menurut saya hal tersebut sangat merugikan praktikan - Pertama, praktikan sudah membayar UANG praktikum seharusnya praktikan juga mendapat hal yang baik dalam praktikum, ya setidaknya 1 kelompok di bimbing dengan 1 asisten. Kedua, jika tujuan dari kurikulum mengenai praktikum yang dibuat yakni dengan adanya praktikum secara langsung untuk memfasilitasi mahasiswa mampu memahami materi kuliah lebih baik, sedangkan realitanya tidak berbicara demikian alias para praktikan tidak mampu memahami materi lantaran kekurangan asisten yang membimbing berarti itu hanyalah tujuan Omong Kosong, tujuan yang hanya memenuhi kertas dengan tinta yang di tulis dengan fontsize large. Ketiga, dengan adanya jam tambahan yang harus di gunakan untuk menyelesaikan praktikum yang belum kelar yang mana seharusnya praktikum sudah selesai tepat pada waktu yang terjadwalkan, mengakibatkan praktikan harus meluangakan waktu yang seharusnya pula waktu tersebut bisa di gunakan untuk kegiatan lainnya ; misalkan agenda organisasi, melakukan tugas atau pekerjaan lain.
Bagaimna misalkan ada mahasiswa yang kegiatan di luar kampus ialah “Bekerja” mencari uang unutk memenuhi kebutuhan hidupnya, perasaan dilematis akan timbul. Satu sisi ia harus berangkat kerja sebagai tuntutan kebutuhan sedangkan sisi lain ia harus ikut ketertinggalan praktikum karena harus memperoleh data-data dari praktikum dan ingin pula memahami materi praktikum lebih dalam.

Faktor kedua yang membuat praktikum elektronika dan (ini juga terjadi pada praktikum prodi lain) tidak efektif adalah laporan yang harus di tulis tangan, jika alasannya adalah dengan metode menulis tangan laporan praktikum secara psikologis dapat membantu praktikan dalam mengingat materi praktikum, bagaimana dengan penulisan laporan praktikum dengan menulis tangan namun mencontek laporan kakak tingkat sebelumnya alias Plagiat, secara tidak langsung metode yang dianggap sangat baik dalam proses mengingat materi ini telah mengajarkan tindakan kriminal yakni Plagiat. Dan hal ini TIDAK pernah di tindaklanjuti, tidak pernah laporan praktikum di kembalikan lantara materi yang di tulis dalam laporan kawan yang satu sama dengan materi laporan praktikum yang di tulis dengan kawan lainnya atau sama dengan laporan dari kakak tingkat sebelumnya. Tentunya metode lama yang dianggap masih cocok diterapkan di zaman era teknologi ini sudah tidak sesuai lagi dan HARUS di DIHAPUSKAN.

TIDAK ADA LAGI LAPORAN PRAKTIKUM YANG DITULIS TANGAN. metode laporan praktikum di ganti dengan metode baru. Misalkan laporan di harus diketik dengan rapi, materi sebagai landasan teori minimal di ketik sebanyak 3 halaman, materi harus koheren dan berkesinambungan (hal ini sedikit mengurangi aksi copy-paste dari internet tanpa di baca terlebih dahulu) dan tentunya masih mencantumkan sumber data tersebut, atau saya rasa orang pembuat kebijakan juga akan lebih kreatif menangai hal semacam ini, apalagi melihat situasi yang kurang kondusif ini (menurutku.red) dan yang terpenting pula penanganan laporan praktikum juga harus di dukung oleh asisten praktikum tentunya, asisten yang paling memahami mengenai hal ini, jika asistennya saja nggak care alias laporan praktikum asal kumpul dan di beri nilai begitu saja semua juga akan menjadi barang yang percuma.

Praktikum ini akan berjalan efektif dengan 1 asisten yang membimbing 1 kelompok praktikum, laporan yang tidak di tulis tangan lagi serta asisten yang benar-benar care dalam pengoreksian laporan praktikum.

semoga adegan semacam itu, (kondisi praktikum di semester gasal) tidak terjadi lagi di semester genap.
amin ya Allah..

Kamis, 01 Desember 2011

Hujan Soreku #Part I





“ . . . Deras hujan yang turun mengingatkanku pada dirimu, aku masih di sini untuk setia . . . ^_^

Demikianlah, sepenggal bait lagu dari salah satu grup band papan atas indonesia, “jikustik”. Aku juga tak pernah tau, dan pernah menyadarinya ternyata aku tak pernah luput menyayikannya di kala hujan turun dan datang menyapaku, lagu itu tak pernah tertuju khusus pada seseorang tapi aku selalu merasa senang melantunkannya, berulang-ulang kali. Aneh. Memang. Dan yang lebih anehnya lagi, aku tak terlalu suka dengan bait-baitnya yang lain, hanya sepenggal bait yang demikian.

Melow, dengan segenap hati sekali aku melantunkannya. Ku tarik napas panjangku, ku bau.i hujan yang turun itu dan kemudian ku lantunkan bait itu. hehhee . . . sok romantis sendiri.
Hempt, ^_^. . . aku merasai cinta yang begitu banyak di diriku, segunung cinta yang ada di dalam hati, membuat damai, tenang dan tentram, sebenarnya bukan lantarakn bait itu saja, tapi lebih karena aku suka sekali dengan hujan, hujan di sore hari tepatnya.

Betapa nikmat yang tak pernah bisa aku ungkapkan ketika hujan turun di sore hari, aku benar-benar merasai sesuatu yang berbeda.
Tuhan, di hujan sore ini, aku ingin lantunkan bait untukMu . . .
“ . . . aku masih disini untuk setia, . .
Tuhan, takakan aku berpaling darimu, begitu aku terlalu mencintaimu, meski terkadang aku lupa dengan caraku mencintaimu, aku lalai dengan lakuku padamu, dan membuatmu sedih lantaran aku sering selingkuh dengan kesibukan-kesibukanku..
Tuhan, betapapun aku sungguh mencintaimu, tak pernah terbayangkan olehku, jika kau tak lagi mencintaiku. Aku takut akan murkaMu.
Tuhan, hanya Engkaulah yang mampu mengerti dan pahami aku.
Aku mencintaimu . . .

***
Dan hujan di sore ini, di sore yang sendu ini, aku menulis kalimat-kalimat cinta unutkmu, Tuhan. Kalimat cinta yang kutulis lewat hati, lewat perasaanku yang paling indah atas nikmat yang telah Engkau beri di kala hujan sore turun menemani senja.ku.







