Pages

Tampilkan postingan dengan label My Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Opinion. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

Pesta Demokrasi, Miskin Tamu . . .

Pesta Demokrasi yang salah satu agendanya adalah pemilihan wakil rakyat yang secara langsung di pilih oleh rakyat menjadi moment yang paling di tunggu-tunggu oleh sebagian rakyat, baik rakyat dalam lingkup kampus maupun lingkup dengan skala yang lebih besar yaitu negara. Namun, tak mampu di pungkiri pula bahwa sebagian rakyat menganggap bawah pesta demokrasi hanya merupakan ajang sia-sia karena meskipun berlabel demokrasi namun keputusan yang dilaksanakan terkadang bukan atas kehendak dan sesuai kebutuhan rakyat, ntahlah demokrasi macam apa ini !. tak sedikit rakyat yang menganut paham bahwa pesta demokrasi hanyalah euforia belakang, menghambur-hamburkan uang untuk membeli minuman dan jajanan untuk para tamu pesta, menghabiskan waktu untuk bercanda ria tanpa memahami apa makna yang terlontarkan dari cengkramaan asyik itu.

Tamu pesta sangat diharapkan kehadirannya, berbagai macam bentuk undangan di sampaikan, design undangan paling bagus pun sudah di tampilakn untuk menarik hati, berbagai macam jajanan dan minuman siap di suguhkan hanya untuk menyambut tamu-tamu pesta, tamu memang terdiri dari berbagai kelompok ; kelompok orang-orang yang di segani sampai kelompok-kelompok orang yang baru di pedulikan akhir-akhir ini, namun ketika sudah memasuki area pesta berlangsung semua jenis kelompok ini seolah-olah sama derajatnya, atau barangkali disamakan bagi tuan rumah yang sedang berhajat, ya, begitulah. Suara yang keluar dari mulut mereka, sang tuan rumah mengharap nada yang keluar dari mulut mereka adalah perkataan yang sama, inilah yang menyebabkan tak adanya kesenjangan diantara mereka, semua jadi satu. Tak peduli dari golongan mana, tak peduli bau mulut tempat keluarnya nada, yang penting nada yang dikeluarkan sama dan ketidakpedulian dan anggapan bahwa mereka itu sama lah yang menjadi irama pengiring nada yang dilantunkan.

Sayangnya, para tamu itu pergi ntah kemana, sebagian tak tau rimbanya. Kasian sang tuan rumah. Banyak hala yang menjadi alasan para tamu untuk tidak menghadiri pesta ; undangannya bagus tapi jajanan dan minumannya sudah basi, mending saya mencari makan sendiri yang lezat meski hanya sepotong arem-arem untuk saya dan keluarga daripada ada donat, martabak, lemper, gorengan dan es cendol tapi sudah basi.
begitu katanya. Ketika ada pesta baru meminta saya untuk melantunkan nada ketika pesta usai dan amplop berisi penuh lupa lagi dengan saya, padahal yang saya butuh tidak hanya makanan di hari H tapi setiap hari saya butuh makan, begitu pula katanya.

Pesta demokrasi tidak patut jika hanya di lakukan dalam skala besar seperti negara, namun pesta demokrasi juga harus di ajarkan dengan baik kepada pemerintahan di bawah karena belajar sedari dini tentang demokrasi itu akan berefek baik di kemudian hari.

Universitas Ahmad Dahlan, salah satu kampus swasta di Yogyakarta rasa-rasanya pun akan melangsungkan pesta demokrasi dalam tempo dekat ini, terlihat beberapa benner (undangan) untuk rakyat di sebar sebagai pemberitahuan, persiapan sudah dilakukan ; dari panitia penyambut tamu, panitia penyiap jajanan dan minuman sampai dengan panitia penata sendal. Antusias sekali para panitia meski tak di bayar namun bangga memakai pakaian segaram nantinya, segaram harga 40 ribuan imbalannya. Tak hanya panitia tuan rumah yang sibuk mondar-mandir, angkat-angkat perlengkapan dan tes-tes micropon, tapi tamu-tamu kehormatan yang akan tanpil di pesta sebagai hiburan pun sibuk mempersiapkan penampilannya ; memakai jaz agar terlihat berwibawa atau memakai baju rombengan agar di hibah.i, tujuannya hanya satu, agar di lihat oleh para tamu.

