Jangan bersedih,,
Kehidupan ini fana, dan hidup kita pun begitu singkat, tak terbayangkan oleh kita yang awalnya hanya segumpal daging sekarang berbentuk makhluk yang bisa melakukan apapun, tak bisa tertebak pula oleh kita kapan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hidup ini terlalu singkat, tak layak rasanya bila kita tak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi kita mengisi waktu kita hanya dengan melakukan hal-hal yang tak berguna dan tak bermanfaat.
Kita sering bercita-cita dan bertekad didalam hati, bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain. Tapi saya mau Tanya, “kenapa kita marah ketika kita tau ada orang yang memanfaatkan kita? Bukankah tujuan hdup kita memang harus bermanfaat bagi orang lain?. Hemmm. . silahkan anda jawab didalam diri anda sendiri, namun lebih baik juga bila menjawabnya pada kolom komentar di bawah, ahahahahah :D. keep smile
Tau ngk sii, kenpa aku kasih judul tulisanku kali ini “jangan bersedih” ?.
Heemmpt, tak certain sedikit yach.. !! keep silent and listen to me
Aku nulis judul ini gara-gara terinspirasi dengan seeorang, meskipun aku juga ngk ngerti aku mau nulis apa. Aku tau hari itu rasanya hari ngk akan berlalu buat dia, (hahaha. Alay setitik yo), semuanya ngk enak terasa, menyebalkan lebih tepanya. Nah, salah satu orang yang bikin harinya ngk enak itu adalah aku. Yaa. . . mungkin emang ngk secara langsung apa yang ku perbuat ke dia, namun sinyal-sinyal itu yang bikin aku yakin, kalo ya aku ini salah satu penyebanya.
Jujur , aku ngk tau kenapa aku termasuk daftar orang yang bikin dia illfeel hari itu, aku kira semuannya berjalan seperti biasa, ngk ada yang aneh.
Hei, kau . . .
Jangan bersedih, tak ku bermaksud membuatmu seperti itu. Aku tak yakin kau sedih gara-gara aku karena lakumu sama dengan lakumu kepada mereka. Aku tak yakin akan “rasa” mu karena ku tau rasamu pun tak hanya untukku, rasanya tak pantas kau untuk merusak hari mu ketika itu dengan mukamu yang kau lipat jadi empat atau dengan pikiranmu yang kau paksa tulisankan dan kau ceritakan kepada computer didepanmu meski kau tak mampu lakukan itu.
Kau tau kenapa aku bilang tak pantas??
Mungkin aku sedikit tau atau sok.sok tau kenapa kau bersedih dihari itu, itu karena “rasa”mu kepadaku (hahahaha. PD). Tapi aku tak pernah mengerti itu. Dan ku tak ingin terlarut dengan itu karena aku tau kau hanya keliru dengan rasamu.. Kulihat hari-harimu, itu yang membuatku tak pernah tau dan yakin “rasa” itu ada dari dirimu. Kau tetap seperti biasa, bercengkrama dengan mulut yang satu juga dengan mulut yang lain, pembahasanmu juga demikian, tak jauh-jauh mungkin sama persis dengan apa yang selalu kau diskusikan denganku.
Dengarkan aku,
Hatiku itu lemah dan rapuh, tak usahlah kau repot-repot merusak harimu hanya karena perasaanmu yang tak pernah kau jelaskan apa yang sebenarnya di dalam hati itu. Aku bingung harus berbuat apa, disisi lain aku tetap tak paham kenapa kamu bisa melakukan semua itu, namun disisi lain aku tak mau ikut terlarut dengan “rasa” yang tak jelas seperti ini dan disisi lainnya lagi aku tak mengerti kau anggap apa rasa yang kau milikki untuk ku itu. Aku tau kenapa kau tak pernah menjelaskannya kepadaku, ya karena banyak rasa juga yang kau sumbangankan untuk hati,hati yang lain.
Sudah, jangan kau buat aku seolah-olah tak bisa melakukan apapun meski memang seperti itu pada kenyataanya sebelum kau jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi padamu dan apa yang kau inginkan terjadi di hari selanjutnya. Aku tau kau inginkan aku mengerti tentang semua ini, tapi terpaksa ku ucapkan aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Aku tak bisa hanya dengan menerkah-terkah karena cinta bukan sebuah terka.an meski ia tak berwujud nyata tapi aku juga bingung harus melakukan apa ketika sikap tak sukamu itu muncul.
Sudah, jangan bersedih..
Jika kau ingin bersedih, maka jelaskan lebih dahulu kepadaku apa yang ada dihatimu, pikiranmu, benakmu dan yang menjadi kemauanmu agar ku bisa melakukan sesuatu untukmu
Mei, 2011
Jumat, 10 Juni 2011
oohh Kawan ...
Aku sering mendapat cerita dari orang-orang, mereka berkata tuhan menciptakan hambanya dengan rupa yang beda, namun tuhan menularkan sifatnya kepada hambanya sifat penyayangnya, pengasih, bijaksana, dan pemerhati.
Ya, aku tau tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang berbeda-beda karena memang tak satu pun ku temukan wajah yang sama, termasuk “Dia” hingga aku tetap bisa mengingat bagaimana bentuk wajah itu.. , tapi, aku mulai bertanya.. kemana sifat yang tuhan salurkan itu? Tak kutemukan didalam dirinya, tidak sama sekali. Apa karena “Dia” memang tak mampu mewarisi itu, ataukah aku yang memang tak bisa melihatnya. Sungguh. Ingin rasanya aku melihat dan merasakannya.
Kemarin, hari pun sama. Tak ada yang berubah menjadi pelipur lara. Ingin rasanya pergi dan meninggalkan karena apa yang menjadi keinginan tak terbalaskan disana, tapi tuhan tetap tidak mengizinkan, tuhan tetap beranggapan bahwa diri ini mampu untuk bertahan, aku ingin bebas terbang tanpa batas.
Selalu ku bertanya kepada tuhan di setiap do’aku yang berbalut keintiman denganNya. Tuhan, kenapa aku tetap berikat dengan “Dia”? apakah ini caramu untuk meridhoi aku?.
Tuhan maha mengetahui apa yang menjadi keluh kesah hambanya, begitu lah mereka menjelaskan kepada ku atas semua pertanyaanku kepada tuhan yang kuceritakan kepada mereka. Aku bertanya lagi, bila tuhan mengetahui dan mengerti semuannya. Kenpa tuhan tidak membiarkan aku lepas? Apa tuhan tudak tau bahwa aku sangat tersiksa dan tertekan dengan ini semua?. Tidak maksudku untuk mengingkari nikmatNya, tapi nikmat ini begitu sulit aku pahami dan maknai, mungkin bahkan terlalu sulit. Dan sangat sulit. Mereka juga berkata tuhan tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan makhluk itu sendiri. Oh Tuhan… sungguh. Rasanya aku tak mampu lagi dengan keadaan dan ikatan ini, masihkah kau percaya bahwa aku mampu menjalani semua sedangka kau sudah setiap hari melihatku dan mendengar tangisanku tiap malam-malam kelamku?. Sungguh aku tak sanggup. Tak berhenti mereka menjelaskan kepada ku mereka berkata lagi, tuhan mengetahui mana hal-hal yagn terbaik untukmu. Tuhan ini hal yang terbaik itu? Sedang aku tersiksa batin, dan batuk tak tertahankan karena seesak didadaku?
Sungguh. Tak adil, sedang orang diluar sana, orang yang aku yakin tak lebih baik dariku tak pernah bisa merasa apa yang sedang aku rasa karena Kau memang melarang rasa itu hadir di hati orang-orang itu. Sungguh, aku iri. Apa salahku? Hingga sakit ini tak kunjung berkurang dan hilang. Hilang? Tidak. Berkurangpun tidak. Aku lelah. Habis rasanya air mataku untuk menangis, sedang peipur lara tak kunjung menghampiri. Letih, penat sekali pikiran ini, hingga rasanya aku tak mau berpikir apa-apa lagi, sedang “Dia” tak kunjung berubah. Sudahlah Tuhan, aku menyerah. Terserah apa mauMu sekarang, atau Kau cabut saja nyawaku, biar aku tak merasa apa-apa, karena rasaku sudah mati sejak lama.
*Tulisan ini terinspirasi ketika aku ingat sebuah masalah dari seorang kawan
Jogja..