Jogja diSore ini, 19 November 2011.

Kamis, 29 September 2011

Jogja yang Merindukan



Namanya jogja, Jogjakarta Lengkapnya. Kota pelajar, kota budaya. Dan kota yang romantis menurutku,,, kenapa bisa jadi romantis?? Ya, seperti ini. Di jogja aku bertemu dengan orang-orang yang senantiasa menaburkan cintanya untukku.

Jogja di pagi hari hingga sore hari
Jogja selalu sibuk dengan berbagai aktivitasnnya, pagi yang menyambut dengan cinta yang terpancar dari sang mentari, mengawali kehidupan yang begitu asri, mengawali langkah menuju kesuksesan yang hakiki (dunia-akhirat), mengawali para pencari untuk menemukan apa yang ia cari, begitupun dengan aku. Jogja di pagi hari mengawali hidup ku meraih mimpi-mimpi, mimpi yang ku wujudkan dalam cita yang menggugah jiwa, jiwa-jiwa mereka yang selalu ku cinta, cita ini ku persembahkan untukmu wahai pencipta dan kuhantarkan kepadamu wahai para cinta. Mereka- orang2 yang selalu menemaniku pada kesibukan jogja di pagi hari. Berbeda dengan sore, ia menyapaku dengan senjanya yang jingga di ujung sana, menghantarkan pesan kepadaku untuk pulang, merebahkan diri di pembaringan, menghilangkan seluruh penat dan lelah yang bertengger di pundakku.

Jogja di malam hari
Meskipun jogja pagi dan sore selalu menyajikan kesibukan, keramaian, bahkan bising yang tak terhindarkan, jogja pun selalu menghadirkan malam yang penuh candu. Malam yang mampu membawa ku kemana pun aku mau, jogja dengan lampu-lampu yang menghiasi jalanan sampai pertokohan dan tak lupa pula perumahan, jogja yang selalu menghidangkan keindahan untuk pandangan. Ohh jogja di malam hari, kau menyajikan candu yang selalu kau tawarkan kepadaku, hingga aku tak pernah mampu untuk melewatkanmu.. kemarin, hari ini atau pun lusa. Kau tetap indah. Indah dengan segala rupa.

Oohh jogja.
Pagi, siang, sore dengan senja atau pun malam dengan bintang adalah tempat kita untuk bersama, bersama menoreh berbagai cerita, cerita yang akan kita sajikan untuk Indonesia atau kepada cita kita yang di ujung sana, cerita yang akan kita sampaikan kepada dunia.

JogjaNeverEndingAsia

September, 2011

Hey, My Wonder Women

Simpony cinta ini untukmu
Puisi terindah ini untukmu

Wahai engkau inspirasiku, kau yang selalu mengajariku, memberikan semangat baru bagi jiwaku.
Wahai engkau pejuangku, kau yang selalu menemani hariku, memberikan ilmu bagi otakku.
Wahai engkau bidadariku, kau yang selalu pancarkan kehangatan dari wajah teduhmu, memberikan cinta bagi hatiku
Wahai engkau cintaku, kau yang selalu mengerti keadaanku, memberikan kasih yang tulus untukku
Wahai engkau segala-galanya bagiku, ciptaan Tuhan yang begitu menawan, ciptaan yang di hadirkan untukku.
Wahai engkau yang bernama “IBU” betapa aku menyayangi dan mencintaimu.
Ku persembahakn semangatku, citaku, dan cintaku untukmu. Engkau yang selalu kurindu..



Jogja,
28 September 2011.

Perempuan ini namanya Carine*

Ini aku, seorang perempuan. Perempuan yang punya berjuta ambisi, aku takut ambisi ini bikin aku jadi frustasi, haha.. karena my dady pernah bilang begini “jangan mengkhayal cita-cita terlalu tinggi, capai dulu yang bisa di capai”. Kata-kata si dady itu bener juga, yaa orang tua sudah berpengalaman. Sebaiknya memang aku harus tau sebatas mana yang namanya ambisi dan sebatas mana yang namanya kemampuan diri untuk meraih ambisi.

Punya ambisi itu memang bagus, dan memang harus menjadi bagian dari seorang perempuan yang bernama *Carine. Hahaha..

Ambisi adalah suatu keinginan yang harus terpenuhi bagaimanapun caranya. Hahahaha. Tapi bukan berarti aku menghalalkan segala cara untuk meraihnya, ya termasuk yang pake’ paranormal gitu. Ahahha. Ini definisi “ambisi” menurutku. Dan rasanya nikmat banget kalo kita bisa menggapai ambisi itu, banyak kisah yang tertoreh, dan banyak kisah yang dapat di lukiskan, mungkin kain kanvas 10 meter juga belum muat buat ngelukis kisah-kisahku ketika mengejar ambisiku yang tak pernah habis itu. Dasar manusia, maunya selalu dan selalu, mencari kebahagian di atas kebahagian yang sudah di raih. Terkadang aku bingung juga kenpa Tuhan ciptakan manusia, dan punya sifat yang bernama “ngk pernah puas”. Pantesan ya para pejabat itu udah berkuasa pada periode ini mau tetep berkuasa di periode berikutnya, ngk puas banget kan? Trus belum lagi yang lebih ironis adlah para pencuri, mereka nggak puas hanya dengan satu kali curian, ya singkatnya mereka ketagihan untuk mencuri lagi dan itu malah berakibat fatal. Kira – kira begitulah, sesuatu yang berlebihan itu memang jadi bikin nggak asiikk. . ^_^

Kembali ke topik, “Ambisi” ya begitulah, tapi aku lebih suka menyebutnya dengan “Semangat”, ya mungkin definisinya pun berbeda. Tapi “Semangat” ataupun “Ambisi” sama saja bagiku, maka dari itu agar ambisiku tercapai dan terpenuhi semangat ku tak boleh pudar apalagi luntur. Karena Ambisi berasal dari semangat dan semangat berasal dari diriKu, iyah. Aku. Perempuan yang bernama *Carine.

Yah. Cerita dan ambisi. Banyak cerita yang bisa di bagi ketika aku asiik menggapai ambisi, cerita ketika aku begitu dengan mudahnya menggapai ambisiku, cerita ketika ada orang yang berusah mematahkan semangatku, hingga cerita ketika aku terkalahkan dengan rintangan yang menghadangku. Hahahha.. lucu, haru, bahagia, sedih, yaaa.. huru-hara banget lah rasanya.