Pesta benar-benar sudah di ujung tanduk, tamu kehormatan yang satu mulai menerka-nerka siapa yang akan menjadi tamu kehormatan lainnya yang juga akan berlaga di panggung hiburan, tak hanya panggung hiburan yang tujuannya menghibur hati rakyat yang sedang lara tapi juga diatas panggung sandiwara yang akan mengelabui rakyat, agar rakyat tak hanya menjadi suka cita namun juga bersorak-sorak mengeluarkan satu nada. Jika pesta demokrasi yang ada di skala besar seperti negara miskin tamu, apakah pesta demokrasi di negeri kampus ini juga akan miskin tamu atau malah memang tak ada pesta di negeri ini karena tak ada tamu??

Fenomena di Balik Praktikum

Sistem perkuliahan yang memiliki kurikulum dimana didalam sistem tersebut dikaji pula persoalan mengenai perkuliahan yang tidak hanya mengedepankan penyampaian materi kuliah didalam kelas namun juga pendalaman materi kuliah dengan terjun langsung didalamnya yang biasa disebut dengan praktikum memanglah sangat efektif dan baik, karena praktek itu lebih penting ketimbang hanya berteori saja, action itu penting ketimbang hanya berwacana saja. Dengan praktek secara langsung, tentunya membuat mahasiswa akan lebih memehami materi yang sedang di pelajarinya dan mampu memicu mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru yang tentunya pula praktikum yang berdasarkan jurusan masing-masing mahasiswa.

Mekanisme praktikum tidak hanya di lakukan di laboraturium saja, tapi praktikum juga akan baik jika dilakukan di luar kampus, dalam artian “terjun langsung”, misalkan mahasiswa pendidikan biologi melakukan penelitian tentang klasifikasi hewan laut. Para mahasiswa Biologi langsung mengunjungi wadah-wadah tersebut, contohnya; mengunjungi pantai, laut atau pembudidayaan hewan laut. Tak hanya itu, mahasiswa Hukum misalnya, praktikum menjalankan persidangan juga akan baik jika praktek langsung ke pengadilan dan lain sebagainya.

Semua hal itu atau dengan istilah lain semua mekanisme itu akan berjalan lancar jika semua pihak dapat saling menyokong, membantu serta mendukung secara total dan maksimal. Misalkan contoh kongkretnya adalah praktikum yang memang wajib di jalankan oleh para mahasiswa adalah di laboraturium, praktikum akan menjadi efektif jika semua elemen mendukung ; mulai dari asisten praktikum, fasilitas di dalam laboraturium, materi yang di ajarkan, sampai dengan cara asisten mengajarkan atau mensharekan materi praktikum kepada para praktikan.

Tapi lain persoalannya jika mekanisme praktikum tidak dapat berjalan secara baik, banyak faktor yang dapat mendukung rusaknya mekanisme ini ; alat-alat praktikum yang sangat tidak memadai, asisten yang tidak paham dengan materi, dll. Serta keefektifan praktikum atau berhasil-tidaknya praktikum juga dapat dinilai dari seberapa besar para praktikan mampu memahami materi yang sudah di ajarkan, jika persentase praktikan yang tidak paham tentang materi praktikum lebih besar di bandingkan dengan persentase jumlah praktikan yang mampu memahami materi praktikum dan serta mampu pula mengaplikasikannya dalam praktek tentu bisa di simpulkan telah terjadi kesalahan dalam proses praktikum tersebut.