Mei, 2011
Ya, aku tau tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang berbeda-beda karena memang tak satu pun ku temukan wajah yang sama, termasuk “Dia” hingga aku tetap bisa mengingat bagaimana bentuk wajah itu.. , tapi, aku mulai bertanya.. kemana sifat yang tuhan salurkan itu? Tak kutemukan didalam dirinya, tidak sama sekali. Apa karena “Dia” memang tak mampu mewarisi itu, ataukah aku yang memang tak bisa melihatnya. Sungguh. Ingin rasanya aku melihat dan merasakannya.
Kemarin, hari pun sama. Tak ada yang berubah menjadi pelipur lara. Ingin rasanya pergi dan meninggalkan karena apa yang menjadi keinginan tak terbalaskan disana, tapi tuhan tetap tidak mengizinkan, tuhan tetap beranggapan bahwa diri ini mampu untuk bertahan, aku ingin bebas terbang tanpa batas.
Selalu ku bertanya kepada tuhan di setiap do’aku yang berbalut keintiman denganNya. Tuhan, kenapa aku tetap berikat dengan “Dia”? apakah ini caramu untuk meridhoi aku?.
Tuhan maha mengetahui apa yang menjadi keluh kesah hambanya, begitu lah mereka menjelaskan kepada ku atas semua pertanyaanku kepada tuhan yang kuceritakan kepada mereka. Aku bertanya lagi, bila tuhan mengetahui dan mengerti semuannya. Kenpa tuhan tidak membiarkan aku lepas? Apa tuhan tudak tau bahwa aku sangat tersiksa dan tertekan dengan ini semua?. Tidak maksudku untuk mengingkari nikmatNya, tapi nikmat ini begitu sulit aku pahami dan maknai, mungkin bahkan terlalu sulit. Dan sangat sulit. Mereka juga berkata tuhan tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan makhluk itu sendiri. Oh Tuhan… sungguh. Rasanya aku tak mampu lagi dengan keadaan dan ikatan ini, masihkah kau percaya bahwa aku mampu menjalani semua sedangka kau sudah setiap hari melihatku dan mendengar tangisanku tiap malam-malam kelamku?. Sungguh aku tak sanggup. Tak berhenti mereka menjelaskan kepada ku mereka berkata lagi, tuhan mengetahui mana hal-hal yagn terbaik untukmu. Tuhan ini hal yang terbaik itu? Sedang aku tersiksa batin, dan batuk tak tertahankan karena seesak didadaku?
Sungguh. Tak adil, sedang orang diluar sana, orang yang aku yakin tak lebih baik dariku tak pernah bisa merasa apa yang sedang aku rasa karena Kau memang melarang rasa itu hadir di hati orang-orang itu. Sungguh, aku iri. Apa salahku? Hingga sakit ini tak kunjung berkurang dan hilang. Hilang? Tidak. Berkurangpun tidak. Aku lelah. Habis rasanya air mataku untuk menangis, sedang peipur lara tak kunjung menghampiri. Letih, penat sekali pikiran ini, hingga rasanya aku tak mau berpikir apa-apa lagi, sedang “Dia” tak kunjung berubah. Sudahlah Tuhan, aku menyerah. Terserah apa mauMu sekarang, atau Kau cabut saja nyawaku, biar aku tak merasa apa-apa, karena rasaku sudah mati sejak lama.
*Tulisan ini terinspirasi ketika aku ingat sebuah masalah dari seorang kawan
Jogja..
Mei, 2011
Hoooaammmm **
Pendidikan menurut UU No.20 tahun 2003. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agat peserta didik secara aktiv mengembangkan potensi dirinya. Mata kuliah pengantar pendidikan pun beririsi materi-materi yang membahas mengenai metode-metode untuk diterapkan oleh guru ketika mengajar di dalam kelas nantinya, mulai dari metode proyek, metode demonstrasi samapi dengan metode yang berbentuk ceramah.
Suasana di kelas akan baik dan kondusif apabila interaksi antara guru dan peserta didik dapat berjalan dengan baik pula. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana nyaman didalam kelas. Dengan demikian materi pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa dimenerti, dipahami dan diserap dengan baik oleh siswa-siswanya sehingga hal tersenut dapat menjadi salah satu jalan atau langkah untuk mencapau tujuan pendidikan nasional.
Namun, sebaliknya bika tak ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik maka tidak akan tercipta juga suasana yang nyaman didalam kelas. Cara penyampaian materi yang dilakukan guru dianggap moton dan kurang kreatif serta inovatif atau siswa itu sendiri yang tidak mempunyai semangat untuk belajar, hal itu yang menjadi factor tidak terbangunnya suasana belajar yang menyenangkan didalam kelas.
Hemmpt,
Pak dosen… pliiss you must know me so well
I want so sleepy.. Ngantuukk. . . !!
Muncul satu pertanyaan..
Ini salah siapa? Muridnya atau gurunya?
Tanyaku di tengah-tengah perkuliahan siang itu. . .
Jogja, 20 Mei 2011
Suasana di kelas akan baik dan kondusif apabila interaksi antara guru dan peserta didik dapat berjalan dengan baik pula. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana nyaman didalam kelas. Dengan demikian materi pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa dimenerti, dipahami dan diserap dengan baik oleh siswa-siswanya sehingga hal tersenut dapat menjadi salah satu jalan atau langkah untuk mencapau tujuan pendidikan nasional.
Namun, sebaliknya bika tak ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik maka tidak akan tercipta juga suasana yang nyaman didalam kelas. Cara penyampaian materi yang dilakukan guru dianggap moton dan kurang kreatif serta inovatif atau siswa itu sendiri yang tidak mempunyai semangat untuk belajar, hal itu yang menjadi factor tidak terbangunnya suasana belajar yang menyenangkan didalam kelas.
Hemmpt,
Pak dosen… pliiss you must know me so well
I want so sleepy.. Ngantuukk. . . !!
Muncul satu pertanyaan..
Ini salah siapa? Muridnya atau gurunya?
Tanyaku di tengah-tengah perkuliahan siang itu. . .
Jogja, 20 Mei 2011
Jumat, 13 Mei 2011
i dot not what i feel
* memang tak selalu ada yg terbaik
dari diri ini dan juga dirinya
namun ku yakin cinta ini takkan pernah salah
aku memang tidak akan bisa membunuh cinta meski aku harus dipaksa untuk mengubur cinta, aku tak ingin kehilangan cinta, karena cinta adalah segalannya untuk ku..
mungkin dulu memang berbeda dengan kini bahkan akan jauh berdeba dengan nanti..
tapi, aku tau cinta itu akan tetap ada.
aku tak akan pernah meninggalkan cinta, aku akan tetap bersamanya
cintaku yang dulu kurasa sangat berbeda dengan cintaku yang kini tapi aku takut menyambut cintaku yang nanti..
karna aku sudah mulai takut, benar-benar takut kehilangan cinta.
meski demikian,
aku tau tuhan menciptakan cinta tak hanya satu, tuhan ciptakan banyak cinta untukku, dulu, kini, nanti dan suatu saat itu.
aku tak bisa membunuh cinta namun aku mampu mengatur cinta..
aku tidak ingin ditinggalkan oleh cinta,
tapi, aku harap cinta tidak berpihak pada untuk saat ini, karena aku takut cinta malah berubah arah, cinta ini malah menyakitkan..
sudah,
cintaku akan tetatp ada..
aku terus berbicara tentang cinta, memaknai cinta, namun aku tetp bingung apa itu cinta..
JogjaNeverEndingAsia,
mei. 2011
dari diri ini dan juga dirinya
namun ku yakin cinta ini takkan pernah salah
aku memang tidak akan bisa membunuh cinta meski aku harus dipaksa untuk mengubur cinta, aku tak ingin kehilangan cinta, karena cinta adalah segalannya untuk ku..
mungkin dulu memang berbeda dengan kini bahkan akan jauh berdeba dengan nanti..
tapi, aku tau cinta itu akan tetap ada.
aku tak akan pernah meninggalkan cinta, aku akan tetap bersamanya
cintaku yang dulu kurasa sangat berbeda dengan cintaku yang kini tapi aku takut menyambut cintaku yang nanti..
karna aku sudah mulai takut, benar-benar takut kehilangan cinta.
meski demikian,
aku tau tuhan menciptakan cinta tak hanya satu, tuhan ciptakan banyak cinta untukku, dulu, kini, nanti dan suatu saat itu.
aku tak bisa membunuh cinta namun aku mampu mengatur cinta..
aku tidak ingin ditinggalkan oleh cinta,
tapi, aku harap cinta tidak berpihak pada untuk saat ini, karena aku takut cinta malah berubah arah, cinta ini malah menyakitkan..
sudah,
cintaku akan tetatp ada..
aku terus berbicara tentang cinta, memaknai cinta, namun aku tetp bingung apa itu cinta..