Aku perempuan. Perempuan yang bernama *Carine, aku tak bisa di pisahkan dengan “semangat” karena semangat adalah aku. Semangat untuk meraih apapun yang ingin aku raih, semangat untuk melakukan apapun yang ingin aku lakukan namun pastinya semangat ini yang membuat aku menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermakna, semangat yang membuat ku berubah untuk tetap tegar dan pantang putus asa sebelum aku mengapai cita dan merasa indah di antara cita-cita.

Aku perempuan. Perempuan yang bernama *Carine. Seorang pemimpin wanita. Kenpa disebut wanita?? Perempuan adalah aku, wanita adalah sifatku. Menurut ku kata “wanita” lebih bisa di artikan sebagai kata yang mengadung makna, : orang yang tegar, mampu menghadapai semua halang rintang, tangguh dan kuat, serta seseorang yang bisa mendewasakan diri dalam menghadapi sebagai masalah.
Ya begitu.

Aku adalah perempuan, perempuan adalah wanita, wanita adalah aku.



Jogja NeverEndingAsia

September, 2011

Jumat, 10 Juni 2011

GaLau . . .

** Puisi terindahku hanya untukmu
Mungkinkah kau kan kembali lagi, menemaniku menulis lagi…
Kamis, 09 juni 2011

Langit cinta mendung hari ini, seusai ia menurunkan derasnya cinta yang jatuh ketanah sampai menambah suburnya tamanan padi yang menguning dan berunduk karena cinta. Namun tidak langit cinta di hatiku sore ini, ia tetap mendung menurunkan derasnya hujan namun menghantam dadaku, suara gemuruhnya memekik ditelingaku hingga gendang telingaku memilih untuk pecah saja ketimbang harus retak dahulu..

Aku siap jadi pelepas dahaga ketika langit tak menurunkan air hujanya, aku siap jadi bintang yang bersinar menyinari ketika matahari siang membalikan badannya dan membuat gelap bagian lainnya, dan aku siap walau hanya jadi pelepah pisang yang melindungi dari gemuruh air hujan.

Sore ini, matahari masih bisa menyinari meski sayup-sayup karena senja sudah tiba, hujan sudah turun kemarin dan kemarau juga tak Nampak hari ini. Tapi aku tetap berdiri di ambang pintu sambil memeras-meras kedua tanganku dan mengatur detak jatungku yang terasa lebih kencang..

Aku terkejut dengan suara petir yang tiba.tiba menyapaku dari atas. Detak ku bertambah kencang semakin aku mendongak.kan wajah ke langit semakin langit ingin memuntahkan petirnya.
Aku benar.benar sesak, mataku berbinar, kakiku kaku, mulutku kelu ketika aku membaca pesan dari langit.. Ooh tuhan, ujian apalagi ini?. Tidakkah kau biarkan aku tetap berada di langit bersama bintang-bintang yang bersinar itu? Langit cinta yang tak hanya menyentuhku tapi juga memeluku dengan hangat?

Aku tak sanggup tuhan jikalau ini adalah berita terakhir dari langit. Walau perih. Sungguh. Aku masih mampu melihat bintang yang bersinar meski aku silau dengan sinarnya, aku masih mampu pergi ke langit meski kakiku kaku untuk melangkah kesana. Tuhan aku masih merindu. Terlalu cepat kau cemburu padaku.

Aku tak bisa terkata-kata tuhan, ketika engkau tunjukkan caramu mencintaiku. Aku masih tak mengerti dengan cara sore ini, aku benar-benar sesak. Apakah kau sengaja dengan ini? Jika kau biarkan sore ini kelabu untukku kenapa tak kau dahulu biarkan ia berpikir sejenak lalu melihat ketulusanku.
Tidak !!!
Tuhan, kau benar, kau tulus, dan kau benar dan tulus mencintaiku..
Jika saja sore ini tak kau jadikan neraka sesaat untukku pasti aku akan terjun ke neraka yang kekal itu, jika saja sore ini tak kau buat gelap pasti aku akan terbuta dengan kegelapan yang kekal itu, jika saja sore ini tak kau buat petir, gemuruh, dan hujan lebat pasti aku akan tersengat petir yang lebih menyakitkan, pasti aku dihujani hujan batu yang lebih pedih dan memilukan, jika sore ini tak kau buat aku menangis karena cinta semu, pasti aku akan tetap menjadi parasit yang tak tau malu yang hanya berada di pinggir-pinggir meski aku dijanjikan berada di tengah dan menjadi bunga, jika saja sore ini tak kau buat aku diam pasti aku akan terus berbicara dengan suka cita menyambut setiap percakapan yang berbekas setiap kalimatnya, jika saja sore ini tak kau hancurkan kepingan hatiku yang beberapa lalu sudah retak sebenarnya pasti kepingan itu tak akan bisa kembali utuh.

Tuhan… tuhan..
Kau begitu unik, menarik, mengagumkan dan romantic. Aku sadar kau begitu cemburu dengan ku untuk kali ini, maaf tuhan jika beberapa ratus menit yang lalu aku mendua.

Tapi tuhan, jika kau izinkan aku mendua namun tak melebihi kecintaanku kepadamu, izinkan aku merasnya di waktu yang indah, di terik siang yang matahari tersenyum padaku, di senja yang indah dengan matahari meninggalkan senyumnya lalu tergantikan dengan keheningan malam yang diatas sana bintang sedang berpesta ria bersama bulan yang menerangi malamku,




Jogja sore ini,
Juni, 2011

Hidup ini sulit di tebak.

Hidup ini sulit di tebak.

Banyak kisah nyata yang terkadang di luar nalar manusia, namun kisah itu memberikan pelajaran dan makna yang begitu mendalam. Seperti sebuah buku yang baru saja selesai saya santap dengan penuh khitmat, mata saya megikuti kata demi kata yang mengalir dalam buku yang berjudul “Meniti di Atas Kabut” itu. Sungguh. Sebuah kisah yang menakjubkan, menggugah jiwa dan perasaan saya. Saya menuntaskan buku itu lebih dari 1 minggu rasanya, hehhee.. tertunda karena alasan yang sangat klasik, ya banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. Tugas kuliah. Walaupun demikian ingatan saya tentang alur kisah yang di ceritakan dalam buku itu tetap tersimpan di benak saya sehingga saya pun tak perlu mengulangi bacaan.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari buku ini, pelajaran yang sungguh luar biasa.