Salah satu contoh yang dapat di cermati ialah prakitkum elektronika di laboraturium elektro yang dilakukan oleh para Mahasiswa PGBI Pendidikan Fisika semester 3. Menurut saya mekanisme praktikum masih dan sangat kurang efektif, kenapa? Banyak faktor yang dapat memperjelaskan persoalan ini ; faktor utama dan yang paling utama adalah kurangnya jumlah asisten yang membimbing para praktikan melakukan praktek elektronika, 1 asisten menangani 2-3 kelompok praktikan dan 1 kelompok biasanya terdiri dari 3 orang lalu bisa di bayangkan berapa banyak praktikan yang TIDAK memahami materi praktikum, padahal praktikum elektro membutuhkan pemahaman dan ketelitian yang cukup lebih untuk mampu merangkai alat-alat listrik dan semacamnya, dan hal tersebut juga di iringi dengan waktu praktikum yang cukup singkat untuk menangani praktikum 3 kelompok dengan 1 asisten sekaligus alhasil beberapa praktikum harus tertunda dan di lanjutkan pada lain waktu. JELAS, menurut saya hal tersebut sangat merugikan praktikan - Pertama, praktikan sudah membayar UANG praktikum seharusnya praktikan juga mendapat hal yang baik dalam praktikum, ya setidaknya 1 kelompok di bimbing dengan 1 asisten. Kedua, jika tujuan dari kurikulum mengenai praktikum yang dibuat yakni dengan adanya praktikum secara langsung untuk memfasilitasi mahasiswa mampu memahami materi kuliah lebih baik, sedangkan realitanya tidak berbicara demikian alias para praktikan tidak mampu memahami materi lantaran kekurangan asisten yang membimbing berarti itu hanyalah tujuan Omong Kosong, tujuan yang hanya memenuhi kertas dengan tinta yang di tulis dengan fontsize large. Ketiga, dengan adanya jam tambahan yang harus di gunakan untuk menyelesaikan praktikum yang belum kelar yang mana seharusnya praktikum sudah selesai tepat pada waktu yang terjadwalkan, mengakibatkan praktikan harus meluangakan waktu yang seharusnya pula waktu tersebut bisa di gunakan untuk kegiatan lainnya ; misalkan agenda organisasi, melakukan tugas atau pekerjaan lain.
Bagaimna misalkan ada mahasiswa yang kegiatan di luar kampus ialah “Bekerja” mencari uang unutk memenuhi kebutuhan hidupnya, perasaan dilematis akan timbul. Satu sisi ia harus berangkat kerja sebagai tuntutan kebutuhan sedangkan sisi lain ia harus ikut ketertinggalan praktikum karena harus memperoleh data-data dari praktikum dan ingin pula memahami materi praktikum lebih dalam.

Faktor kedua yang membuat praktikum elektronika dan (ini juga terjadi pada praktikum prodi lain) tidak efektif adalah laporan yang harus di tulis tangan, jika alasannya adalah dengan metode menulis tangan laporan praktikum secara psikologis dapat membantu praktikan dalam mengingat materi praktikum, bagaimana dengan penulisan laporan praktikum dengan menulis tangan namun mencontek laporan kakak tingkat sebelumnya alias Plagiat, secara tidak langsung metode yang dianggap sangat baik dalam proses mengingat materi ini telah mengajarkan tindakan kriminal yakni Plagiat. Dan hal ini TIDAK pernah di tindaklanjuti, tidak pernah laporan praktikum di kembalikan lantara materi yang di tulis dalam laporan kawan yang satu sama dengan materi laporan praktikum yang di tulis dengan kawan lainnya atau sama dengan laporan dari kakak tingkat sebelumnya. Tentunya metode lama yang dianggap masih cocok diterapkan di zaman era teknologi ini sudah tidak sesuai lagi dan HARUS di DIHAPUSKAN.

TIDAK ADA LAGI LAPORAN PRAKTIKUM YANG DITULIS TANGAN. metode laporan praktikum di ganti dengan metode baru. Misalkan laporan di harus diketik dengan rapi, materi sebagai landasan teori minimal di ketik sebanyak 3 halaman, materi harus koheren dan berkesinambungan (hal ini sedikit mengurangi aksi copy-paste dari internet tanpa di baca terlebih dahulu) dan tentunya masih mencantumkan sumber data tersebut, atau saya rasa orang pembuat kebijakan juga akan lebih kreatif menangai hal semacam ini, apalagi melihat situasi yang kurang kondusif ini (menurutku.red) dan yang terpenting pula penanganan laporan praktikum juga harus di dukung oleh asisten praktikum tentunya, asisten yang paling memahami mengenai hal ini, jika asistennya saja nggak care alias laporan praktikum asal kumpul dan di beri nilai begitu saja semua juga akan menjadi barang yang percuma.

Praktikum ini akan berjalan efektif dengan 1 asisten yang membimbing 1 kelompok praktikum, laporan yang tidak di tulis tangan lagi serta asisten yang benar-benar care dalam pengoreksian laporan praktikum.

semoga adegan semacam itu, (kondisi praktikum di semester gasal) tidak terjadi lagi di semester genap.
amin ya Allah..
Tampilkan postingan dengan label My Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Opinion. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

Pesta Demokrasi, Miskin Tamu . . .