JogjaNeverEndingAsia,
mei. 2011
Selasa, 19 April 2011
* Sesak. . .
hari ini aku semangat berangkat ke kampus, walaupun persiapan buat kuis sama sekali nggak optimal, ikhtiarnya nyaris nggak ada. hehhee. . .
kuliyah biodas selesai juga akhirnya.. kuis dengan soal-soal yang nggak ku ngerti itu lenyap sudah dari pikiran.
cacing-cacing di perutku mulai show out. keroncongan jee..
semangko mie ayam ternyata bisa meredah suara bisingnya yang terus terngiang di gendang telingaku..
masuk lagi ni kulyah serftifikasi II.
dreeettt... dddrrreeettt..
hp ku geter..
from : .....................
oowww..
ak baca smsnya dengan seksama. aku hayati, maknai
ooww... tiba-tiba dadku sesaaaaaaak bangeeett...
antara tersingung, mau nangis, tapi iye bener memang gitu..
ooh tuhan..
:(*
kuliyah biodas selesai juga akhirnya.. kuis dengan soal-soal yang nggak ku ngerti itu lenyap sudah dari pikiran.
cacing-cacing di perutku mulai show out. keroncongan jee..
semangko mie ayam ternyata bisa meredah suara bisingnya yang terus terngiang di gendang telingaku..
masuk lagi ni kulyah serftifikasi II.
dreeettt... dddrrreeettt..
hp ku geter..
from : .....................
oowww..
ak baca smsnya dengan seksama. aku hayati, maknai
ooww... tiba-tiba dadku sesaaaaaaak bangeeett...
antara tersingung, mau nangis, tapi iye bener memang gitu..
ooh tuhan..
:(*
Jumat, 01 April 2011
Nice Wednesday…
Sungguh melelahkan keseharian ini, duduk di ruang kelas hanya saja berpindah tempat dan ruangan, tapi tetaplah sama yang aku kerjakan, duduk di kelas mendengarkan dosen yang katanya ia sedang mentransfer ilmu di depan sana itu. Ya, selamat berjuang lah pak !!
Lelah namun harus tetap semangat,
Pagi, siang, samapi senja aku hanya di kelas, walaupun masih memang ada waktu aku berjalan-jalan di luaran sana.
Oooo….. jam 07:30 until 17:50 !
Super sekali. . . !!
Ya, mungkin ini memang salah satu kebijakan pemerintah semenjak tragedi 1998 ketika itu. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dan di harapkan agar mahasiswa tidak sibuk dan aktif dengan organisasi di luar kampus. Kenapa? Ya, mahasiswa yang aktif di luar kampus di anggap sedikit mengkhawatirkan, karena mahasiswa-mahasiswa yang aktif sepert itu nantinya akan menjadi mahasiswa yang kritis, super kritis, begitu banyak wacana yang akan mereka yang mereka dapatkan dan utarakan. Begini ya, nanti kalau mahasiswa aktif di luar berarti mereka aktif, kalau aktif nanti sering kumpul, berdiskusi dan akhirnya mencetuskan sebuah pemahaman, dari sebuah pemahaman itu dapatlah mereka menganalisis sebuah hal dan hal utama untuk di analisis adalah kebijakan pemarintah, setelah itu muncullah ide-ide dan gagasan baru dalam menyikapi kebijakan lalu terciptalah strategi-strategi muslihat, hahahah….
Lalu strategi pun mendesak untuk di jalankan, dan terjadi lah aksi mahasiswa menyuarakan ide dan gagasan mereka. Wooww super sekali .. !!
Dan ini masalahanya.
pada akhirnya pemerintah merasa kewalahan dengan sikap mahasiswa yang seperti ini. Mereka menganggap sikap mahasiswa ini bisa mengancap kedudukan dan menggeser mereka dari zona nyaman yang selama ini mereka nikmati.
Dan tarrrrraaaaaaaaaaaaaaatttt. . . .
munculah kebijakan itu, mahasiswa di tuntut untuk sibuk di kampus. Sistem sks, 75% kehadiran, bla..bla…bla… hahahhaha. . . . dan lain-lainnya.
Ooo,
Tak semudah itu tentunya.
Semangat membara yang tetap tertanam di jiwa mahasiswa tak akan runtuh, pudar dan lumer hanya dengan hal demikian. Masih ada 1001 strategi yang belum di laksanakan demi sebuah tegaknya kebenaran dan menuntaskan kedzoliman. MERDEKA !!! hahahah :D
Hahahah. .. pelajaran terakhir kimia dasar II, tapi rasanya pelajaran ini tidak terserap dengan maksimal, letih sekali.
Tapi, mengeluh atau protes kepada si pembuat dan penyusun jadwal kulyah, bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana.
Ya jalani sajalah, memang di sinilah sisi seni sebagai seorang mahasiswa dengan kesibukan yang memang menjadi kesibukan.
Heemmpt,,
So semangaaaat !!
Tomorrow must be better again..
Akhirnya,
Pelajaran pun selesai,
Horeeeee, , , , , asikk..asikk….
Jogja NeverEndingAsia,
Rabu, 23 Februari 2011
Lelah namun harus tetap semangat,
Pagi, siang, samapi senja aku hanya di kelas, walaupun masih memang ada waktu aku berjalan-jalan di luaran sana.
Oooo….. jam 07:30 until 17:50 !
Super sekali. . . !!
Ya, mungkin ini memang salah satu kebijakan pemerintah semenjak tragedi 1998 ketika itu. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dan di harapkan agar mahasiswa tidak sibuk dan aktif dengan organisasi di luar kampus. Kenapa? Ya, mahasiswa yang aktif di luar kampus di anggap sedikit mengkhawatirkan, karena mahasiswa-mahasiswa yang aktif sepert itu nantinya akan menjadi mahasiswa yang kritis, super kritis, begitu banyak wacana yang akan mereka yang mereka dapatkan dan utarakan. Begini ya, nanti kalau mahasiswa aktif di luar berarti mereka aktif, kalau aktif nanti sering kumpul, berdiskusi dan akhirnya mencetuskan sebuah pemahaman, dari sebuah pemahaman itu dapatlah mereka menganalisis sebuah hal dan hal utama untuk di analisis adalah kebijakan pemarintah, setelah itu muncullah ide-ide dan gagasan baru dalam menyikapi kebijakan lalu terciptalah strategi-strategi muslihat, hahahah….
Lalu strategi pun mendesak untuk di jalankan, dan terjadi lah aksi mahasiswa menyuarakan ide dan gagasan mereka. Wooww super sekali .. !!
Dan ini masalahanya.
pada akhirnya pemerintah merasa kewalahan dengan sikap mahasiswa yang seperti ini. Mereka menganggap sikap mahasiswa ini bisa mengancap kedudukan dan menggeser mereka dari zona nyaman yang selama ini mereka nikmati.
Dan tarrrrraaaaaaaaaaaaaaatttt. . . .
munculah kebijakan itu, mahasiswa di tuntut untuk sibuk di kampus. Sistem sks, 75% kehadiran, bla..bla…bla… hahahhaha. . . . dan lain-lainnya.
Ooo,
Tak semudah itu tentunya.
Semangat membara yang tetap tertanam di jiwa mahasiswa tak akan runtuh, pudar dan lumer hanya dengan hal demikian. Masih ada 1001 strategi yang belum di laksanakan demi sebuah tegaknya kebenaran dan menuntaskan kedzoliman. MERDEKA !!! hahahah :D
Hahahah. .. pelajaran terakhir kimia dasar II, tapi rasanya pelajaran ini tidak terserap dengan maksimal, letih sekali.
Tapi, mengeluh atau protes kepada si pembuat dan penyusun jadwal kulyah, bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana.
Ya jalani sajalah, memang di sinilah sisi seni sebagai seorang mahasiswa dengan kesibukan yang memang menjadi kesibukan.
Heemmpt,,
So semangaaaat !!
Tomorrow must be better again..
Akhirnya,
Pelajaran pun selesai,
Horeeeee, , , , , asikk..asikk….
Jogja NeverEndingAsia,
Rabu, 23 Februari 2011
MenggiLa-giLa. . .
Hak..hakkk...hakkk...
Hujan turun rintik-rintik malam ini, wuuiisshh , dingin sekaleee,,,
Tapi tak apa, itu bukanlah suatu halangan untuk melakukan misi malam ini, bersama sahabat baru ku yang super sekali phinot nama kesayangannya, nama ngk kesayngannya tak tau lah aku. Menulusuri jalanan jogja di malam hari memang rasanya berbeda ketimbang jalan-jalan di siang hari, eksotika kota gudeg terasa lebih kental dan lebih menyatu malam ini.