Seorang remaja dengan latar belakang keluarga yang kurang sekali pemahamannya terhadap agama bisa menjadi seseorang yang mampu memimpin rumah tangga dengan yang senantiasa menciptakan syariat islam di dalam menjalankan bahtera rumah tangganya. Abbas namanya. Keteguhan dan keuletan hatinya yang terus berusaha mencari tentang pemahaman agama membuat saya semakin bersemangat untuk ikut terjun dalam proses pemahaman akan ajaran islam yang menyejukan hati ini, subhannallah. Lingkungan keluarga dan kampungnya yang hanya berpaham agama biasa-biasa saja serta kehidupan remaja-remaja di kampungnya tidak mempengaruhinya dan ia tidak terlarut didalmnya, ia tetap berusaha pada prinsip hidupnya walaupun terkadang ia juga tak bisa menolak ajakan teman seusianya melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Keinginannya untuk bisa memahami islam secara baik benar-benar ia perjuangkan. Satu pelajaran dari sini “bahwa segala sesuatu dibutuhkan perjuangan, termasuk hidup. Hidup adalah perjuangan”. Ia mengikuti pengajian secara diam-diam di kampung seberang, ia mengaji bersama anak-anak lainnya 5 hari dalm sepekan, ternyata tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya ia berusaha mendalami islam dan tentunya berusaha menjadi anak soleh yang nantinya bisa mendoakan kedua orang tuannya. Karena salah satu amalan yang diterima oleh Allah Ta’ala ialah do’a anak soleh.
Waktu terus bergulir usia remaja semakin hari semakin berlalu baginya, sekarang ia sudah menginjak usia dewasa, dimana orang-orang dewasa akan mengalami permasalahan hidup yang lebih banyak lagi, apalagi semenjak kedua orangtuanya meninggal dunia, ia memiliki 3 saudara, 2 kakak laki-laki dan 1 kakak perempuan ia anak paling terakhir.

Permaslahan orang yang sudah menginjak usia dewasa merupakan permasalahan yang sudah meninjak zona kompleks, mulai dari permasalahan pada dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, sampai negara. Dimana orang-orang usia dewasa inilah yang akan mulai satu per satu merealisasikan dirinya sebagai generasi penerus dan kaum yang mampu membawa perubahan kearah yang lebih baik lagi.

Permasalahan pada dirinya sendiri, ya salah satunya untuk menyempurnakan ibadah dan megikuti sunnah rasul, ialah “menikah”. Beruntunglah bagi mereka- orang-orang yang belum mencapai usia dewasa dan memasuki permasalahan zona kompleks, karena dengan begitu setidaknya mereka terlepas dari memikirkan masalah sunnah rasul yang satu ini, yang di anggap sulit untuk dilaksanakan bagi mereka yang belum diberikan waktu yang tepat oleh allah untuk melaksanakannya namun begitu mudah dan menyenangkannya bagi mereka yang senantiasa diberi kemudahan oleh Allah atas urusan ini dan di pertemukan dengan orang yang sesuai keinginana. Semoga kita termasuk orang yang pilihan kedua. Amin ya rabb.
Jodoh ditangan Allah, karena allah lah yang maha menentukan dan maha memutuskan segalan urusan namun Allah tak pernah ingkar akan janjinya. Surat An-Nur : 23. Allah berfirman “laki-laki baik hanya untuk perempuan baik dan sebaliknya perempuan yang baik hanya untuk laki-laki baik pula”. Dan janji allah itu pasti. Allah telah berjanji dan tak mungkin khianat, oleh karena itu tugas kita ialah berusaha menjadikan diri kita dengan sebaik-baiknya kualitas diri agar bisa memperoleh pasangan yang baik juga bahkan dapat memberikan kebaikan yang lebih untuk kita nantinya. Amin.
Tuhan maha pemurah, abbas di jodohkan dengan Azizah oleh Allah. Seorang gadis lulusan pesantren dan dengan latar belakang keluarga yang baik serta paham agama. Berbeda sekali dengan abbas yang nyaris tidak pernah di berikan wejengan tentang agama dari orang tuannya, namun orang tuannya mengajarkan tentang kehidupan padanya. Uang jajan yang tidak diberikan oleh orangtuanya tidak diberikan secara berlebihan meskipun ia termasuk keluarga yang berada, hal tersebut kemudian membuat Abbas berusaha dengan keringatnya sendiri untuk mendapatkan uang lebih, ia senantiasa menyemir sepatu bapaknya. Tak hanya itu orang tuanya sukses dalam usahanya yaitu berdagang, banyak toko yang didirikan oleh orang tuanya, hingga ketika orang tuanya meninggal dunia mereka (anak-anaknya) mendapatkan warisan berupa toko yang siap untuk dikembangkan lagi.

Tidak hanya abbas tapi banyak juga orang yang tak percaya tentang takdir abbas tentang hal ini. Tidak dan sulit di mengerti kenapa wanita seperti Azizah mau menerima Abbas menjadi suami nya, yang tentunya pemahaman Azizah tentang islam jauh lebih dalam dibandingkan Abbas, luar biasa. Allah maha mengetahui segalanya. Akhirnya jadilah Abbas dan Azizah sebagai pasangan suami istri. Sebuah keluarga baru yang penuh dengan cinta, kesederhanan namun luar biasa, sejahtera, sahaja, sakinah dan mawadah. Sebuah rangkaian keluarga baru yang di damba setiap orang tentunya, termasuk saya .

Azizah adalah seseorang yang taat terhadap islam, komitmennya terhadap agama yang paling di ridhoi allah ini membuatnya memutuskan untuk memakai “cadar”. Namun tak semua orang bisa menerima perbedaan yang ada di diri azizah, termasuk keluarga abbas sendiri. Sari, kakak perempuannya sering mencemooh penampilan azizah yang berbeda sekali dengan gayanya yang ala metropolitan, tak hanya itu Azizah juga di anggap sebagai pembawa sial. tak hanya sari, monah istri Harun kakaknya abbas yang kedua juga beranggap demikian, klimaksnya ketika kematian Harun akibat kecelakaan mobil, azizah di tuding sebagai bilang keladi atas permasalahan ini. Karena azizah yang meminta sopir pribadi harun untuk menjemput abbas di rumah temannya, namun ketika itu sopir pribadi harun sudah pulang dan kemudian harun memutuskan untuk menjembut abbas, tapi takdir berkata lain Harun mengalami kecelakaan di tengah perjalanannya menjemput abbas.
Namun semua hal itu tidak pernah menggoyahkan keteguhan Azizah atas komitmennya, ia tak pernah melawan ataupun dendam dengan kedua kakak iparnya itu, dan berbeda dengan Sarah, istri dari doni kakaknya abbas yang pertama. Hubungan antara Sarah dan Azizah terjalin dengan baik, sarah sering berkunjung bahkan menginap di rumah Abbas dan Azizah. Ya, begitulah hidup memang tak semua orang suka terhadap pribadi kita, namun kita memang harus pandai menyesuaikan diri kepada siapapun agar bisa terjalin komunikasi yang baik dan berdampak kerukuran antara seseorang yang satu dengan seseorang yang lainnya.