Pesta Demokrasi yang salah satu agendanya adalah pemilihan wakil rakyat yang secara langsung di pilih oleh rakyat menjadi moment yang paling di tunggu-tunggu oleh sebagian rakyat, baik rakyat dalam lingkup kampus maupun lingkup dengan skala yang lebih besar yaitu negara. Namun, tak mampu di pungkiri pula bahwa sebagian rakyat menganggap bawah pesta demokrasi hanya merupakan ajang sia-sia karena meskipun berlabel demokrasi namun keputusan yang dilaksanakan terkadang bukan atas kehendak dan sesuai kebutuhan rakyat, ntahlah demokrasi macam apa ini !. tak sedikit rakyat yang menganut paham bahwa pesta demokrasi hanyalah euforia belakang, menghambur-hamburkan uang untuk membeli minuman dan jajanan untuk para tamu pesta, menghabiskan waktu untuk bercanda ria tanpa memahami apa makna yang terlontarkan dari cengkramaan asyik itu.

Tamu pesta sangat diharapkan kehadirannya, berbagai macam bentuk undangan di sampaikan, design undangan paling bagus pun sudah di tampilakn untuk menarik hati, berbagai macam jajanan dan minuman siap di suguhkan hanya untuk menyambut tamu-tamu pesta, tamu memang terdiri dari berbagai kelompok ; kelompok orang-orang yang di segani sampai kelompok-kelompok orang yang baru di pedulikan akhir-akhir ini, namun ketika sudah memasuki area pesta berlangsung semua jenis kelompok ini seolah-olah sama derajatnya, atau barangkali disamakan bagi tuan rumah yang sedang berhajat, ya, begitulah. Suara yang keluar dari mulut mereka, sang tuan rumah mengharap nada yang keluar dari mulut mereka adalah perkataan yang sama, inilah yang menyebabkan tak adanya kesenjangan diantara mereka, semua jadi satu. Tak peduli dari golongan mana, tak peduli bau mulut tempat keluarnya nada, yang penting nada yang dikeluarkan sama dan ketidakpedulian dan anggapan bahwa mereka itu sama lah yang menjadi irama pengiring nada yang dilantunkan.

Sayangnya, para tamu itu pergi ntah kemana, sebagian tak tau rimbanya. Kasian sang tuan rumah. Banyak hala yang menjadi alasan para tamu untuk tidak menghadiri pesta ; undangannya bagus tapi jajanan dan minumannya sudah basi, mending saya mencari makan sendiri yang lezat meski hanya sepotong arem-arem untuk saya dan keluarga daripada ada donat, martabak, lemper, gorengan dan es cendol tapi sudah basi.
begitu katanya. Ketika ada pesta baru meminta saya untuk melantunkan nada ketika pesta usai dan amplop berisi penuh lupa lagi dengan saya, padahal yang saya butuh tidak hanya makanan di hari H tapi setiap hari saya butuh makan, begitu pula katanya.

Pesta demokrasi tidak patut jika hanya di lakukan dalam skala besar seperti negara, namun pesta demokrasi juga harus di ajarkan dengan baik kepada pemerintahan di bawah karena belajar sedari dini tentang demokrasi itu akan berefek baik di kemudian hari.

Universitas Ahmad Dahlan, salah satu kampus swasta di Yogyakarta rasa-rasanya pun akan melangsungkan pesta demokrasi dalam tempo dekat ini, terlihat beberapa benner (undangan) untuk rakyat di sebar sebagai pemberitahuan, persiapan sudah dilakukan ; dari panitia penyambut tamu, panitia penyiap jajanan dan minuman sampai dengan panitia penata sendal. Antusias sekali para panitia meski tak di bayar namun bangga memakai pakaian segaram nantinya, segaram harga 40 ribuan imbalannya. Tak hanya panitia tuan rumah yang sibuk mondar-mandir, angkat-angkat perlengkapan dan tes-tes micropon, tapi tamu-tamu kehormatan yang akan tanpil di pesta sebagai hiburan pun sibuk mempersiapkan penampilannya ; memakai jaz agar terlihat berwibawa atau memakai baju rombengan agar di hibah.i, tujuannya hanya satu, agar di lihat oleh para tamu.