Lewat jembatan syayidan lalu di teruskan stop di lampu merah lalu menghampiri alun-alun utara dan selatan, akhirnya berhentilah kami di sebuah tempat makan di daerah pasar ngasem. Makna sate di pinggir jalan, hak,,hakk,,hakk... assiik sekali.. jogja megitu menawan dan elegant malam ini.
Hujan rintik-rintik yang tak kunjung usai nemambah indah malam itu, hidup terasa tanpa beban, padahal tugas kulyah trus memanggil untuk di garap, ahh refreshing sejenak lah...
Hahahahhahahahhaha. . . . .. :D
Tertawa, ketawa, laugh, nyengir, ngguyu,
Cuma itu yang bisa di lakukan malam itu, so nice adn so crazy..
Beberapa puluh menit saja, sate itu terusap tanpa bekas dan tanpa jejak, hhahaa..
Huuh, lapar pun hilang, alhmdulillah kenyang,,
Perjalanan tidak berhentik di sini, perjalanan tanpa tujuan, ya itu tema malam ini.
Kembali menelusuri jalanan jogja, lorong tamansari, perempatan kauman, timbul lagi alun-alun utara, malioboro, dan ntahlah aku tak mengenali daerah ini, dan pada akhirnya berhenti lagi di suatu tempat.
Coba tebak, kami berhenti dimana?
Ooh tepat sekali. ! ya, pinggir jalan lagi, lagi-lagi pinggir jalan.
Tak taulah, sepertinya pinggir jalan menjadi tempat yang menyenangkan malam ini.
Duduk lesehan beralaskan tiker kumel, di suguhi roti bakar cokelat dan segelas teh hangat, dan senandung musik dari arus kali code yang tertiup angin.
Wow, menyenagkan sekali..
Arus kali code yang tepat berada di bawa, membuat aku merasakan sesuatu yg berbeda,
Wew, arusnya itu loh, ngk nahan, deres bgt bikin ngerih jee, butek lagi airnya.
Kalo kali code marah trus meluap, apa jadinya rumah-rumak apik dan megah di pinggir2 itu.
Ya Allah, Lindungilah kami dari marah bahaya, amin.
Okey,
Comeback again,
Malam semakin larut, malam juga serasa memanggil dan menyuruh untuk pulang.
Siip, pertualangan di cukupkan sampai di sini.
Okelah, perjalanan pulang menuju peraduan.
Hemm, menyennagkan.
Dan memang misi menggila bersama phinot selalu menuai keberhasilan, and happy ending.
Wkwkwkkw,
Bentuk kegilaan apupun itu, terencana, apalagi tidak.
Oke. Thanks sist for this night, i’m so haapy and you’re so beautyful this night, hahhhhaaa..
Jogja NeverEndingAsia,
Senin, 21 Februari 2011
Hujan turun rintik-rintik malam ini, wuuiisshh , dingin sekaleee,,,
Tapi tak apa, itu bukanlah suatu halangan untuk melakukan misi malam ini, bersama sahabat baru ku yang super sekali phinot nama kesayangannya, nama ngk kesayngannya tak tau lah aku. Menulusuri jalanan jogja di malam hari memang rasanya berbeda ketimbang jalan-jalan di siang hari, eksotika kota gudeg terasa lebih kental dan lebih menyatu malam ini.
Lewat jembatan syayidan lalu di teruskan stop di lampu merah lalu menghampiri alun-alun utara dan selatan, akhirnya berhentilah kami di sebuah tempat makan di daerah pasar ngasem. Makna sate di pinggir jalan, hak,,hakk,,hakk... assiik sekali.. jogja megitu menawan dan elegant malam ini.
Hujan rintik-rintik yang tak kunjung usai nemambah indah malam itu, hidup terasa tanpa beban, padahal tugas kulyah trus memanggil untuk di garap, ahh refreshing sejenak lah...
Hahahahhahahahhaha. . . . .. :D
Tertawa, ketawa, laugh, nyengir, ngguyu,
Cuma itu yang bisa di lakukan malam itu, so nice adn so crazy..
Beberapa puluh menit saja, sate itu terusap tanpa bekas dan tanpa jejak, hhahaa..
Huuh, lapar pun hilang, alhmdulillah kenyang,,
Perjalanan tidak berhentik di sini, perjalanan tanpa tujuan, ya itu tema malam ini.
Kembali menelusuri jalanan jogja, lorong tamansari, perempatan kauman, timbul lagi alun-alun utara, malioboro, dan ntahlah aku tak mengenali daerah ini, dan pada akhirnya berhenti lagi di suatu tempat.
Coba tebak, kami berhenti dimana?
Ooh tepat sekali. ! ya, pinggir jalan lagi, lagi-lagi pinggir jalan.
Tak taulah, sepertinya pinggir jalan menjadi tempat yang menyenangkan malam ini.
Duduk lesehan beralaskan tiker kumel, di suguhi roti bakar cokelat dan segelas teh hangat, dan senandung musik dari arus kali code yang tertiup angin.
Wow, menyenagkan sekali..
Arus kali code yang tepat berada di bawa, membuat aku merasakan sesuatu yg berbeda,
Wew, arusnya itu loh, ngk nahan, deres bgt bikin ngerih jee, butek lagi airnya.
Kalo kali code marah trus meluap, apa jadinya rumah-rumak apik dan megah di pinggir2 itu.
Ya Allah, Lindungilah kami dari marah bahaya, amin.
Okey,
Comeback again,
Malam semakin larut, malam juga serasa memanggil dan menyuruh untuk pulang.
Siip, pertualangan di cukupkan sampai di sini.
Okelah, perjalanan pulang menuju peraduan.
Hemm, menyennagkan.
Dan memang misi menggila bersama phinot selalu menuai keberhasilan, and happy ending.
Wkwkwkkw,
Bentuk kegilaan apupun itu, terencana, apalagi tidak.
Oke. Thanks sist for this night, i’m so haapy and you’re so beautyful this night, hahhhhaaa..
Jogja NeverEndingAsia,
Senin, 21 Februari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
Jumat, 10 Juni 2011
* Jangan Bersedih
Jangan bersedih,,
Kehidupan ini fana, dan hidup kita pun begitu singkat, tak terbayangkan oleh kita yang awalnya hanya segumpal daging sekarang berbentuk makhluk yang bisa melakukan apapun, tak bisa tertebak pula oleh kita kapan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hidup ini terlalu singkat, tak layak rasanya bila kita tak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi kita mengisi waktu kita hanya dengan melakukan hal-hal yang tak berguna dan tak bermanfaat.
Kita sering bercita-cita dan bertekad didalam hati, bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain. Tapi saya mau Tanya, “kenapa kita marah ketika kita tau ada orang yang memanfaatkan kita? Bukankah tujuan hdup kita memang harus bermanfaat bagi orang lain?. Hemmm. . silahkan anda jawab didalam diri anda sendiri, namun lebih baik juga bila menjawabnya pada kolom komentar di bawah, ahahahahah :D. keep smile
Tau ngk sii, kenpa aku kasih judul tulisanku kali ini “jangan bersedih” ?.
Heemmpt, tak certain sedikit yach.. !! keep silent and listen to me
Aku nulis judul ini gara-gara terinspirasi dengan seeorang, meskipun aku juga ngk ngerti aku mau nulis apa. Aku tau hari itu rasanya hari ngk akan berlalu buat dia, (hahaha. Alay setitik yo), semuanya ngk enak terasa, menyebalkan lebih tepanya. Nah, salah satu orang yang bikin harinya ngk enak itu adalah aku. Yaa. . . mungkin emang ngk secara langsung apa yang ku perbuat ke dia, namun sinyal-sinyal itu yang bikin aku yakin, kalo ya aku ini salah satu penyebanya.
Jujur , aku ngk tau kenapa aku termasuk daftar orang yang bikin dia illfeel hari itu, aku kira semuannya berjalan seperti biasa, ngk ada yang aneh.
Hei, kau . . .
Jangan bersedih, tak ku bermaksud membuatmu seperti itu. Aku tak yakin kau sedih gara-gara aku karena lakumu sama dengan lakumu kepada mereka. Aku tak yakin akan “rasa” mu karena ku tau rasamu pun tak hanya untukku, rasanya tak pantas kau untuk merusak hari mu ketika itu dengan mukamu yang kau lipat jadi empat atau dengan pikiranmu yang kau paksa tulisankan dan kau ceritakan kepada computer didepanmu meski kau tak mampu lakukan itu.