Banyak aktivitas yang dilakukan suami-istri ini, mulai dari mengajar remaja-remaja di musollah sampai dengan rutinitas mereka yakni mengunjungi dan mencari ilmu di ta’lim-ta’lim yang berbeda-beda tempatnya. Semangat yang luar biasa untuk menggali ilmu agama terpatri di diri mereka. Kehidupan rumah tangga yang rukun, saling menghormati, menyayangi dan melengkapi bisa tergambar dari cerita tentang kisah mereka di buku itu.
Dengan aktivitas yang sangat padat membuat tubuh ringkih mereka tak terlalu kuat. Abbas jatuh sakit, sehabis itu Azizah menyusul, ia pun jatuh sakit pula, tubuhnya lemas seolah-olah tak berdaya hingga akhirnya ia harus dirawat di rumah sakit, dengan setia abbas menjaga dan merawat Azizah istrinya tercinta. Azizah di vonis mengidap penyakit hepatitis dan bila di amati dengan seksama tubuh Azizah terlihat menguning. Azizah sudah mulai pulih ia boleh di bawa pulang namun ia tetap harus istirahat total karena tubuhnya belum sembuh betul. Abbas tetap setia menjaga istrinya, merawat dan memperhatikannya. Romantisme kehidupan rumah tangga. Memang begitulah seharusnya dua insan yang senantiasa saling memperhatikan, menyayangi serta mencintai dan semua hal itu dilakukan karena ibadah dan atas nama allah. Bukan, dua insan yang sudah berani melakukan hal-hal demikian namun belum terjalin ikatan halal diantaranya. Ya Allah, ampuni dosa-dosa ku apabila selama ini perhatiannku terhadap teman-temanku (laki-laki maupun perempuan) tersirat karena hal-hal yang lain dan karena hasrat yang di timbulkan oleh setan.

Beberapa pekan Abbas dan Azizah libur untuk mengajar remaja-remaja di mushollah karena keadaan Azizah yang memang masih kurang baik, namun semakin hari Azizah sudah merasa sedikit membaik, ia memaksa untuk dapat mengajarkan sedikit ilmunya kepada orang lain semangat Azizah dan atas keinginannya itu tidak bisa di tolak oleh Abbas, dan akhirnya demi kebaikan semua pengajian remaja-remaja yang awalnya berada di mushollah kini pindah di rumah mereka. Sambil mengajar sesekali Abbas masuk ke dalam melihat keadaan istrinya yang sedang berada di pembaringan.

Sore itu dirasa berbeda sekali oleh abbas, lantunan ayat suci al-quran yang di baca oleh Azizah terasa lebih merdu walaupun Abbas sudah sering kali mendengarkannya. Adzan maghrib berkumandang Abbas segera ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu, lalu ia kembali ke kamar dan mendapti Azizah sedang tertidur pulas dengan Al-qur’an di dekapannya, tidurnya pulas sekali dengan senyum yang seolah-olah tersungging dari raut wajahnya hingga Abbas tak berani membangunkannya dan membiarkan dia tetap tidur dan akan membangunkannya diwaktu pertengahan sholat maghrib.

Namun, apa yang terjadi? Abbas memegang tangan Azizah dan membangunkannya tangannya teras dingin, dan tak ditemukan lagi detak nadinya, tak ada hembusan nafasnya, lalu tubuh Azizah di goyang-goyangkan oleh Abbas, Azizah. . . .Azizaaaah . . . Azizaaaahhhh. . . .
Azizah sudah tak bergerak lagi, Azizah meninggal dunia.
Abbas merasa sedih sekali… dan merindukan Azizah..

Sebuah kisah yang indah, membuat kita paham akan cinta yang hakiki, kehidupan rumah tangga yang bisa menjadi tauldan bagi kita, calon-calon pelaku rumah tangga. Hahahaha..!!. jalinan hubungan yang baik dan komunikasi yang baik serta prilaku yang baik ternyata akan berbuah manis. Cinta yang hakiki ialah cinta atas nama Allah.

Inilah cinta, mengombang-ambing jiwa, wajar bila banyak pemikir sulit mendefenisian cinta. Karena untuk mendefenisikan rasa “manis” saja tak cukup ungkapan kata yang ada untuk membuatnya jelas, sejelas kenyataanya. Maka, bagaimana cinta yang abstrak menghadirkan banyak rasa ini bisa didefenisikan dengan kata-kata? “(Buku, Meniti di Atas Kabut)”

* Jangan Bersedih

Jangan bersedih,,

Kehidupan ini fana, dan hidup kita pun begitu singkat, tak terbayangkan oleh kita yang awalnya hanya segumpal daging sekarang berbentuk makhluk yang bisa melakukan apapun, tak bisa tertebak pula oleh kita kapan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hidup ini terlalu singkat, tak layak rasanya bila kita tak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi kita mengisi waktu kita hanya dengan melakukan hal-hal yang tak berguna dan tak bermanfaat.
Kita sering bercita-cita dan bertekad didalam hati, bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain. Tapi saya mau Tanya, “kenapa kita marah ketika kita tau ada orang yang memanfaatkan kita? Bukankah tujuan hdup kita memang harus bermanfaat bagi orang lain?. Hemmm. . silahkan anda jawab didalam diri anda sendiri, namun lebih baik juga bila menjawabnya pada kolom komentar di bawah, ahahahahah :D. keep smile 
Tau ngk sii, kenpa aku kasih judul tulisanku kali ini “jangan bersedih” ?.
Heemmpt, tak certain sedikit yach.. !! keep silent and listen to me


Aku nulis judul ini gara-gara terinspirasi dengan seeorang, meskipun aku juga ngk ngerti aku mau nulis apa. Aku tau hari itu rasanya hari ngk akan berlalu buat dia, (hahaha. Alay setitik yo), semuanya ngk enak terasa, menyebalkan lebih tepanya. Nah, salah satu orang yang bikin harinya ngk enak itu adalah aku. Yaa. . . mungkin emang ngk secara langsung apa yang ku perbuat ke dia, namun sinyal-sinyal itu yang bikin aku yakin, kalo ya aku ini salah satu penyebanya.
Jujur , aku ngk tau kenapa aku termasuk daftar orang yang bikin dia illfeel hari itu, aku kira semuannya berjalan seperti biasa, ngk ada yang aneh.