Pesta benar-benar sudah di ujung tanduk, tamu kehormatan yang satu mulai menerka-nerka siapa yang akan menjadi tamu kehormatan lainnya yang juga akan berlaga di panggung hiburan, tak hanya panggung hiburan yang tujuannya menghibur hati rakyat yang sedang lara tapi juga diatas panggung sandiwara yang akan mengelabui rakyat, agar rakyat tak hanya menjadi suka cita namun juga bersorak-sorak mengeluarkan satu nada. Jika pesta demokrasi yang ada di skala besar seperti negara miskin tamu, apakah pesta demokrasi di negeri kampus ini juga akan miskin tamu atau malah memang tak ada pesta di negeri ini karena tak ada tamu??

Fenomena di Balik Praktikum

Sistem perkuliahan yang memiliki kurikulum dimana didalam sistem tersebut dikaji pula persoalan mengenai perkuliahan yang tidak hanya mengedepankan penyampaian materi kuliah didalam kelas namun juga pendalaman materi kuliah dengan terjun langsung didalamnya yang biasa disebut dengan praktikum memanglah sangat efektif dan baik, karena praktek itu lebih penting ketimbang hanya berteori saja, action itu penting ketimbang hanya berwacana saja. Dengan praktek secara langsung, tentunya membuat mahasiswa akan lebih memehami materi yang sedang di pelajarinya dan mampu memicu mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru yang tentunya pula praktikum yang berdasarkan jurusan masing-masing mahasiswa.

Mekanisme praktikum tidak hanya di lakukan di laboraturium saja, tapi praktikum juga akan baik jika dilakukan di luar kampus, dalam artian “terjun langsung”, misalkan mahasiswa pendidikan biologi melakukan penelitian tentang klasifikasi hewan laut. Para mahasiswa Biologi langsung mengunjungi wadah-wadah tersebut, contohnya; mengunjungi pantai, laut atau pembudidayaan hewan laut. Tak hanya itu, mahasiswa Hukum misalnya, praktikum menjalankan persidangan juga akan baik jika praktek langsung ke pengadilan dan lain sebagainya.

Semua hal itu atau dengan istilah lain semua mekanisme itu akan berjalan lancar jika semua pihak dapat saling menyokong, membantu serta mendukung secara total dan maksimal. Misalkan contoh kongkretnya adalah praktikum yang memang wajib di jalankan oleh para mahasiswa adalah di laboraturium, praktikum akan menjadi efektif jika semua elemen mendukung ; mulai dari asisten praktikum, fasilitas di dalam laboraturium, materi yang di ajarkan, sampai dengan cara asisten mengajarkan atau mensharekan materi praktikum kepada para praktikan.

Tapi lain persoalannya jika mekanisme praktikum tidak dapat berjalan secara baik, banyak faktor yang dapat mendukung rusaknya mekanisme ini ; alat-alat praktikum yang sangat tidak memadai, asisten yang tidak paham dengan materi, dll. Serta keefektifan praktikum atau berhasil-tidaknya praktikum juga dapat dinilai dari seberapa besar para praktikan mampu memahami materi yang sudah di ajarkan, jika persentase praktikan yang tidak paham tentang materi praktikum lebih besar di bandingkan dengan persentase jumlah praktikan yang mampu memahami materi praktikum dan serta mampu pula mengaplikasikannya dalam praktek tentu bisa di simpulkan telah terjadi kesalahan dalam proses praktikum tersebut.