Kau tau kenapa aku bilang tak pantas??
Mungkin aku sedikit tau atau sok.sok tau kenapa kau bersedih dihari itu, itu karena “rasa”mu kepadaku (hahahaha. PD). Tapi aku tak pernah mengerti itu. Dan ku tak ingin terlarut dengan itu karena aku tau kau hanya keliru dengan rasamu.. Kulihat hari-harimu, itu yang membuatku tak pernah tau dan yakin “rasa” itu ada dari dirimu. Kau tetap seperti biasa, bercengkrama dengan mulut yang satu juga dengan mulut yang lain, pembahasanmu juga demikian, tak jauh-jauh mungkin sama persis dengan apa yang selalu kau diskusikan denganku.
Dengarkan aku,
Hatiku itu lemah dan rapuh, tak usahlah kau repot-repot merusak harimu hanya karena perasaanmu yang tak pernah kau jelaskan apa yang sebenarnya di dalam hati itu. Aku bingung harus berbuat apa, disisi lain aku tetap tak paham kenapa kamu bisa melakukan semua itu, namun disisi lain aku tak mau ikut terlarut dengan “rasa” yang tak jelas seperti ini dan disisi lainnya lagi aku tak mengerti kau anggap apa rasa yang kau milikki untuk ku itu. Aku tau kenapa kau tak pernah menjelaskannya kepadaku, ya karena banyak rasa juga yang kau sumbangankan untuk hati,hati yang lain.
Sudah, jangan kau buat aku seolah-olah tak bisa melakukan apapun meski memang seperti itu pada kenyataanya sebelum kau jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi padamu dan apa yang kau inginkan terjadi di hari selanjutnya. Aku tau kau inginkan aku mengerti tentang semua ini, tapi terpaksa ku ucapkan aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Aku tak bisa hanya dengan menerkah-terkah karena cinta bukan sebuah terka.an meski ia tak berwujud nyata tapi aku juga bingung harus melakukan apa ketika sikap tak sukamu itu muncul.
Sudah, jangan bersedih..
Jika kau ingin bersedih, maka jelaskan lebih dahulu kepadaku apa yang ada dihatimu, pikiranmu, benakmu dan yang menjadi kemauanmu agar ku bisa melakukan sesuatu untukmu
Mei, 2011
Kehidupan ini fana, dan hidup kita pun begitu singkat, tak terbayangkan oleh kita yang awalnya hanya segumpal daging sekarang berbentuk makhluk yang bisa melakukan apapun, tak bisa tertebak pula oleh kita kapan kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hidup ini terlalu singkat, tak layak rasanya bila kita tak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, apalagi kita mengisi waktu kita hanya dengan melakukan hal-hal yang tak berguna dan tak bermanfaat.
Kita sering bercita-cita dan bertekad didalam hati, bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi orang lain. Tapi saya mau Tanya, “kenapa kita marah ketika kita tau ada orang yang memanfaatkan kita? Bukankah tujuan hdup kita memang harus bermanfaat bagi orang lain?. Hemmm. . silahkan anda jawab didalam diri anda sendiri, namun lebih baik juga bila menjawabnya pada kolom komentar di bawah, ahahahahah :D. keep smile
Tau ngk sii, kenpa aku kasih judul tulisanku kali ini “jangan bersedih” ?.
Heemmpt, tak certain sedikit yach.. !! keep silent and listen to me
Aku nulis judul ini gara-gara terinspirasi dengan seeorang, meskipun aku juga ngk ngerti aku mau nulis apa. Aku tau hari itu rasanya hari ngk akan berlalu buat dia, (hahaha. Alay setitik yo), semuanya ngk enak terasa, menyebalkan lebih tepanya. Nah, salah satu orang yang bikin harinya ngk enak itu adalah aku. Yaa. . . mungkin emang ngk secara langsung apa yang ku perbuat ke dia, namun sinyal-sinyal itu yang bikin aku yakin, kalo ya aku ini salah satu penyebanya.
Jujur , aku ngk tau kenapa aku termasuk daftar orang yang bikin dia illfeel hari itu, aku kira semuannya berjalan seperti biasa, ngk ada yang aneh.
Hei, kau . . .
Jangan bersedih, tak ku bermaksud membuatmu seperti itu. Aku tak yakin kau sedih gara-gara aku karena lakumu sama dengan lakumu kepada mereka. Aku tak yakin akan “rasa” mu karena ku tau rasamu pun tak hanya untukku, rasanya tak pantas kau untuk merusak hari mu ketika itu dengan mukamu yang kau lipat jadi empat atau dengan pikiranmu yang kau paksa tulisankan dan kau ceritakan kepada computer didepanmu meski kau tak mampu lakukan itu.
Kau tau kenapa aku bilang tak pantas??
Mungkin aku sedikit tau atau sok.sok tau kenapa kau bersedih dihari itu, itu karena “rasa”mu kepadaku (hahahaha. PD). Tapi aku tak pernah mengerti itu. Dan ku tak ingin terlarut dengan itu karena aku tau kau hanya keliru dengan rasamu.. Kulihat hari-harimu, itu yang membuatku tak pernah tau dan yakin “rasa” itu ada dari dirimu. Kau tetap seperti biasa, bercengkrama dengan mulut yang satu juga dengan mulut yang lain, pembahasanmu juga demikian, tak jauh-jauh mungkin sama persis dengan apa yang selalu kau diskusikan denganku.
Dengarkan aku,
Hatiku itu lemah dan rapuh, tak usahlah kau repot-repot merusak harimu hanya karena perasaanmu yang tak pernah kau jelaskan apa yang sebenarnya di dalam hati itu. Aku bingung harus berbuat apa, disisi lain aku tetap tak paham kenapa kamu bisa melakukan semua itu, namun disisi lain aku tak mau ikut terlarut dengan “rasa” yang tak jelas seperti ini dan disisi lainnya lagi aku tak mengerti kau anggap apa rasa yang kau milikki untuk ku itu. Aku tau kenapa kau tak pernah menjelaskannya kepadaku, ya karena banyak rasa juga yang kau sumbangankan untuk hati,hati yang lain.
Sudah, jangan kau buat aku seolah-olah tak bisa melakukan apapun meski memang seperti itu pada kenyataanya sebelum kau jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi padamu dan apa yang kau inginkan terjadi di hari selanjutnya. Aku tau kau inginkan aku mengerti tentang semua ini, tapi terpaksa ku ucapkan aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Aku tak bisa hanya dengan menerkah-terkah karena cinta bukan sebuah terka.an meski ia tak berwujud nyata tapi aku juga bingung harus melakukan apa ketika sikap tak sukamu itu muncul.
Sudah, jangan bersedih..
Jika kau ingin bersedih, maka jelaskan lebih dahulu kepadaku apa yang ada dihatimu, pikiranmu, benakmu dan yang menjadi kemauanmu agar ku bisa melakukan sesuatu untukmu
Mei, 2011
oohh Kawan ...
Aku sering mendapat cerita dari orang-orang, mereka berkata tuhan menciptakan hambanya dengan rupa yang beda, namun tuhan menularkan sifatnya kepada hambanya sifat penyayangnya, pengasih, bijaksana, dan pemerhati.
Ya, aku tau tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang berbeda-beda karena memang tak satu pun ku temukan wajah yang sama, termasuk “Dia” hingga aku tetap bisa mengingat bagaimana bentuk wajah itu.. , tapi, aku mulai bertanya.. kemana sifat yang tuhan salurkan itu? Tak kutemukan didalam dirinya, tidak sama sekali. Apa karena “Dia” memang tak mampu mewarisi itu, ataukah aku yang memang tak bisa melihatnya. Sungguh. Ingin rasanya aku melihat dan merasakannya.
Kemarin, hari pun sama. Tak ada yang berubah menjadi pelipur lara. Ingin rasanya pergi dan meninggalkan karena apa yang menjadi keinginan tak terbalaskan disana, tapi tuhan tetap tidak mengizinkan, tuhan tetap beranggapan bahwa diri ini mampu untuk bertahan, aku ingin bebas terbang tanpa batas.
Selalu ku bertanya kepada tuhan di setiap do’aku yang berbalut keintiman denganNya. Tuhan, kenapa aku tetap berikat dengan “Dia”? apakah ini caramu untuk meridhoi aku?.