Hei, kau . . .
Jangan bersedih, tak ku bermaksud membuatmu seperti itu. Aku tak yakin kau sedih gara-gara aku karena lakumu sama dengan lakumu kepada mereka. Aku tak yakin akan “rasa” mu karena ku tau rasamu pun tak hanya untukku, rasanya tak pantas kau untuk merusak hari mu ketika itu dengan mukamu yang kau lipat jadi empat atau dengan pikiranmu yang kau paksa tulisankan dan kau ceritakan kepada computer didepanmu meski kau tak mampu lakukan itu.
Kau tau kenapa aku bilang tak pantas??
Mungkin aku sedikit tau atau sok.sok tau kenapa kau bersedih dihari itu, itu karena “rasa”mu kepadaku (hahahaha. PD). Tapi aku tak pernah mengerti itu. Dan ku tak ingin terlarut dengan itu karena aku tau kau hanya keliru dengan rasamu.. Kulihat hari-harimu, itu yang membuatku tak pernah tau dan yakin “rasa” itu ada dari dirimu. Kau tetap seperti biasa, bercengkrama dengan mulut yang satu juga dengan mulut yang lain, pembahasanmu juga demikian, tak jauh-jauh mungkin sama persis dengan apa yang selalu kau diskusikan denganku.

Dengarkan aku,
Hatiku itu lemah dan rapuh, tak usahlah kau repot-repot merusak harimu hanya karena perasaanmu yang tak pernah kau jelaskan apa yang sebenarnya di dalam hati itu. Aku bingung harus berbuat apa, disisi lain aku tetap tak paham kenapa kamu bisa melakukan semua itu, namun disisi lain aku tak mau ikut terlarut dengan “rasa” yang tak jelas seperti ini dan disisi lainnya lagi aku tak mengerti kau anggap apa rasa yang kau milikki untuk ku itu. Aku tau kenapa kau tak pernah menjelaskannya kepadaku, ya karena banyak rasa juga yang kau sumbangankan untuk hati,hati yang lain.
Sudah, jangan kau buat aku seolah-olah tak bisa melakukan apapun meski memang seperti itu pada kenyataanya sebelum kau jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi padamu dan apa yang kau inginkan terjadi di hari selanjutnya. Aku tau kau inginkan aku mengerti tentang semua ini, tapi terpaksa ku ucapkan aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Aku tak bisa hanya dengan menerkah-terkah karena cinta bukan sebuah terka.an meski ia tak berwujud nyata tapi aku juga bingung harus melakukan apa ketika sikap tak sukamu itu muncul.
Sudah, jangan bersedih..

Jika kau ingin bersedih, maka jelaskan lebih dahulu kepadaku apa yang ada dihatimu, pikiranmu, benakmu dan yang menjadi kemauanmu agar ku bisa melakukan sesuatu untukmu


Mei, 2011

oohh Kawan ...

Aku sering mendapat cerita dari orang-orang, mereka berkata tuhan menciptakan hambanya dengan rupa yang beda, namun tuhan menularkan sifatnya kepada hambanya sifat penyayangnya, pengasih, bijaksana, dan pemerhati.
Ya, aku tau tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang berbeda-beda karena memang tak satu pun ku temukan wajah yang sama, termasuk “Dia” hingga aku tetap bisa mengingat bagaimana bentuk wajah itu.. , tapi, aku mulai bertanya.. kemana sifat yang tuhan salurkan itu? Tak kutemukan didalam dirinya, tidak sama sekali. Apa karena “Dia” memang tak mampu mewarisi itu, ataukah aku yang memang tak bisa melihatnya. Sungguh. Ingin rasanya aku melihat dan merasakannya.
Kemarin, hari pun sama. Tak ada yang berubah menjadi pelipur lara. Ingin rasanya pergi dan meninggalkan karena apa yang menjadi keinginan tak terbalaskan disana, tapi tuhan tetap tidak mengizinkan, tuhan tetap beranggapan bahwa diri ini mampu untuk bertahan, aku ingin bebas terbang tanpa batas.
Selalu ku bertanya kepada tuhan di setiap do’aku yang berbalut keintiman denganNya. Tuhan, kenapa aku tetap berikat dengan “Dia”? apakah ini caramu untuk meridhoi aku?.
Tuhan maha mengetahui apa yang menjadi keluh kesah hambanya, begitu lah mereka menjelaskan kepada ku atas semua pertanyaanku kepada tuhan yang kuceritakan kepada mereka. Aku bertanya lagi, bila tuhan mengetahui dan mengerti semuannya. Kenpa tuhan tidak membiarkan aku lepas? Apa tuhan tudak tau bahwa aku sangat tersiksa dan tertekan dengan ini semua?. Tidak maksudku untuk mengingkari nikmatNya, tapi nikmat ini begitu sulit aku pahami dan maknai, mungkin bahkan terlalu sulit. Dan sangat sulit. Mereka juga berkata tuhan tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan makhluk itu sendiri. Oh Tuhan… sungguh. Rasanya aku tak mampu lagi dengan keadaan dan ikatan ini, masihkah kau percaya bahwa aku mampu menjalani semua sedangka kau sudah setiap hari melihatku dan mendengar tangisanku tiap malam-malam kelamku?. Sungguh aku tak sanggup. Tak berhenti mereka menjelaskan kepada ku mereka berkata lagi, tuhan mengetahui mana hal-hal yagn terbaik untukmu. Tuhan ini hal yang terbaik itu? Sedang aku tersiksa batin, dan batuk tak tertahankan karena seesak didadaku?
Sungguh. Tak adil, sedang orang diluar sana, orang yang aku yakin tak lebih baik dariku tak pernah bisa merasa apa yang sedang aku rasa karena Kau memang melarang rasa itu hadir di hati orang-orang itu. Sungguh, aku iri. Apa salahku? Hingga sakit ini tak kunjung berkurang dan hilang. Hilang? Tidak. Berkurangpun tidak. Aku lelah. Habis rasanya air mataku untuk menangis, sedang peipur lara tak kunjung menghampiri. Letih, penat sekali pikiran ini, hingga rasanya aku tak mau berpikir apa-apa lagi, sedang “Dia” tak kunjung berubah. Sudahlah Tuhan, aku menyerah. Terserah apa mauMu sekarang, atau Kau cabut saja nyawaku, biar aku tak merasa apa-apa, karena rasaku sudah mati sejak lama.