Salah satu contoh yang dapat di cermati ialah prakitkum elektronika di laboraturium elektro yang dilakukan oleh para Mahasiswa PGBI Pendidikan Fisika semester 3. Menurut saya mekanisme praktikum masih dan sangat kurang efektif, kenapa? Banyak faktor yang dapat memperjelaskan persoalan ini ; faktor utama dan yang paling utama adalah kurangnya jumlah asisten yang membimbing para praktikan melakukan praktek elektronika, 1 asisten menangani 2-3 kelompok praktikan dan 1 kelompok biasanya terdiri dari 3 orang lalu bisa di bayangkan berapa banyak praktikan yang TIDAK memahami materi praktikum, padahal praktikum elektro membutuhkan pemahaman dan ketelitian yang cukup lebih untuk mampu merangkai alat-alat listrik dan semacamnya, dan hal tersebut juga di iringi dengan waktu praktikum yang cukup singkat untuk menangani praktikum 3 kelompok dengan 1 asisten sekaligus alhasil beberapa praktikum harus tertunda dan di lanjutkan pada lain waktu. JELAS, menurut saya hal tersebut sangat merugikan praktikan - Pertama, praktikan sudah membayar UANG praktikum seharusnya praktikan juga mendapat hal yang baik dalam praktikum, ya setidaknya 1 kelompok di bimbing dengan 1 asisten. Kedua, jika tujuan dari kurikulum mengenai praktikum yang dibuat yakni dengan adanya praktikum secara langsung untuk memfasilitasi mahasiswa mampu memahami materi kuliah lebih baik, sedangkan realitanya tidak berbicara demikian alias para praktikan tidak mampu memahami materi lantaran kekurangan asisten yang membimbing berarti itu hanyalah tujuan Omong Kosong, tujuan yang hanya memenuhi kertas dengan tinta yang di tulis dengan fontsize large. Ketiga, dengan adanya jam tambahan yang harus di gunakan untuk menyelesaikan praktikum yang belum kelar yang mana seharusnya praktikum sudah selesai tepat pada waktu yang terjadwalkan, mengakibatkan praktikan harus meluangakan waktu yang seharusnya pula waktu tersebut bisa di gunakan untuk kegiatan lainnya ; misalkan agenda organisasi, melakukan tugas atau pekerjaan lain.
Bagaimna misalkan ada mahasiswa yang kegiatan di luar kampus ialah “Bekerja” mencari uang unutk memenuhi kebutuhan hidupnya, perasaan dilematis akan timbul. Satu sisi ia harus berangkat kerja sebagai tuntutan kebutuhan sedangkan sisi lain ia harus ikut ketertinggalan praktikum karena harus memperoleh data-data dari praktikum dan ingin pula memahami materi praktikum lebih dalam.

Faktor kedua yang membuat praktikum elektronika dan (ini juga terjadi pada praktikum prodi lain) tidak efektif adalah laporan yang harus di tulis tangan, jika alasannya adalah dengan metode menulis tangan laporan praktikum secara psikologis dapat membantu praktikan dalam mengingat materi praktikum, bagaimana dengan penulisan laporan praktikum dengan menulis tangan namun mencontek laporan kakak tingkat sebelumnya alias Plagiat, secara tidak langsung metode yang dianggap sangat baik dalam proses mengingat materi ini telah mengajarkan tindakan kriminal yakni Plagiat. Dan hal ini TIDAK pernah di tindaklanjuti, tidak pernah laporan praktikum di kembalikan lantara materi yang di tulis dalam laporan kawan yang satu sama dengan materi laporan praktikum yang di tulis dengan kawan lainnya atau sama dengan laporan dari kakak tingkat sebelumnya. Tentunya metode lama yang dianggap masih cocok diterapkan di zaman era teknologi ini sudah tidak sesuai lagi dan HARUS di DIHAPUSKAN.

TIDAK ADA LAGI LAPORAN PRAKTIKUM YANG DITULIS TANGAN. metode laporan praktikum di ganti dengan metode baru. Misalkan laporan di harus diketik dengan rapi, materi sebagai landasan teori minimal di ketik sebanyak 3 halaman, materi harus koheren dan berkesinambungan (hal ini sedikit mengurangi aksi copy-paste dari internet tanpa di baca terlebih dahulu) dan tentunya masih mencantumkan sumber data tersebut, atau saya rasa orang pembuat kebijakan juga akan lebih kreatif menangai hal semacam ini, apalagi melihat situasi yang kurang kondusif ini (menurutku.red) dan yang terpenting pula penanganan laporan praktikum juga harus di dukung oleh asisten praktikum tentunya, asisten yang paling memahami mengenai hal ini, jika asistennya saja nggak care alias laporan praktikum asal kumpul dan di beri nilai begitu saja semua juga akan menjadi barang yang percuma.

Praktikum ini akan berjalan efektif dengan 1 asisten yang membimbing 1 kelompok praktikum, laporan yang tidak di tulis tangan lagi serta asisten yang benar-benar care dalam pengoreksian laporan praktikum.

semoga adegan semacam itu, (kondisi praktikum di semester gasal) tidak terjadi lagi di semester genap.
amin ya Allah..