Tuhan maha mengetahui apa yang menjadi keluh kesah hambanya, begitu lah mereka menjelaskan kepada ku atas semua pertanyaanku kepada tuhan yang kuceritakan kepada mereka. Aku bertanya lagi, bila tuhan mengetahui dan mengerti semuannya. Kenpa tuhan tidak membiarkan aku lepas? Apa tuhan tudak tau bahwa aku sangat tersiksa dan tertekan dengan ini semua?. Tidak maksudku untuk mengingkari nikmatNya, tapi nikmat ini begitu sulit aku pahami dan maknai, mungkin bahkan terlalu sulit. Dan sangat sulit. Mereka juga berkata tuhan tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan makhluk itu sendiri. Oh Tuhan… sungguh. Rasanya aku tak mampu lagi dengan keadaan dan ikatan ini, masihkah kau percaya bahwa aku mampu menjalani semua sedangka kau sudah setiap hari melihatku dan mendengar tangisanku tiap malam-malam kelamku?. Sungguh aku tak sanggup. Tak berhenti mereka menjelaskan kepada ku mereka berkata lagi, tuhan mengetahui mana hal-hal yagn terbaik untukmu. Tuhan ini hal yang terbaik itu? Sedang aku tersiksa batin, dan batuk tak tertahankan karena seesak didadaku?
Sungguh. Tak adil, sedang orang diluar sana, orang yang aku yakin tak lebih baik dariku tak pernah bisa merasa apa yang sedang aku rasa karena Kau memang melarang rasa itu hadir di hati orang-orang itu. Sungguh, aku iri. Apa salahku? Hingga sakit ini tak kunjung berkurang dan hilang. Hilang? Tidak. Berkurangpun tidak. Aku lelah. Habis rasanya air mataku untuk menangis, sedang peipur lara tak kunjung menghampiri. Letih, penat sekali pikiran ini, hingga rasanya aku tak mau berpikir apa-apa lagi, sedang “Dia” tak kunjung berubah. Sudahlah Tuhan, aku menyerah. Terserah apa mauMu sekarang, atau Kau cabut saja nyawaku, biar aku tak merasa apa-apa, karena rasaku sudah mati sejak lama.
*Tulisan ini terinspirasi ketika aku ingat sebuah masalah dari seorang kawan
Jogja..
Mei, 2011
Ya, aku tau tuhan menciptakan manusia dengan rupa yang berbeda-beda karena memang tak satu pun ku temukan wajah yang sama, termasuk “Dia” hingga aku tetap bisa mengingat bagaimana bentuk wajah itu.. , tapi, aku mulai bertanya.. kemana sifat yang tuhan salurkan itu? Tak kutemukan didalam dirinya, tidak sama sekali. Apa karena “Dia” memang tak mampu mewarisi itu, ataukah aku yang memang tak bisa melihatnya. Sungguh. Ingin rasanya aku melihat dan merasakannya.
Kemarin, hari pun sama. Tak ada yang berubah menjadi pelipur lara. Ingin rasanya pergi dan meninggalkan karena apa yang menjadi keinginan tak terbalaskan disana, tapi tuhan tetap tidak mengizinkan, tuhan tetap beranggapan bahwa diri ini mampu untuk bertahan, aku ingin bebas terbang tanpa batas.
Selalu ku bertanya kepada tuhan di setiap do’aku yang berbalut keintiman denganNya. Tuhan, kenapa aku tetap berikat dengan “Dia”? apakah ini caramu untuk meridhoi aku?.
Tuhan maha mengetahui apa yang menjadi keluh kesah hambanya, begitu lah mereka menjelaskan kepada ku atas semua pertanyaanku kepada tuhan yang kuceritakan kepada mereka. Aku bertanya lagi, bila tuhan mengetahui dan mengerti semuannya. Kenpa tuhan tidak membiarkan aku lepas? Apa tuhan tudak tau bahwa aku sangat tersiksa dan tertekan dengan ini semua?. Tidak maksudku untuk mengingkari nikmatNya, tapi nikmat ini begitu sulit aku pahami dan maknai, mungkin bahkan terlalu sulit. Dan sangat sulit. Mereka juga berkata tuhan tidak akan menguji makhluknya diluar batas kemampuan makhluk itu sendiri. Oh Tuhan… sungguh. Rasanya aku tak mampu lagi dengan keadaan dan ikatan ini, masihkah kau percaya bahwa aku mampu menjalani semua sedangka kau sudah setiap hari melihatku dan mendengar tangisanku tiap malam-malam kelamku?. Sungguh aku tak sanggup. Tak berhenti mereka menjelaskan kepada ku mereka berkata lagi, tuhan mengetahui mana hal-hal yagn terbaik untukmu. Tuhan ini hal yang terbaik itu? Sedang aku tersiksa batin, dan batuk tak tertahankan karena seesak didadaku?
Sungguh. Tak adil, sedang orang diluar sana, orang yang aku yakin tak lebih baik dariku tak pernah bisa merasa apa yang sedang aku rasa karena Kau memang melarang rasa itu hadir di hati orang-orang itu. Sungguh, aku iri. Apa salahku? Hingga sakit ini tak kunjung berkurang dan hilang. Hilang? Tidak. Berkurangpun tidak. Aku lelah. Habis rasanya air mataku untuk menangis, sedang peipur lara tak kunjung menghampiri. Letih, penat sekali pikiran ini, hingga rasanya aku tak mau berpikir apa-apa lagi, sedang “Dia” tak kunjung berubah. Sudahlah Tuhan, aku menyerah. Terserah apa mauMu sekarang, atau Kau cabut saja nyawaku, biar aku tak merasa apa-apa, karena rasaku sudah mati sejak lama.
*Tulisan ini terinspirasi ketika aku ingat sebuah masalah dari seorang kawan
Jogja..
Mei, 2011
Hoooaammmm **
Pendidikan menurut UU No.20 tahun 2003. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agat peserta didik secara aktiv mengembangkan potensi dirinya. Mata kuliah pengantar pendidikan pun beririsi materi-materi yang membahas mengenai metode-metode untuk diterapkan oleh guru ketika mengajar di dalam kelas nantinya, mulai dari metode proyek, metode demonstrasi samapi dengan metode yang berbentuk ceramah.
Suasana di kelas akan baik dan kondusif apabila interaksi antara guru dan peserta didik dapat berjalan dengan baik pula. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana nyaman didalam kelas. Dengan demikian materi pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa dimenerti, dipahami dan diserap dengan baik oleh siswa-siswanya sehingga hal tersenut dapat menjadi salah satu jalan atau langkah untuk mencapau tujuan pendidikan nasional.
Namun, sebaliknya bika tak ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik maka tidak akan tercipta juga suasana yang nyaman didalam kelas. Cara penyampaian materi yang dilakukan guru dianggap moton dan kurang kreatif serta inovatif atau siswa itu sendiri yang tidak mempunyai semangat untuk belajar, hal itu yang menjadi factor tidak terbangunnya suasana belajar yang menyenangkan didalam kelas.
Hemmpt,
Pak dosen… pliiss you must know me so well
I want so sleepy.. Ngantuukk. . . !!
Muncul satu pertanyaan..
Ini salah siapa? Muridnya atau gurunya?
Tanyaku di tengah-tengah perkuliahan siang itu. . .
Jogja, 20 Mei 2011
Suasana di kelas akan baik dan kondusif apabila interaksi antara guru dan peserta didik dapat berjalan dengan baik pula. Komunikasi yang baik akan menciptakan suasana nyaman didalam kelas. Dengan demikian materi pelajaran yang diajarkan oleh guru bisa dimenerti, dipahami dan diserap dengan baik oleh siswa-siswanya sehingga hal tersenut dapat menjadi salah satu jalan atau langkah untuk mencapau tujuan pendidikan nasional.
Namun, sebaliknya bika tak ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik maka tidak akan tercipta juga suasana yang nyaman didalam kelas. Cara penyampaian materi yang dilakukan guru dianggap moton dan kurang kreatif serta inovatif atau siswa itu sendiri yang tidak mempunyai semangat untuk belajar, hal itu yang menjadi factor tidak terbangunnya suasana belajar yang menyenangkan didalam kelas.
Hemmpt,
Pak dosen… pliiss you must know me so well
I want so sleepy.. Ngantuukk. . . !!
Muncul satu pertanyaan..
Ini salah siapa? Muridnya atau gurunya?
Tanyaku di tengah-tengah perkuliahan siang itu. . .