*Tulisan ini terinspirasi ketika aku ingat sebuah masalah dari seorang kawan

Jogja..
Mei, 2011

Hoooaammmm **

Pendidikan menurut UU No.20 tahun 2003. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agat peserta didik secara aktiv mengembangkan potensi dirinya. Mata kuliah pengantar pendidikan pun beririsi materi-materi yang membahas mengenai metode-metode untuk diterapkan oleh guru ketika mengajar di dalam kelas nantinya, mulai dari metode proyek, metode demonstrasi samapi dengan metode yang berbentuk ceramah.
Suasana di kelas akan baik dan kondusif apabila interaksi antara guru dan peserta didik dapat berjalan dengan baik pula. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana nyaman didalam kelas. Dengan demikian materi pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa dimenerti, dipahami dan diserap dengan baik oleh siswa-siswanya sehingga hal tersenut dapat menjadi salah satu jalan atau langkah untuk mencapau tujuan pendidikan nasional.
Namun, sebaliknya bika tak ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik maka tidak akan tercipta juga suasana yang nyaman didalam kelas. Cara penyampaian materi yang dilakukan guru dianggap moton dan kurang kreatif serta inovatif atau siswa itu sendiri yang tidak mempunyai semangat untuk belajar, hal itu yang menjadi factor tidak terbangunnya suasana belajar yang menyenangkan didalam kelas.

Hemmpt,
Pak dosen… pliiss you must know me so well
I want so sleepy.. Ngantuukk. . . !!
Muncul satu pertanyaan..
Ini salah siapa? Muridnya atau gurunya?
Tanyaku di tengah-tengah perkuliahan siang itu. . .




Jogja, 20 Mei 2011

Jumat, 13 Mei 2011

i dot not what i feel

* memang tak selalu ada yg terbaik
dari diri ini dan juga dirinya
namun ku yakin cinta ini takkan pernah salah


aku memang tidak akan bisa membunuh cinta meski aku harus dipaksa untuk mengubur cinta, aku tak ingin kehilangan cinta, karena cinta adalah segalannya untuk ku..
mungkin dulu memang berbeda dengan kini bahkan akan jauh berdeba dengan nanti..
tapi, aku tau cinta itu akan tetap ada.

aku tak akan pernah meninggalkan cinta, aku akan tetap bersamanya
cintaku yang dulu kurasa sangat berbeda dengan cintaku yang kini tapi aku takut menyambut cintaku yang nanti..
karna aku sudah mulai takut, benar-benar takut kehilangan cinta.

meski demikian,
aku tau tuhan menciptakan cinta tak hanya satu, tuhan ciptakan banyak cinta untukku, dulu, kini, nanti dan suatu saat itu.

aku tak bisa membunuh cinta namun aku mampu mengatur cinta..
aku tidak ingin ditinggalkan oleh cinta,
tapi, aku harap cinta tidak berpihak pada untuk saat ini, karena aku takut cinta malah berubah arah, cinta ini malah menyakitkan..

sudah,
cintaku akan tetatp ada..





aku terus berbicara tentang cinta, memaknai cinta, namun aku tetp bingung apa itu cinta..







JogjaNeverEndingAsia,

mei. 2011

Selasa, 19 April 2011

* Sesak. . .

hari ini aku semangat berangkat ke kampus, walaupun persiapan buat kuis sama sekali nggak optimal, ikhtiarnya nyaris nggak ada. hehhee. . .

kuliyah biodas selesai juga akhirnya.. kuis dengan soal-soal yang nggak ku ngerti itu lenyap sudah dari pikiran.

cacing-cacing di perutku mulai show out. keroncongan jee..
semangko mie ayam ternyata bisa meredah suara bisingnya yang terus terngiang di gendang telingaku..

masuk lagi ni kulyah serftifikasi II.

dreeettt... dddrrreeettt..
hp ku geter..
from : .....................

oowww..
ak baca smsnya dengan seksama. aku hayati, maknai
ooww... tiba-tiba dadku sesaaaaaaak bangeeett...

antara tersingung, mau nangis, tapi iye bener memang gitu..

ooh tuhan..
:(*

Jumat, 01 April 2011

Nice Wednesday…

Sungguh melelahkan keseharian ini, duduk di ruang kelas hanya saja berpindah tempat dan ruangan, tapi tetaplah sama yang aku kerjakan, duduk di kelas mendengarkan dosen yang katanya ia sedang mentransfer ilmu di depan sana itu. Ya, selamat berjuang lah pak !!
Lelah namun harus tetap semangat,
Pagi, siang, samapi senja aku hanya di kelas, walaupun masih memang ada waktu aku berjalan-jalan di luaran sana.
Oooo….. jam 07:30 until 17:50 !
Super sekali. . . !!

Ya, mungkin ini memang salah satu kebijakan pemerintah semenjak tragedi 1998 ketika itu. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dan di harapkan agar mahasiswa tidak sibuk dan aktif dengan organisasi di luar kampus. Kenapa? Ya, mahasiswa yang aktif di luar kampus di anggap sedikit mengkhawatirkan, karena mahasiswa-mahasiswa yang aktif sepert itu nantinya akan menjadi mahasiswa yang kritis, super kritis, begitu banyak wacana yang akan mereka yang mereka dapatkan dan utarakan. Begini ya, nanti kalau mahasiswa aktif di luar berarti mereka aktif, kalau aktif nanti sering kumpul, berdiskusi dan akhirnya mencetuskan sebuah pemahaman, dari sebuah pemahaman itu dapatlah mereka menganalisis sebuah hal dan hal utama untuk di analisis adalah kebijakan pemarintah, setelah itu muncullah ide-ide dan gagasan baru dalam menyikapi kebijakan lalu terciptalah strategi-strategi muslihat, hahahah….
Lalu strategi pun mendesak untuk di jalankan, dan terjadi lah aksi mahasiswa menyuarakan ide dan gagasan mereka. Wooww super sekali .. !!
Dan ini masalahanya.
pada akhirnya pemerintah merasa kewalahan dengan sikap mahasiswa yang seperti ini. Mereka menganggap sikap mahasiswa ini bisa mengancap kedudukan dan menggeser mereka dari zona nyaman yang selama ini mereka nikmati.
Dan tarrrrraaaaaaaaaaaaaaatttt. . . .
munculah kebijakan itu, mahasiswa di tuntut untuk sibuk di kampus. Sistem sks, 75% kehadiran, bla..bla…bla… hahahhaha. . . . dan lain-lainnya.
Ooo,
Tak semudah itu tentunya.
Semangat membara yang tetap tertanam di jiwa mahasiswa tak akan runtuh, pudar dan lumer hanya dengan hal demikian. Masih ada 1001 strategi yang belum di laksanakan demi sebuah tegaknya kebenaran dan menuntaskan kedzoliman. MERDEKA !!! hahahah :D