Jogja, 20 Mei 2011
Jumat, 13 Mei 2011
i dot not what i feel
* memang tak selalu ada yg terbaik
dari diri ini dan juga dirinya
namun ku yakin cinta ini takkan pernah salah
aku memang tidak akan bisa membunuh cinta meski aku harus dipaksa untuk mengubur cinta, aku tak ingin kehilangan cinta, karena cinta adalah segalannya untuk ku..
mungkin dulu memang berbeda dengan kini bahkan akan jauh berdeba dengan nanti..
tapi, aku tau cinta itu akan tetap ada.
aku tak akan pernah meninggalkan cinta, aku akan tetap bersamanya
cintaku yang dulu kurasa sangat berbeda dengan cintaku yang kini tapi aku takut menyambut cintaku yang nanti..
karna aku sudah mulai takut, benar-benar takut kehilangan cinta.
meski demikian,
aku tau tuhan menciptakan cinta tak hanya satu, tuhan ciptakan banyak cinta untukku, dulu, kini, nanti dan suatu saat itu.
aku tak bisa membunuh cinta namun aku mampu mengatur cinta..
aku tidak ingin ditinggalkan oleh cinta,
tapi, aku harap cinta tidak berpihak pada untuk saat ini, karena aku takut cinta malah berubah arah, cinta ini malah menyakitkan..
sudah,
cintaku akan tetatp ada..
aku terus berbicara tentang cinta, memaknai cinta, namun aku tetp bingung apa itu cinta..
JogjaNeverEndingAsia,
mei. 2011
dari diri ini dan juga dirinya
namun ku yakin cinta ini takkan pernah salah
aku memang tidak akan bisa membunuh cinta meski aku harus dipaksa untuk mengubur cinta, aku tak ingin kehilangan cinta, karena cinta adalah segalannya untuk ku..
mungkin dulu memang berbeda dengan kini bahkan akan jauh berdeba dengan nanti..
tapi, aku tau cinta itu akan tetap ada.
aku tak akan pernah meninggalkan cinta, aku akan tetap bersamanya
cintaku yang dulu kurasa sangat berbeda dengan cintaku yang kini tapi aku takut menyambut cintaku yang nanti..
karna aku sudah mulai takut, benar-benar takut kehilangan cinta.
meski demikian,
aku tau tuhan menciptakan cinta tak hanya satu, tuhan ciptakan banyak cinta untukku, dulu, kini, nanti dan suatu saat itu.
aku tak bisa membunuh cinta namun aku mampu mengatur cinta..
aku tidak ingin ditinggalkan oleh cinta,
tapi, aku harap cinta tidak berpihak pada untuk saat ini, karena aku takut cinta malah berubah arah, cinta ini malah menyakitkan..
sudah,
cintaku akan tetatp ada..
aku terus berbicara tentang cinta, memaknai cinta, namun aku tetp bingung apa itu cinta..
JogjaNeverEndingAsia,
mei. 2011
Selasa, 19 April 2011
* Sesak. . .
hari ini aku semangat berangkat ke kampus, walaupun persiapan buat kuis sama sekali nggak optimal, ikhtiarnya nyaris nggak ada. hehhee. . .
kuliyah biodas selesai juga akhirnya.. kuis dengan soal-soal yang nggak ku ngerti itu lenyap sudah dari pikiran.
cacing-cacing di perutku mulai show out. keroncongan jee..
semangko mie ayam ternyata bisa meredah suara bisingnya yang terus terngiang di gendang telingaku..
masuk lagi ni kulyah serftifikasi II.
dreeettt... dddrrreeettt..
hp ku geter..
from : .....................
oowww..
ak baca smsnya dengan seksama. aku hayati, maknai
ooww... tiba-tiba dadku sesaaaaaaak bangeeett...
antara tersingung, mau nangis, tapi iye bener memang gitu..
ooh tuhan..
:(*
kuliyah biodas selesai juga akhirnya.. kuis dengan soal-soal yang nggak ku ngerti itu lenyap sudah dari pikiran.
cacing-cacing di perutku mulai show out. keroncongan jee..
semangko mie ayam ternyata bisa meredah suara bisingnya yang terus terngiang di gendang telingaku..
masuk lagi ni kulyah serftifikasi II.
dreeettt... dddrrreeettt..
hp ku geter..
from : .....................
oowww..
ak baca smsnya dengan seksama. aku hayati, maknai
ooww... tiba-tiba dadku sesaaaaaaak bangeeett...
antara tersingung, mau nangis, tapi iye bener memang gitu..
ooh tuhan..
:(*
Jumat, 01 April 2011
Nice Wednesday…
Sungguh melelahkan keseharian ini, duduk di ruang kelas hanya saja berpindah tempat dan ruangan, tapi tetaplah sama yang aku kerjakan, duduk di kelas mendengarkan dosen yang katanya ia sedang mentransfer ilmu di depan sana itu. Ya, selamat berjuang lah pak !!
Lelah namun harus tetap semangat,
Pagi, siang, samapi senja aku hanya di kelas, walaupun masih memang ada waktu aku berjalan-jalan di luaran sana.
Oooo….. jam 07:30 until 17:50 !
Super sekali. . . !!
Ya, mungkin ini memang salah satu kebijakan pemerintah semenjak tragedi 1998 ketika itu. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dan di harapkan agar mahasiswa tidak sibuk dan aktif dengan organisasi di luar kampus. Kenapa? Ya, mahasiswa yang aktif di luar kampus di anggap sedikit mengkhawatirkan, karena mahasiswa-mahasiswa yang aktif sepert itu nantinya akan menjadi mahasiswa yang kritis, super kritis, begitu banyak wacana yang akan mereka yang mereka dapatkan dan utarakan. Begini ya, nanti kalau mahasiswa aktif di luar berarti mereka aktif, kalau aktif nanti sering kumpul, berdiskusi dan akhirnya mencetuskan sebuah pemahaman, dari sebuah pemahaman itu dapatlah mereka menganalisis sebuah hal dan hal utama untuk di analisis adalah kebijakan pemarintah, setelah itu muncullah ide-ide dan gagasan baru dalam menyikapi kebijakan lalu terciptalah strategi-strategi muslihat, hahahah….
Lalu strategi pun mendesak untuk di jalankan, dan terjadi lah aksi mahasiswa menyuarakan ide dan gagasan mereka. Wooww super sekali .. !!
Dan ini masalahanya.
pada akhirnya pemerintah merasa kewalahan dengan sikap mahasiswa yang seperti ini. Mereka menganggap sikap mahasiswa ini bisa mengancap kedudukan dan menggeser mereka dari zona nyaman yang selama ini mereka nikmati.
Dan tarrrrraaaaaaaaaaaaaaatttt. . . .
munculah kebijakan itu, mahasiswa di tuntut untuk sibuk di kampus. Sistem sks, 75% kehadiran, bla..bla…bla… hahahhaha. . . . dan lain-lainnya.
Ooo,
Tak semudah itu tentunya.
Semangat membara yang tetap tertanam di jiwa mahasiswa tak akan runtuh, pudar dan lumer hanya dengan hal demikian. Masih ada 1001 strategi yang belum di laksanakan demi sebuah tegaknya kebenaran dan menuntaskan kedzoliman. MERDEKA !!! hahahah :D
Hahahah. .. pelajaran terakhir kimia dasar II, tapi rasanya pelajaran ini tidak terserap dengan maksimal, letih sekali.
Tapi, mengeluh atau protes kepada si pembuat dan penyusun jadwal kulyah, bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana.
Ya jalani sajalah, memang di sinilah sisi seni sebagai seorang mahasiswa dengan kesibukan yang memang menjadi kesibukan.
Heemmpt,,
So semangaaaat !!
Tomorrow must be better again..
Akhirnya,
Pelajaran pun selesai,
Horeeeee, , , , , asikk..asikk….
Jogja NeverEndingAsia,
Rabu, 23 Februari 2011
Lelah namun harus tetap semangat,
Pagi, siang, samapi senja aku hanya di kelas, walaupun masih memang ada waktu aku berjalan-jalan di luaran sana.
Oooo….. jam 07:30 until 17:50 !
Super sekali. . . !!
Ya, mungkin ini memang salah satu kebijakan pemerintah semenjak tragedi 1998 ketika itu. Mahasiswa disibukkan dengan kegiatan belajar di kampus, dan di harapkan agar mahasiswa tidak sibuk dan aktif dengan organisasi di luar kampus. Kenapa? Ya, mahasiswa yang aktif di luar kampus di anggap sedikit mengkhawatirkan, karena mahasiswa-mahasiswa yang aktif sepert itu nantinya akan menjadi mahasiswa yang kritis, super kritis, begitu banyak wacana yang akan mereka yang mereka dapatkan dan utarakan. Begini ya, nanti kalau mahasiswa aktif di luar berarti mereka aktif, kalau aktif nanti sering kumpul, berdiskusi dan akhirnya mencetuskan sebuah pemahaman, dari sebuah pemahaman itu dapatlah mereka menganalisis sebuah hal dan hal utama untuk di analisis adalah kebijakan pemarintah, setelah itu muncullah ide-ide dan gagasan baru dalam menyikapi kebijakan lalu terciptalah strategi-strategi muslihat, hahahah….
Lalu strategi pun mendesak untuk di jalankan, dan terjadi lah aksi mahasiswa menyuarakan ide dan gagasan mereka. Wooww super sekali .. !!
Dan ini masalahanya.
pada akhirnya pemerintah merasa kewalahan dengan sikap mahasiswa yang seperti ini. Mereka menganggap sikap mahasiswa ini bisa mengancap kedudukan dan menggeser mereka dari zona nyaman yang selama ini mereka nikmati.
Dan tarrrrraaaaaaaaaaaaaaatttt. . . .
munculah kebijakan itu, mahasiswa di tuntut untuk sibuk di kampus. Sistem sks, 75% kehadiran, bla..bla…bla… hahahhaha. . . . dan lain-lainnya.
Ooo,
Tak semudah itu tentunya.
Semangat membara yang tetap tertanam di jiwa mahasiswa tak akan runtuh, pudar dan lumer hanya dengan hal demikian. Masih ada 1001 strategi yang belum di laksanakan demi sebuah tegaknya kebenaran dan menuntaskan kedzoliman. MERDEKA !!! hahahah :D
Hahahah. .. pelajaran terakhir kimia dasar II, tapi rasanya pelajaran ini tidak terserap dengan maksimal, letih sekali.
Tapi, mengeluh atau protes kepada si pembuat dan penyusun jadwal kulyah, bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana.
Ya jalani sajalah, memang di sinilah sisi seni sebagai seorang mahasiswa dengan kesibukan yang memang menjadi kesibukan.
Heemmpt,,
So semangaaaat !!
Tomorrow must be better again..
Akhirnya,
Pelajaran pun selesai,
Horeeeee, , , , , asikk..asikk….
Jogja NeverEndingAsia,
Rabu, 23 Februari 2011
MenggiLa-giLa. . .
Hak..hakkk...hakkk...
Hujan turun rintik-rintik malam ini, wuuiisshh , dingin sekaleee,,,
Tapi tak apa, itu bukanlah suatu halangan untuk melakukan misi malam ini, bersama sahabat baru ku yang super sekali phinot nama kesayangannya, nama ngk kesayngannya tak tau lah aku. Menulusuri jalanan jogja di malam hari memang rasanya berbeda ketimbang jalan-jalan di siang hari, eksotika kota gudeg terasa lebih kental dan lebih menyatu malam ini.
Lewat jembatan syayidan lalu di teruskan stop di lampu merah lalu menghampiri alun-alun utara dan selatan, akhirnya berhentilah kami di sebuah tempat makan di daerah pasar ngasem. Makna sate di pinggir jalan, hak,,hakk,,hakk... assiik sekali.. jogja megitu menawan dan elegant malam ini.
Hujan rintik-rintik yang tak kunjung usai nemambah indah malam itu, hidup terasa tanpa beban, padahal tugas kulyah trus memanggil untuk di garap, ahh refreshing sejenak lah...
Hahahahhahahahhaha. . . . .. :D
Tertawa, ketawa, laugh, nyengir, ngguyu,
Cuma itu yang bisa di lakukan malam itu, so nice adn so crazy..
Beberapa puluh menit saja, sate itu terusap tanpa bekas dan tanpa jejak, hhahaa..
Huuh, lapar pun hilang, alhmdulillah kenyang,,
Perjalanan tidak berhentik di sini, perjalanan tanpa tujuan, ya itu tema malam ini.
Kembali menelusuri jalanan jogja, lorong tamansari, perempatan kauman, timbul lagi alun-alun utara, malioboro, dan ntahlah aku tak mengenali daerah ini, dan pada akhirnya berhenti lagi di suatu tempat.
Coba tebak, kami berhenti dimana?
Ooh tepat sekali. ! ya, pinggir jalan lagi, lagi-lagi pinggir jalan.
Tak taulah, sepertinya pinggir jalan menjadi tempat yang menyenangkan malam ini.
Duduk lesehan beralaskan tiker kumel, di suguhi roti bakar cokelat dan segelas teh hangat, dan senandung musik dari arus kali code yang tertiup angin.
Wow, menyenagkan sekali..
Arus kali code yang tepat berada di bawa, membuat aku merasakan sesuatu yg berbeda,
Wew, arusnya itu loh, ngk nahan, deres bgt bikin ngerih jee, butek lagi airnya.
Kalo kali code marah trus meluap, apa jadinya rumah-rumak apik dan megah di pinggir2 itu.
Ya Allah, Lindungilah kami dari marah bahaya, amin.
Okey,
Comeback again,
Malam semakin larut, malam juga serasa memanggil dan menyuruh untuk pulang.
Siip, pertualangan di cukupkan sampai di sini.
Okelah, perjalanan pulang menuju peraduan.
Hemm, menyennagkan.
Dan memang misi menggila bersama phinot selalu menuai keberhasilan, and happy ending.
Wkwkwkkw,
Bentuk kegilaan apupun itu, terencana, apalagi tidak.
Oke. Thanks sist for this night, i’m so haapy and you’re so beautyful this night, hahhhhaaa..
Jogja NeverEndingAsia,
Senin, 21 Februari 2011
Hujan turun rintik-rintik malam ini, wuuiisshh , dingin sekaleee,,,
Tapi tak apa, itu bukanlah suatu halangan untuk melakukan misi malam ini, bersama sahabat baru ku yang super sekali phinot nama kesayangannya, nama ngk kesayngannya tak tau lah aku. Menulusuri jalanan jogja di malam hari memang rasanya berbeda ketimbang jalan-jalan di siang hari, eksotika kota gudeg terasa lebih kental dan lebih menyatu malam ini.
Lewat jembatan syayidan lalu di teruskan stop di lampu merah lalu menghampiri alun-alun utara dan selatan, akhirnya berhentilah kami di sebuah tempat makan di daerah pasar ngasem. Makna sate di pinggir jalan, hak,,hakk,,hakk... assiik sekali.. jogja megitu menawan dan elegant malam ini.
Hujan rintik-rintik yang tak kunjung usai nemambah indah malam itu, hidup terasa tanpa beban, padahal tugas kulyah trus memanggil untuk di garap, ahh refreshing sejenak lah...
Hahahahhahahahhaha. . . . .. :D
Tertawa, ketawa, laugh, nyengir, ngguyu,
Cuma itu yang bisa di lakukan malam itu, so nice adn so crazy..
Beberapa puluh menit saja, sate itu terusap tanpa bekas dan tanpa jejak, hhahaa..
Huuh, lapar pun hilang, alhmdulillah kenyang,,
Perjalanan tidak berhentik di sini, perjalanan tanpa tujuan, ya itu tema malam ini.
Kembali menelusuri jalanan jogja, lorong tamansari, perempatan kauman, timbul lagi alun-alun utara, malioboro, dan ntahlah aku tak mengenali daerah ini, dan pada akhirnya berhenti lagi di suatu tempat.
Coba tebak, kami berhenti dimana?
Ooh tepat sekali. ! ya, pinggir jalan lagi, lagi-lagi pinggir jalan.
Tak taulah, sepertinya pinggir jalan menjadi tempat yang menyenangkan malam ini.
Duduk lesehan beralaskan tiker kumel, di suguhi roti bakar cokelat dan segelas teh hangat, dan senandung musik dari arus kali code yang tertiup angin.
Wow, menyenagkan sekali..
Arus kali code yang tepat berada di bawa, membuat aku merasakan sesuatu yg berbeda,
Wew, arusnya itu loh, ngk nahan, deres bgt bikin ngerih jee, butek lagi airnya.
Kalo kali code marah trus meluap, apa jadinya rumah-rumak apik dan megah di pinggir2 itu.
Ya Allah, Lindungilah kami dari marah bahaya, amin.
Okey,
Comeback again,
Malam semakin larut, malam juga serasa memanggil dan menyuruh untuk pulang.
Siip, pertualangan di cukupkan sampai di sini.
Okelah, perjalanan pulang menuju peraduan.
Hemm, menyennagkan.
Dan memang misi menggila bersama phinot selalu menuai keberhasilan, and happy ending.
Wkwkwkkw,
Bentuk kegilaan apupun itu, terencana, apalagi tidak.
Oke. Thanks sist for this night, i’m so haapy and you’re so beautyful this night, hahhhhaaa..
Jogja NeverEndingAsia,
Senin, 21 Februari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