Hahahah. .. pelajaran terakhir kimia dasar II, tapi rasanya pelajaran ini tidak terserap dengan maksimal, letih sekali.
Tapi, mengeluh atau protes kepada si pembuat dan penyusun jadwal kulyah, bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana.
Ya jalani sajalah, memang di sinilah sisi seni sebagai seorang mahasiswa dengan kesibukan yang memang menjadi kesibukan.
Heemmpt,,
So semangaaaat !!
Tomorrow must be better again..

Akhirnya,
Pelajaran pun selesai,
Horeeeee, , , , , asikk..asikk….





Jogja NeverEndingAsia,
Rabu, 23 Februari 2011

MenggiLa-giLa. . .

Hak..hakkk...hakkk...
Hujan turun rintik-rintik malam ini, wuuiisshh , dingin sekaleee,,,
Tapi tak apa, itu bukanlah suatu halangan untuk melakukan misi malam ini, bersama sahabat baru ku yang super sekali phinot nama kesayangannya, nama ngk kesayngannya tak tau lah aku. Menulusuri jalanan jogja di malam hari memang rasanya berbeda ketimbang jalan-jalan di siang hari, eksotika kota gudeg terasa lebih kental dan lebih menyatu malam ini.
Lewat jembatan syayidan lalu di teruskan stop di lampu merah lalu menghampiri alun-alun utara dan selatan, akhirnya berhentilah kami di sebuah tempat makan di daerah pasar ngasem. Makna sate di pinggir jalan, hak,,hakk,,hakk... assiik sekali.. jogja megitu menawan dan elegant malam ini.
Hujan rintik-rintik yang tak kunjung usai nemambah indah malam itu, hidup terasa tanpa beban, padahal tugas kulyah trus memanggil untuk di garap, ahh refreshing sejenak lah... 
Hahahahhahahahhaha. . . . .. :D
Tertawa, ketawa, laugh, nyengir, ngguyu,
Cuma itu yang bisa di lakukan malam itu, so nice adn so crazy..
Beberapa puluh menit saja, sate itu terusap tanpa bekas dan tanpa jejak, hhahaa..
Huuh, lapar pun hilang, alhmdulillah kenyang,,
Perjalanan tidak berhentik di sini, perjalanan tanpa tujuan, ya itu tema malam ini.
Kembali menelusuri jalanan jogja, lorong tamansari, perempatan kauman, timbul lagi alun-alun utara, malioboro, dan ntahlah aku tak mengenali daerah ini, dan pada akhirnya berhenti lagi di suatu tempat.
Coba tebak, kami berhenti dimana?
Ooh tepat sekali. ! ya, pinggir jalan lagi, lagi-lagi pinggir jalan.
Tak taulah, sepertinya pinggir jalan menjadi tempat yang menyenangkan malam ini.
Duduk lesehan beralaskan tiker kumel, di suguhi roti bakar cokelat dan segelas teh hangat, dan senandung musik dari arus kali code yang tertiup angin.
Wow, menyenagkan sekali..
Arus kali code yang tepat berada di bawa, membuat aku merasakan sesuatu yg berbeda,
Wew, arusnya itu loh, ngk nahan, deres bgt bikin ngerih jee, butek lagi airnya.
Kalo kali code marah trus meluap, apa jadinya rumah-rumak apik dan megah di pinggir2 itu.
Ya Allah, Lindungilah kami dari marah bahaya, amin.

Okey,
Comeback again,
Malam semakin larut, malam juga serasa memanggil dan menyuruh untuk pulang.
Siip, pertualangan di cukupkan sampai di sini.
Okelah, perjalanan pulang menuju peraduan.
Hemm, menyennagkan.
Dan memang misi menggila bersama phinot selalu menuai keberhasilan, and happy ending.
Wkwkwkkw,
Bentuk kegilaan apupun itu, terencana, apalagi tidak.
Oke. Thanks sist for this night, i’m so haapy and you’re so beautyful this night, hahhhhaaa..





Jogja NeverEndingAsia,
Senin, 21 Februari 2011

Kamis, 03 Februari 2011

hahahhhaaa. . .

so sorry,
aku wis nyembelih menungso..

dadine,
aku arep ngganti jeneng, haaa.

My name is Missdotcom..

* Saya Bukan Mereka...

Saya bukan mereka, terserah anda mau menganggap saya seperti apa, tapi saya bukan mereka. Saya hargai argument anda dan saya juga tau apa maksud anda, tapi saya buka mereka. Saya mengerti anda terlihat jelas dari bahsa tubuh anda, sekali lagi saya bukan mereka. Sedih rasanya ketika saya harus mengenahut tentang argument anda tapi saya berterimakasih kepada anda mengenai hal tersebut, tapi ingat saya bukan mereka. Saya tahu apa yang anda inginkan dari saya, ingatkah anda saya bukan mereka. Saya cukup paham dengan tindak tanduk anda yang bermaksud dan bertujuan itu, tapi saya bukan mereka. Saya tidak melarang anda untuk mengeluarkan semua argument anda, silahkan saja. bukankah anda sudah di ingatkan bahwa saya bukan mereka. Saya tahu semua ini mengalir begitu saja dan anda tidak mempunyai banyak kekuatan untuk membuat bendungan agar tidak terjadi banjir, iya. Saya sekali lagi saya berkata saya mengerti tentang itu, tapi saya tetap bukanlah mereka. Saya tau keinginan anda. tidak bisakah anda sedikit mengerti bahwa saya bukan mereka.

Senin, 06 Desember 2010

Mrs. Burger..

Opss..
hee, ngk tw deh. tiba.tiba ak d panggil Mrs. Burger
ak mirip burger?? ngk deh..

ak tau knpa dy panggil ak Mrs. Burger..
ya ampuunn. !! ak tegasin ya dya itu monster burger, bukan Mr. Burger..

ya wis lah,
now, my name is Mrs.Burger..

Mr.Burger Where are you????
hhee... :)
ganjen.com